BUGALIMA - Laut Flores kembali membisikkan cerita masa lalu. Kali ini, kisahnya terukir di pasir Pantai Konga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebuah penemuan tak terduga, sebuah salib berhiaskan kristal, bersama deretan artefak kuno lainnya, muncul dari kedalaman laut saat surut, dibawa oleh tangan seorang nelayan yang sedang mencari nafkah. Peristiwa ini, yang terjadi pada Senin, 4 Mei 2026 malam, sontak menyita perhatian publik, membuka jendela ke masa lampau yang menyimpan banyak misteri.
Bernardus Budi Bukan, seorang pengungsi erupsi Gunung Lewotobi, adalah saksi mata sekaligus penemu pertama dari pusaka-pusaka ini. Saat ia tengah menyuluh ikan di perairan yang surut, sebuah karung putih menarik perhatiannya. Bukan ikan yang ia dapatkan, melainkan sebuah harta karun sejarah: sebuah salib indah berhiaskan batu mirip kristal dua warna, keris, tongkat berkepala naga, mahkota, kendi, hingga gelang lengan. Semua benda ini, yang disebut-sebut terbuat dari besi kuningan, kini menjadi buah bibir, mengundang decak kagum sekaligus pertanyaan.
| Sumber: Pixabay |
Penemuan ini bukan sekadar cerita fisherman's luck, melainkan sebuah potensi temuan arkeologis yang signifikan. Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung, yang segera mendatangi lokasi penemuan, mengonfirmasi keberadaan benda-benda bersejarah tersebut. Bahkan, atas saran beliau, upaya penyelaman lanjutan dilakukan oleh warga lain, yang kemudian berhasil menemukan dua patung bercorak kerajaan, bingkai kayu bermotif, dan selembar kain merah. Temuan ini semakin memperkaya dugaan bahwa Pantai Konga menyimpan jejak peradaban masa lalu, mungkin dari era kerajaan.
Aloysius sendiri menduga bahwa benda-benda kuno ini berasal dari masa Kerajaan Singosari, berdasarkan kemiripan atribut yang ditemukan dengan peninggalan kerajaan pada masa lampau. Dugaan ini bukan tanpa dasar. Wilayah Konga sendiri diketahui memiliki sejarah sebagai titik transit bangsa Portugis dan Jepang, bahkan pernah ditemukan sisa-sisa Perang Dunia II berupa granat dan peluru. Namun, penemuan kali ini tampaknya membawa kita lebih jauh ke belakang, merunut sejarah yang mungkin lebih tua.
Misteri Salib Berhiaskan Kristal
Salib berhiaskan kristal menjadi pusat perhatian utama dari temuan ini. Keberadaannya memunculkan berbagai spekulasi. Apakah ini bukti awal penyebaran agama Kristen di Nusantara yang kemudian diadaptasi dengan budaya lokal? Atau adakah kaitan dengan peninggalan bangsa Eropa yang pernah singgah di wilayah ini? Batu mirip kristal yang menghiasi salib tersebut menambah keunikan dan nilai artistiknya. Keindahan visualnya tak hanya memikat mata, tetapi juga memicu imajinasi tentang pengrajin yang menciptakannya.
Koleksi benda yang ditemukan meliputi: * Satu buah salib berhiaskan batu mirip kristal dua warna. * Sejumlah keris. * Tongkat berkepala naga. * Mahkota kerucut. * Kendi. * Gelang lengan. * Dua patung bercorak kerajaan. * Dua bingkai kayu bermotif. * Selembar kain merah. * Bambu petuk dan barang antik lainnya yang belum teridentifikasi.
Jejak Peradaban di Pantai Konga
Pantai Konga, yang kini menjadi lokasi penemuan bersejarah ini, ternyata memiliki potensi arkeologis yang lebih luas. Sejarah mencatat bahwa wilayah Flores Timur memiliki jejak peradaban kuno yang beragam. Temuan ukiran kuno di batu di Desa Ratu Lodong, Flores Timur, pada tahun 2019 lalu, juga menunjukkan adanya aktivitas manusia purba di daerah ini. Hal ini mengindikasikan bahwa Flores Timur merupakan wilayah yang kaya akan warisan sejarah dan budaya, dari era prasejarah hingga masa kerajaan.
Penemuan kali ini membuka peluang besar untuk penelitian lebih lanjut. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Hery Lamawuran, menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk segera meninjau lokasi penemuan dan melakukan pencatatan terhadap benda-benda berharga tersebut. Upaya ini sangat penting untuk memastikan benda-benda pusaka ini terdokumentasi dengan baik dan dapat menjadi sumber informasi berharga bagi para peneliti dan generasi mendatang.
Tantangan Pelestarian dan Penelitian
Meskipun penemuan ini disambut antusias, ada pula tantangan yang harus dihadapi. Bernardus, sang penemu, dilaporkan telah membawa pulang sebagian besar benda temuan untuk disimpan di kebunnya. Meskipun niatnya mungkin baik untuk mengamankan benda-benda tersebut, idealnya artefak bersejarah harus diamankan di tempat yang layak dan aman, serta di bawah pengawasan pihak berwenang atau institusi yang berwenang untuk penelitian lebih lanjut.
Pemerintah desa melalui Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung, telah menyarankan agar benda-benda tersebut diamankan sementara di wilayah Desa Konga sambil menunggu penelitian lebih lanjut. Ini adalah langkah yang bijaksana. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak berwenang, termasuk arkeolog dan sejarawan, akan menjadi kunci untuk mengungkap tabir misteri di balik penemuan ini.
Penemuan salib berhiaskan kristal dan artefak kuno lainnya di Pantai Konga ini bukan sekadar berita lokal, tetapi sebuah peristiwa yang menggugah rasa ingin tahu kita tentang sejarah Nusantara. Setiap benda yang ditemukan adalah kepingan puzzle yang dapat membantu kita memahami lebih baik tentang kehidupan nenek moyang kita, kepercayaan mereka, dan interaksi budaya yang mungkin terjadi di masa lalu. Semoga penemuan ini menjadi awal dari eksplorasi sejarah yang lebih mendalam di tanah Flores.
Source: https://ekorantt.com/salib-berhiaskan-kristal-ditemukan-di-pantai-konga-flores-timur/
#Salib Kristal #Pantai Konga #Sejarah Flores Timur