ASN Kemenag Flotim Discreening Kanker Serviks dan Payudara: Langkah Proaktif untuk Kesehatan yang Lebih Baik

BUGALIMA - Kabar baik datang dari lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Flores Timur (Flotim). Sebanyak 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi ini telah menjalani skrining dini untuk mendeteksi kanker serviks dan kanker payudara. Sebuah langkah proaktif yang patut diacungi jempol, sebuah bukti nyata bahwa kesadaran akan kesehatan, terutama bagi para perempuan, semakin meningkat. Acara ini dihelat oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Flores Timur, berkolaborasi dengan Puskesmas Nagi Larantuka, di aula kantor setempat pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Ini bukan sekadar pemeriksaan biasa. Selain skrining IVA (Inspeksi Visual Asetat) untuk mendeteksi kanker serviks dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk kanker payudara, sebanyak 27 peserta juga berkesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Mulai dari pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan gigi, hingga wawancara mendalam mengenai riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Sebuah paket lengkap untuk memantau kondisi tubuh secara menyeluruh.

Sumber: Pixabay

Ketua DWP Kemenag Flores Timur, Maria Yulia Afista, menyampaikan pesan pentingnya. "Pemeriksaan kesehatan secara berkala itu krusial agar setiap orang dapat mengetahui perubahan kondisi kesehatannya," ujarnya. Beliau menekankan bahwa hasil pemeriksaan dari tahun ke tahun dapat menjadi bahan evaluasi untuk memantau dan memperbarui status kesehatan. Ini sejalan dengan semangat pencegahan penyakit yang selalu digaungkan. Kanker, baik serviks maupun payudara, adalah dua jenis kanker yang paling mengancam perempuan di Indonesia. Data statistik menunjukkan bahwa kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi penyakit dengan angka kejadian yang tinggi. Di Indonesia, kanker payudara menempati urutan teratas dengan 65.858 kasus baru pada tahun 2020, disusul kanker serviks dengan 36.633 kasus. Peningkatan kasus ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

Pentingnya Deteksi Dini: Melawan Kanker Sebelum Terlambat

Mengapa deteksi dini begitu penting? Begini, kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Jika dibiarkan, sel-sel ini bisa menyebar dan mengganggu fungsi organ vital dalam tubuh. Nah, seringkali, gejala kanker baru terasa ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut, saat pengobatan menjadi lebih sulit dan peluang kesembuhan menurun. Inilah mengapa skrining atau deteksi dini menjadi senjata ampuh dalam perang melawan kanker.

Skrining kanker adalah tindakan untuk menemukan kanker pada tahap awal, pada orang yang belum menunjukkan gejala. Tujuannya adalah mendeteksi sel-sel abnormal sebelum menjadi kanker ganas, atau mendeteksi kanker pada stadium awal ketika pengobatan masih sangat efektif dan bahkan bisa menyembuhkan. Dengan deteksi dini, dokter dapat menemukan sel abnormal sebelum menyebar terlalu luas dan sulit diobati.

Berbagai Metode Skrining Kanker Serviks dan Payudara

Dalam acara di Kemenag Flotim, dua metode skrining utama digunakan: IVA dan SADANIS. * Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat): Ini adalah metode skrining untuk kanker serviks. Cairan asam asetat dioleskan ke leher rahim, dan perubahan warna yang tidak normal dapat mengindikasikan adanya lesi prakanker atau kanker. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kondisi prakanker lebih dini. * Pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis): Metode ini dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk mendeteksi adanya benjolan atau kelainan lain pada payudara. Skrining ini penting untuk mendeteksi kanker payudara pada stadium awal.

Selain IVA dan SADANIS, ada juga metode skrining lain yang lebih canggih dan umum dilakukan, seperti: * Pap Smear: Tes ini juga untuk kanker serviks, di mana sel-sel dari leher rahim dikumpulkan untuk diperiksa di laboratorium. Pap smear dapat mendeteksi kondisi prakanker atau perubahan sel sebelum menjadi kanker. Bahkan, American Cancer Society merekomendasikan skrining Pap Smear secara berkala, sama pentingnya dengan skrining pada wanita yang sudah divaksin HPV. * Mammografi: Merupakan pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mendeteksi tumor pada jaringan payudara. Ini adalah salah satu metode skrining utama untuk kanker payudara. * Tes HPV DNA: Teknologi terbaru ini lebih akurat dalam mendeteksi virus HPV, penyebab utama kanker serviks, bahkan sebelum sel serviks berubah menjadi kanker.

Lebih dari Sekadar Pemeriksaan: Membangun Budaya Sadar Kesehatan

Apa yang dilakukan oleh DWP Kemenag Flores Timur ini lebih dari sekadar memberikan layanan pemeriksaan. Ini adalah upaya membangun kesadaran dan budaya hidup sehat. Maria Yulia Afista juga mendorong para ASN perempuan dan keluarga mereka untuk tidak menunggu difasilitasi oleh kantor. "ASN dan keluarga dapat memanfaatkan layanan di puskesmas maupun rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri dan berkala," katanya. Dorongan ini penting untuk menanamkan kebiasaan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup.

Pentingnya deteksi dini tidak hanya sebatas pada sisi medis, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan emosional. Penderita kanker yang terdeteksi di stadium lanjut mungkin mengalami kehilangan pekerjaan, gangguan hubungan sosial, hingga isolasi diri. Oleh karena itu, upaya skrining dini ini adalah investasi berharga untuk kualitas hidup yang lebih baik, mencegah dampak buruk yang lebih luas.

Kanker payudara dan serviks memang bisa menjadi ancaman serius, namun dengan kesadaran, pengetahuan, dan tindakan proaktif melalui skrining dini, kita dapat melawannya. Langkah kecil seperti yang diambil oleh 19 ASN Kemenag Flotim ini adalah contoh nyata bagaimana kita bisa mengambil kendali atas kesehatan kita. Mari jadikan deteksi dini sebagai prioritas demi masa depan yang lebih sehat.

Source: https://rri.co.id/regional/131874/sebanyak-19-asn-kemenag-flotim-jalani-skrining-dini-kanker-serviks-dan-payudara



#Kanker Serviks #Kanker Payudara #Deteksi Dini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama