BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang seringkali terasa individualistis, ada secercah kehangatan yang disebarkan oleh sosok Julie Sutrisno Laiskodat. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini kembali menunjukkan kepeduliannya yang mendalam kepada masyarakat di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Julie Laiskodat menyalurkan bantuan 12 ekor sapi kurban yang akan didistribusikan ke sejumlah masjid, yayasan sosial, dan komunitas masyarakat yang membutuhkan di Pulau Flores, Pulau Lembata, dan Pulau Alor.
Ini bukan sekadar soal pembagian daging kurban. Lebih dari itu, aksi nyata ini merupakan wujud penguatan solidaritas sosial, peneguhan toleransi antarumat beragama, dan tentu saja, upaya untuk membantu masyarakat merayakan salah satu hari besar keagamaan umat Islam dengan penuh sukacita. Julie Laiskodat menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya tentang ritual ibadah, melainkan sebuah momentum universal untuk merefleksikan nilai-nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan. "Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah keagamaan, melainkan momentum universal untuk merefleksikan nilai-nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan, "Melalui penyerahan dua belas ekor sapi kurban ini, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dan meringankan beban sesama, sekaligus memperkuat fondasi kebersamaan serta toleransi yang telah mengakar kuat di bumi Nusa Tenggara Timur." Pernyataan ini bukan sekadar retorika politik. Ini adalah cerminan dari semangat Partai NasDem yang kerap menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial. DPP Partai NasDem sendiri juga rutin menggelar kegiatan kurban sebagai bentuk ketaatan dan cinta kasih kepada sesama, serta mempererat solidaritas kader dan masyarakat.
Menggali Makna Kurban Lebih Dalam
Ibadah kurban, sebagaimana dipahami oleh banyak pihak, memiliki makna yang jauh melampaui sekadar menyembelih hewan. Subardi, seorang anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI, pernah menyampaikan bahwa makna berkurban adalah kepedulian dan solidaritas. Esensi dari ibadah ini adalah pembentukan pribadi yang soleh, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan berkurban, seseorang diajak untuk "memotong sifat-sifat hewani" dan mengorbankan sesuatu demi kemaslahatan masyarakat.
Dalam konteks penyaluran sapi kurban oleh Julie Laiskodat, makna ini terwujud nyata. Bantuan yang diberikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan semata, tetapi juga untuk memperkuat jalinan sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat NTT yang dikenal dengan keberagamannya.
Kurban sebagai Pengungkit Ketahanan Ekonomi Masyarakat
Menariknya, Julie Laiskodat, yang juga merupakan legislator di Komisi XI DPR RI membidangi keuangan dan perbankan, melihat adanya keterkaitan erat antara kegiatan sosial-keagamaan seperti kurban dengan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput. Menurutnya, distribusi daging kurban secara langsung membantu pemenuhan gizi masyarakat, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan kesejahteraan sosial.
Ini adalah pandangan yang holistik. Kurban tidak hanya dilihat dari sisi ibadah vertikal kepada Tuhan, tetapi juga memiliki dimensi horizontal yang menyentuh aspek ekonomi dan kesejahteraan. Ketika masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizinya, produktivitas mereka pun dapat meningkat, yang secara agregat akan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah.
Toleransi dan Solidaritas Lintas Agama
NTT adalah potret keberagaman Indonesia. Di tengah keragaman suku, budaya, dan agama tersebut, semangat toleransi dan solidaritas menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan. Aksi penyaluran sapi kurban oleh Julie Laiskodat ini menjadi bukti nyata bahwa Partai NasDem berkomitmen untuk merawat dan memperkuat nilai-nilai tersebut.
Meskipun Idul Adha adalah hari raya bagi umat Muslim, bantuan kurban yang disalurkan oleh Julie Laiskodat mencakup berbagai elemen masyarakat, tidak terbatas pada umat Islam saja. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian tidak mengenal sekat agama. Justru, momen Idul Adha dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan dan saling mendukung antar sesama anak bangsa.
Di Kabupaten Flores Timur, misalnya, bantuan satu ekor sapi kurban diserahkan kepada Panitia Hewan Kurban Masjid Agung Shuhada Larantuka. Penyerahan ini dilakukan oleh Ketua Rumah Relawan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Flores Timur, Hj. Ummi Aminah, yang menegaskan bahwa bantuan ini adalah yang pertama kali diberikan kepada masjid tersebut, meskipun sebelumnya Julie Laiskodat juga telah memberikan berbagai bentuk kepedulian, seperti bantuan sembako kepada warga muslim. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Alor, di mana Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor, Deni Padabang, menyerahkan langsung satu ekor sapi kurban jantan berukuran besar kepada panitia penerimaan hewan kurban Masjid Jihadul Haq Bota.
Harapan untuk Masa Depan
Julie Laiskodat berharap melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat terus menjaga semangat kebinekaan, gotong royong, serta saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah di masa depan. Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi pengingat bahwa di balik agenda politik dan pemerintahan, ada tugas mulia untuk melayani dan mengabdi kepada rakyat, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan membangun jembatan persaudaraan di antara sesama.
Penyaluran 12 sapi kurban ini bukan hanya sekadar laporan berita. Ini adalah narasi tentang kepedulian, tentang toleransi yang hidup, dan tentang solidaritas yang menguatkan. Ini adalah potret Partai NasDem yang hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan kebijakan publik, tetapi juga dalam momen-momen penting kehidupan, membawa kebaikan dan harapan.
#Julie Laiskodat #Kurban Partai NasDem #Toleransi dan Solidaritas