BUGALIMA - Ada kalanya, sebuah institusi tak hanya mengukir prestasi dalam kinerja, tapi juga melestarikan tradisi yang sarat makna. Begitulah yang terjadi di Polres Flores Timur. Belum lama ini, sebuah momen haru sekaligus penuh kehormatan tersaji di Markas Polres Flores Timur, mengiringi pelepasan AKBP Adhitya Octorio Putra yang telah menuntaskan masa baktinya sebagai Kapolres Flores Timur. Sang pengganti, AKBP Gede Putra Yase, kini telah resmi mengemban amanah baru.
Acara pisah sambut itu, yang digelar di Alqaqa Beach Larantuka, Sabtu (1/8/2026) malam, bukan sekadar seremoni pergantian pimpinan semata. Lebih dari itu, momen ini menjadi penanda estafet kepemimpinan yang kuat, sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi di antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, Forkopimda, hingga seluruh elemen masyarakat. AKBP Adhitya Octorio Putra, yang telah mengabdikan diri selama satu tahun empat bulan, kini melanjutkan estafet pengabdiannya sebagai Kapolres Kupang Kabupaten. Sementara itu, Polres Flores Timur menyambut AKBP Gede Putra Yase, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur Binopsnal Ditpolairud Polda NTT.
| Sumber: Pixabay |
Namun, yang paling menarik perhatian dan mungkin meninggalkan kesan mendalam adalah tradisi Pedang Pora yang mengiringi pelepasan AKBP Adhitya Octorio Putra. Sebuah tradisi yang unik, sakral, dan sarat dengan nilai-nilai luhur kepolisian.
Makna di Balik Pedang Pora
Apa sebenarnya Pedang Pora itu? Mengapa ia begitu istimewa? Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, menjelaskan bahwa Pedang Pora merupakan bagian dari budaya organisasi Polri. Tradisi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan simbol penghargaan tertinggi atas dedikasi, pengabdian, dan kepemimpinan seorang perwira yang telah menyelesaikan tugasnya pada suatu kesatuan.
Secara harfiah, "Pedang Pora" berasal dari kata "Pedang" dan "Pura" atau "Pora", yang dalam bahasa Sanskerta berarti "gerbang" atau "gapura". Dalam konteks upacara ini, jajaran perwira Polres Flores Timur membentuk sebuah gapura dengan pedang terhunus. Gapura ini menjadi jalur simbolis yang dilalui oleh AKBP Adhitya Octorio Putra saat meninggalkan markas kepolisian, seolah mengantarnya menuju babak baru dalam kariernya.
Prosesi Pedang Pora ini diawali dengan AKBP Adhitya yang melintasi barisan pedang yang terangkat. Ia menyapa personel yang berdiri memberikan penghormatan, disertai jabat tangan dan pelukan persaudaraan, menciptakan suasana haru namun tetap akrab. Tradisi ini adalah bentuk kekeluargaan, pengakuan atas pengabdian, dan doa terbaik dari rekan-rekan sejawat untuk langkah selanjutnya.
Lebih dari Sekadar Seremoni
AKP Eliezer A. Kalelado menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah dinamika organisasi yang wajar di Polri. Namun, dengan adanya tradisi seperti Pedang Pora, prosesi ini menjadi lebih bermakna. Ini bukan hanya tentang perpindahan estafet tugas, tetapi juga tentang bagaimana institusi menghargai setiap kontribusi anggotanya.
Tradisi ini mengingatkan kita bahwa di balik seragam dan tugas berat, ada ikatan emosional dan rasa kekeluargaan yang kuat di antara para anggota Polri. Pedang yang saling bertemu di puncak formasi, misalnya, melambangkan penyatuan dua hati dalam pengabdian, sekaligus komitmen kolektif untuk mendukung perjalanan karier dan pribadi rekan mereka.
Pergantian kepemimpinan di Polres Flores Timur ini diharapkan tidak hanya menjaga kesinambungan program kerja, tetapi juga membawa semangat baru dalam pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya serah terima memori jabatan, pengalaman dan capaian dari kepemimpinan sebelumnya dapat menjadi pijakan berharga bagi AKBP Gede Putra Yase dalam merumuskan strategi ke depan.
Penutup yang Penuh Makna
Pelepasan AKBP Adhitya Octorio Putra melalui tradisi Pedang Pora menjadi sebuah penutup yang indah dan penuh hormat atas masa jabatannya di Flores Timur. Ini adalah pengingat bahwa setiap pengabdian memiliki nilai, dan setiap perpindahan adalah sebuah babak baru yang patut dirayakan dengan penuh makna. Semangat pengabdian dan soliditas keluarga besar Polres Flores Timur diharapkan terus terjaga, baik dalam kepemimpinan yang lama maupun yang baru.
Source: https://rri.co.id/regional/360886/tradisi-pedang-pora-iringi-pelepasan-kapolres-flores-timur
#Pedang Pora #Polres Flores Timur #Tradisi Polri