Polres Flores Timur Gagalkan Perdagangan 7 Calon PMI: Sindikat Beraksi Lagi!

BUGALIMA - Di tengah upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), jajaran Polres Flores Timur kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, tujuh calon PMI berhasil diselamatkan dari jerat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pelabuhan Larantuka. Aksi cepat ini menggagalkan rencana pengiriman mereka ke Malaysia dan Brunei Darussalam melalui jalur ilegal. Sebuah pengingat keras bahwa sindikat TPPO masih terus beroperasi, memanfaatkan kerentanan warga demi keuntungan pribadi.

Informasi berharga ini diterima petugas pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Tanpa menunggu lama, tim Polres Flores Timur langsung bergerak melakukan pengecekan di Pelabuhan Larantuka. Hasilnya, tujuh orang yang diduga kuat akan diberangkatkan ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi berhasil diamankan. Mereka adalah warga dari Desa Serinuho, Desa Mokantarak, Desa Konting C, Desa Lewoluo, serta Kecamatan Titehena dan Larantuka.

Nokia Phone
Gambar dari Pixabay

Modus Operandi yang Licik

Modus yang digunakan para pelaku terbilang licik dan memanfaatkan ketidakpahaman calon korban. Ketujuh calon PMI ini direkrut oleh terduga pelaku berinisial MNH dengan iming-iming pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri. Sebuah tawaran yang terdengar menggiurkan, namun dibalik itu tersimpan bahaya besar. Perekrutan ini dilakukan secara perorangan, tanpa melalui jalur resmi seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau perusahaan penempatan tenaga kerja yang memiliki izin resmi.

"Perekrutan dilakukan secara perorangan dan tidak melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun perusahaan penempatan tenaga kerja yang memiliki izin resmi," ujar Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K. Lebih parahnya lagi, para korban tidak diberikan kontrak kerja tertulis. Hak dan kewajiban mereka sebagai calon pekerja pun tidak dijelaskan secara gamblang. Ini adalah ciri khas sindikat TPPO yang ingin menutupi jejak dan menghindari tanggung jawab.

#### Dokumen Pribadi Jadi Objek Pungutan

Sebelum diberangkatkan, para korban diminta menyerahkan berbagai dokumen pribadi. KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Akta Nikah menjadi incaran para pelaku dengan dalih untuk pengurusan administrasi kerja. Padahal, ini bisa jadi digunakan untuk identifikasi ganda atau kepentingan ilegal lainnya.

Destinasi yang Berbeda

Dari tujuh korban yang berhasil diselamatkan, empat di antaranya adalah perempuan yang direncanakan akan diberangkatkan ke Malaysia. Sementara tiga lainnya memiliki tujuan ke Brunei Darussalam. Hal ini menunjukkan jangkauan operasi sindikat yang tidak hanya terbatas pada satu negara tujuan.

Pelaku Berhasil Diamankan

Tidak tinggal diam, Polres Flores Timur berhasil mengamankan dua terduga pelaku. Keduanya merupakan pasangan suami istri, berinisial MNH dan ENB. Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Penangkapan ini diharapkan menjadi pukulan telak bagi sindikat TPPO yang beroperasi di wilayah tersebut.

Imbauan Kapolres Flores Timur

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K. tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar lebih waspada. "Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan bahwa proses perekrutan tenaga kerja dilakukan melalui instansi yang berwenang dan perusahaan penempatan tenaga kerja yang memiliki izin resmi, agar terhindar dari praktik TPPO," tegasnya. Pencegahan adalah kunci. Edukasi terus-menerus dan kewaspadaan dari masyarakat adalah benteng pertahanan terkuat melawan kejahatan kemanusiaan ini.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan TPPO masih panjang. Perlindungan PMI adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat luas. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman bagi setiap calon pekerja migran Indonesia.

Source: https://www.tribratanews.polri.go.id/read/upaya-perlindungan-pmi-polres-flores-timur-selamatkan-tujuh-calon-korban-tppo-divisi-humas-polri



#PerdaganganOrang #PekerjaMigranIndonesia #PolresFloresTimur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama