Kapolres Flotim Perkuat Tiga Pilar Commander Wish Kapolda NTT: Integritas, Profesionalisme, dan Pengabdian untuk Negeri

BUGALIMA - Di bawah terik matahari Flores Timur yang menyengat, tepatnya pada apel jam pimpinan perdana di Mapolres Flores Timur, Senin 3 Agustus 2026 pagi, Kapolres AKBP Gede Putra Yase tidak hanya memimpin anggotanya dalam barisan. Lebih dari itu, beliau menanamkan sebuah komitmen kuat, sebuah arah kebijakan yang akan memandu setiap langkah para abdi negara ini. Momentum apel perdana ini menjadi sangat krusial, bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah penegasan visi untuk memperkuat disiplin dan profesionalisme, sekaligus memastikan kesiapan jajaran menghadapi berbagai agenda pengamanan dan pelayanan masyarakat yang menanti, terutama di bulan kemerdekaan ini.

Inti dari penekanan Kapolres, yang disampaikan melalui Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado, adalah menjadikan "Commander Wish" Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, sebagai pedoman utama. Ini bukan sekadar instruksi, melainkan sebuah filosofi kerja, sebuah pijakan moral yang harus meresapi setiap tugas kepolisian sehari-hari. "Commander Wish" ini bukan hal baru, namun penegasan kembali pentingnya tiga pilar fundamental: berbuat baik untuk diri sendiri, berbuat baik untuk institusi Polri, dan berbuat baik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebuah prinsip yang sederhana namun sarat makna, yang jika dihayati dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, akan menjadi benteng kokoh bagi integritas dan profesionalisme.

Sumber: Pixabay

Kapolres secara tegas mengingatkan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan profesionalisme dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Ini adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam dunia kepolisian. Profesionalisme menuntut kompetensi, ketelitian, dan efisiensi, sementara tanggung jawab menuntut akuntabilitas dan keberanian untuk mengakui kesalahan jika terjadi. Lebih penting lagi, beliau menekankan agar setiap personel menjauhi segala bentuk pelanggaran. Ancaman pelanggaran, sekecil apapun, dapat merusak citra diri seorang anggota, bahkan mencoreng nama baik institusi Polri yang telah dibangun dengan susah payah. Kedisiplinan dan integritas adalah tameng terbaik untuk mencegah hal ini. Seperti ungkapan bijak, "Disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian," dan integritas adalah pondasi utama kepercayaan publik.

Memasuki bulan Agustus, bulan sakral bagi bangsa Indonesia karena merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81, seluruh personel diminta untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Ini bukan hanya tentang kesiapan menghadapi agenda rutin kepolisian, tetapi juga kesiapan dalam mengamankan berbagai perayaan yang akan diselenggarakan, termasuk upacara bendera dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan peringatan kemerdekaan. Kesiapan ini mencakup kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga kondusif.

Kapolres tidak lupa mengajak seluruh anggota untuk menjaga kesehatan. Kesehatan fisik dan mental adalah aset berharga bagi seorang anggota Polri. Tanpa kesehatan yang prima, bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan tugas dengan optimal? Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan di antara personel. Kekompakan dan solidaritas adalah kekuatan sinergis yang dapat mengatasi berbagai tantangan. Seperti pepatah mengatakan, "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh."

Lebih lanjut, Kapolres membuka ruang untuk diskusi dan evaluasi. Jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas, personel diminta untuk tidak ragu membahasnya bersama. Tujuannya adalah mencari solusi, belajar dari kesalahan, dan terus memperbaiki kinerja. Ini menunjukkan sebuah kepemimpinan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan. Pimpinan tidak memandang rendah anggotanya; sebaliknya, mereka melihat setiap personel sebagai bagian tak terpisahkan dari keberhasilan institusi.

Penting untuk digarisbawahi bahwa "Commander Wish" ini bukanlah sekadar retorika. Di Polda NTT sendiri, visi ini telah menjadi acuan strategis. Wakapolres Flores Timur, dalam kesempatan lain, juga telah menekankan pentingnya tema "Berbuat Baik" sebagai pijakan moral dalam setiap tindakan kepolisian. Tiga pilar utama yang ditekankan – berbuat baik untuk diri sendiri, institusi Polri, dan NKRI – adalah fondasi moral yang kuat untuk menjaga integritas dan profesionalisme. "Commander Wish" ini menjadi pedoman untuk menyelaraskan visi kerja seluruh anggota, memastikan pelayanan Polri berdampak nyata bagi masyarakat.

Keberadaan "Commander Wish" ini juga terlihat dalam struktur organisasi kepolisian. Berbagai satuan kerja di tingkat Polda, seperti ITWASDA, BIRO OPS, hingga DIT RESKRIMSUS, semuanya beroperasi di bawah payung "Commander Wish". Bahkan, dalam mutasi jabatan, seorang perwira yang dipromosikan menjadi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTT sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta, menunjukkan adanya jenjang karir dan penugasan yang terstruktur, yang semuanya diharapkan selaras dengan arahan strategis pimpinan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari persoalan sosial hingga agenda pengamanan negara, penekanan pada tiga pilar "Commander Wish" ini menjadi sangat relevan. Tiga pilar tersebut adalah:

1. Berbuat Baik untuk Diri Sendiri: Ini berarti menjaga kesehatan fisik dan mental, meningkatkan kompetensi diri, menjaga citra diri, dan menghindari godaan serta pelanggaran yang dapat merusak reputasi pribadi dan profesional. Anggota Polri harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam segala aspek kehidupan. 2. Berbuat Baik untuk Institusi Polri: Ini mencakup menjaga nama baik institusi, bekerja dengan profesional dan berintegritas, serta berkontribusi positif terhadap citra dan kinerja Polri secara keseluruhan. Setiap tindakan anggota akan mencerminkan institusi tempat mereka mengabdi. 3. Berbuat Baik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia: Ini adalah puncak dari pengabdian. Anggota Polri bertugas menjaga kedaulatan negara, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan memastikan terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif demi keutuhan bangsa dan negara.

Pelaksanaan "Commander Wish" ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan komitmen kuat dari setiap personel, mulai dari tingkat terendah hingga tertinggi, untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Dengan penekanan yang konsisten dan implementasi yang nyata, Kapolres Flotim dan jajarannya diharapkan dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga nama baik institusi, dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Semangat Kemerdekaan ke-81 ini hendaknya menjadi momentum untuk merefleksikan kembali makna pengabdian, profesionalisme, dan integritas, tiga pilar yang sejatinya adalah inti dari "Commander Wish" Kapolda NTT.

Source: https://rri.co.id/regional/135214/kapolres-flotim-tekankan-tiga-pilar-commander-wish-kapolda-ntt



#Commander Wish #Kepolisian #Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama