Wabup Manggarai Timur Bantah Camat Ditekan BNPB, Ini Klarifikasi Lengkapnya

BUGALIMA - Gelombang informasi pascabencana memang seringkali berliku. Terlebih di era digital ini, satu video bisa memicu riuh rendah yang belum tentu sepenuhnya benar. Begitulah yang terjadi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini. Sebuah video yang beredar menampilkan seorang camat yang tampak emosional, bahkan nyaris adu mulut dengan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sang camat menuduh adanya tekanan dari BNPB terkait proses pencairan bantuan gempa. Namun, klarifikasi segera datang dari Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, yang dengan tegas membantah narasi miring tersebut.

Kejadian bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, menunjukkan ketidakpuasan saat proses penyerahan bantuan logistik pasca-gempa. Dalam video tersebut, Agustinus terlihat geram dan menunjuk-nunjuk petugas BNPB, bahkan sempat membanting karung beras. Ia mengaku merasa ditekan oleh petugas BNPB untuk segera menandatangani berita acara penerimaan bantuan. Pernyataan ini sontak menimbulkan berbagai spekulasi dan narasi negatif di media sosial, seolah-olah BNPB tidak profesional dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Sumber: Pixabay

Namun, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, dengan sigap meredam gejolak informasi tersebut. Melalui keterangan resminya, Tarsisius menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam terkait kejadian itu. Hasil penelusuran tersebut memastikan bahwa klaim adanya tekanan dari BNPB kepada Camat Lamba Leda Utara adalah tidak benar. "Setelah kami melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut, tidak benar bahwa ada tekanan dari BNPB kepada Camat Lamba Leda Utara. Termasuk dalam proses penandatanganan berita acara, tidak ada pemaksaan dari petugas BNPB," tegas Tarsisius.

Tarsisius menjelaskan lebih lanjut bahwa kehadiran petugas BNPB di lapangan adalah murni untuk memastikan bantuan logistik, tenda, perbekalan, dan kebutuhan lainnya tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang terdampak gempa. Proses penandatanganan berita acara, menurutnya, adalah bagian dari administrasi standar operasional prosedur (SOP) sebagai bentuk pertanggungjawaban penyaluran bantuan, bukan merupakan bentuk tekanan. Ia menyayangkan sikap emosional camat yang beredar di publik, karena dinilai dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap upaya BNPB dan tim gabungan dalam membantu penanganan bencana.

Gempa Dahsyat, Kerusakan Masif di Manggarai Timur

Perlu diingat, Manggarai Timur adalah salah satu daerah yang paling parah terdampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Gempa ini meninggalkan luka mendalam berupa kerusakan infrastruktur yang masif. Data yang terus diperbarui menunjukkan betapa parahnya dampak bencana ini.

Rincian Kerusakan yang Mengerikan

Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat ribuan infrastruktur mengalami kerusakan. Data Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur pada 25 Agustus 2026 menyebutkan sebanyak 21.288 infrastruktur terdampak. Dominasi kerusakan tertinggi adalah rumah warga, yang mencapai 20.520 unit. Namun, gempa ini juga tidak pandang bulu, menghantam fasilitas publik dan dasar masyarakat.

Rincian kerusakan yang tercatat meliputi: * Sekolah: 305 unit rusak. * Rumah Ibadat: 117 unit rusak. * Fasilitas Pemerintah: 94 unit rusak. * Jembatan: 62 unit rusak. * Puskesmas: 54 unit rusak. * Jalan: 92 ruas jalan terdampak. * Jaringan Irigasi: 22 unit rusak. * Sarana Air Minum: 22 titik rusak.

Kecamatan Lamba Leda Utara, yang menjadi lokasi insiden video viral tersebut, tercatat sebagai wilayah dengan jumlah infrastruktur rusak terbanyak, yakni 3.255 unit. Kerusakan di Lamba Leda Utara meliputi 3.190 rumah, 15 ruas jalan, enam jembatan, dua jaringan irigasi, 20 sekolah, lima puskesmas, sembilan rumah ibadat, enam fasilitas pemerintah, dan dua titik sarana air minum.

Sebelumnya, data lain yang dirilis pada 18 Agustus 2026, juga menunjukkan skala kerusakan yang mengerikan, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara itu, data per 23 Agustus 2026 mencatat total 53.971 rumah warga mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak gempa Flores, dengan Manggarai Timur menjadi yang terparah dengan 17.039 unit rumah rusak.

Upaya Penanganan dan Pemulihan Berjalan

Di tengah situasi sulit ini, upaya penanganan dan pemulihan terus digencarkan oleh berbagai pihak. BNPB, bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, bekerja keras mempercepat penanganan pascagempa. Fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar, verifikasi data kerusakan, serta persiapan transisi dari masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga telah menjabarkan langkah-langkah prioritas penanganan, termasuk mempercepat pemulihan jaringan listrik, penyaluran logistik, dan dukungan tenaga medis. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, TNI Angkatan Laut (dengan mengerahkan RS Terapung KRI dr. Soeharso), serta PLN untuk pemulihan listrik.

BNPB menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menekankan pentingnya penanganan yang cepat, tepat, dan berbasis data, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan proses rehabilitasi serta pemulihan segera dimulai. "Yang terpenting masyarakat tahunya rumahnya yang rusak itu diperbaiki dengan bantuan dari negara. Kalau ada yang sudah selesai, ajukan, proses. Jadi jangan sampai masyarakat terlalu lama tinggal di tenda. Kita harus segera masuk ke transisi," tegas Suharyanto.

Kejadian viral yang melibatkan Camat Lamba Leda Utara menjadi pengingat bahwa di tengah upaya pemulihan yang kompleks, komunikasi dan koordinasi yang baik antar semua pihak menjadi kunci utama. Narasi yang beredar harus selalu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan hambatan dalam penyaluran bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Manggarai Timur.

Source: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260826091939-20-523567/wabup-manggarai-timur-bantah-camat-ditekan-bnpb-soal-bantuan-gempa



#Gempa NTT #Manggarai Timur #BNPB

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama