BUGALIMA - Sebuah kabar gembira datang dari ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Flores Timur berhasil mencatat sejarah baru dengan angka nol kematian ibu dan bayi sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Sebuah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi, terutama mengingat tantangan geografis dan potensi bencana yang selalu mengintai wilayah kepulauan ini. Angka nol ini bukan sekadar statistik, melainkan buah dari kerja keras, inovasi, dan komitmen tak kenal lelah dari seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah.
Kilas Balik: Perjalanan Menuju Nol Kematian Ibu dan Bayi
| Sumber: Pixabay |
Selama bertahun-tahun, isu kematian ibu dan bayi menjadi perhatian serius di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali Flores Timur. Data dari Pusat Riset Kesehatan UGM menunjukkan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, angka kematian ibu dan bayi di Flores Timur masih fluktuatif, dengan berbagai faktor penyebab mulai dari kekurangan gizi, kesulitan akses kesehatan akibat bentang alam, hingga pengaruh sosial terkait preferensi pengobatan tradisional. Kondisi geografis yang khas, dengan pulau-pulau dan jarak tempuh yang tidak sedikit, memang menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan kesehatan. Belum lagi ancaman bencana alam seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi yang kerap melanda wilayah NTT, termasuk Flores Timur.
Namun, semangat untuk memberikan yang terbaik bagi generasi penerus tak pernah padam. Pemerintah Kabupaten Flores Timur, bersama dengan Dinas Kesehatan, terus berupaya melakukan inovasi. Salah satu program yang menjadi tonggak penting adalah "Program 2H2 Center" yang telah berdiri sejak tahun 2010. Program ini diinisiasi sebagai upaya cerdas untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Jika pada tahun 2009 angka kematian ibu dan bayi tercatat 14 orang, berkat program ini, pada tahun 2012 angka tersebut berhasil ditekan menjadi 7 orang. Sebuah kemajuan signifikan yang membuktikan bahwa intervensi yang tepat sasaran dapat memberikan dampak nyata.
Tahun 2026 ini, upaya tersebut tampaknya membuahkan hasil yang lebih membanggakan lagi. Angka nol kematian ibu dan bayi hingga Agustus 2026 menjadi bukti nyata dari kesinambungan pelayanan dan dedikasi para tenaga kesehatan, baik di fasilitas kesehatan maupun di lapangan. Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, menyampaikan bahwa capaian ini adalah indikator kemajuan yang pesat dalam pelayanan kesehatan di wilayahnya. "Ini artinya ada banyak kemajuan dalam berbagai hal," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan upaya kolektif.
Inovasi Berkelanjutan: GO CINTA 2H2 dan Project Mentari
Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Pemerintah daerah terus menjalankan berbagai inovasi untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi, sekaligus mengatasi persoalan stunting. Salah satu inovasi yang disebutkan adalah program GO CINTA 2H2, yang secara spesifik diarahkan untuk memperkuat upaya penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Selain itu, dukungan dari pemerintah asing pun turut memperkuat upaya ini. Melalui "Project Mentari Adaptif dan Ketahanan Layanan Kebidanan di NTT dalam Menghadapi Bencana dan Perubahan Iklim," Pemerintah Australia memberikan dukungan signifikan untuk penguatan ketahanan layanan kesehatan ibu dan bayi di Flores Timur. Program ini dirancang agar pelayanan kesehatan reproduksi, maternal, dan neonatal tetap berjalan optimal, bahkan di tengah situasi bencana alam maupun dampak perubahan iklim. Acting Counsellor for Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Elena Martin Avila, menekankan pentingnya membangun sistem kesehatan yang tangguh dan adaptif, terutama mengingat wilayah Flores memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Gempa bumi yang terjadi pada Agustus 2026 menjadi pengingat kuat akan urgensi kesiapsiagaan layanan kesehatan.
Project Mentari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bidan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan, bahkan ketika akses maupun infrastruktur kesehatan mengalami gangguan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang juga berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, terutama para bidan.
Tantangan di Balik Angka Nol
Meskipun angka nol kematian ibu dan bayi patut dirayakan, bukan berarti tantangan telah berakhir. Bupati Anton Doni Dihen sendiri mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak boleh berhenti pada pencapaian ini. Kondisi geografis Flores Timur yang unik dengan potensi bencana alam, seperti gempa bumi dan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, menuntut sistem pelayanan yang mampu beradaptasi dan tetap berjalan dalam situasi darurat.
Mempertahankan Prestasi di Tengah Kerentanan
Upaya mempertahankan angka nol ini memerlukan strategi yang komprehensif. Penguatan sistem rujukan yang efektif, peningkatan ketersediaan dan kualitas sarana prasarana kesehatan di daerah terpencil, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin dan kesadaran akan tanda-tanda bahaya tetap menjadi kunci.
Dinas Kesehatan Flores Timur sendiri terus berupaya meminimalisir AKI dan AKB hingga mencapai angka nol secara berkelanjutan. Kegiatan diseminasi hasil pengkajian oleh dokter ahli untuk mengetahui faktor penyebab kematian ibu dan bayi terus dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para kepala puskesmas agar lebih matang dalam mengatasi kejadian luar biasa. Pentingnya perempuan hamil untuk rutin kontrol ke fasilitas kesehatan dan membaca buku KIA agar mengenal tanda-tanda bahaya sedini mungkin juga terus digalakkan.
Selain itu, mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama juga menjadi fokus. Program GO CINTA 2H2 menjadi salah satu upaya strategis untuk menekan angka stunting bersamaan dengan penurunan AKI dan AKB.
Flores Timur telah menunjukkan bahwa dengan komitmen, inovasi, dan kolaborasi, angka nol kematian ibu dan bayi bukanlah mimpi di siang bolong. Namun, perjalanan ini masih panjang. Menjaga keberlanjutan prestasi ini sambil terus menghadapi tantangan geografis dan bencana adalah tugas kita bersama. Semangat "Nol Kematian Ibu dan Bayi" harus terus digaungkan, bukan hanya sebagai capaian, tetapi sebagai fondasi untuk membangun generasi Flores Timur yang lebih sehat dan sejahtera di masa depan.
Source: RRI.co.id
#Kesehatan Ibu dan Anak #Flores Timur #Prestasi Kesehatan