BUGALIMA - Ada kalanya, sebuah bencana alam meninggalkan luka yang begitu dalam. Tak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan harapan dan keceriaan. Namun, di tengah puing-puing kesedihan itu, selalu ada uluran tangan kemanusiaan yang datang membawa secercah cahaya. Itulah yang terjadi di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah yang sempat diluluhlantakkan oleh gempa bumi hebat ini, kini perlahan bangkit dari duka, disambut oleh senyum penuh haru berkat kehadiran Lembaga Manajemen Infak (LMI) yang menyalurkan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Bayangkan saja, Idul Adha dirayakan di dalam tenda-tenda darurat. Rumah-rumah hancur rata dengan tanah. Keterbatasan menjadi teman sehari-hari. Itulah realitas pahit yang harus dihadapi warga Adonara Timur pasca gempa. Gempa yang melanda wilayah ini meninggalkan dampak yang sangat parah, merusak ribuan rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya. Kota Maumere sendiri mengalami kerusakan masif, dengan lebih dari seribu bangunan hancur lebur. Di Desa Terong, misalnya, ratusan rumah dilaporkan rusak berat dan ringan. Kondisi ini tentu saja membuat perayaan Idul Adha terasa berbeda, jauh dari kemeriahan yang seharusnya.
| Sumber: Pixabay |
Namun, jangan pernah meremehkan kekuatan semangat dan kepedulian. Meski dalam keterbatasan, antusiasme warga Desa Terong untuk menyambut hewan kurban dari LMI tidak surut sedikit pun. Mereka berkumpul di area pemukiman terdampak, menanti momen berbagi kebahagiaan di hari yang istimewa. Kehadiran LMI di tengah-tengah mereka bukan sekadar menyalurkan hewan kurban, tetapi juga menjadi simbol pemulihan trauma dan pengembalian keceriaan.
"Pasca terjadinya bencana gempa bumi yang melanda Adonara Timur, khususnya Desa Terong, wilayah ini menjadi salah satu desa yang terdampak cukup sangat parah," ujar Aldi, PJ Lapangan LMI. "Namun, duka kemarin kini kita rubah menjadi rasa bahagia, karena di mana ini adalah hari istimewa bagi umat muslim," tambahnya. Pernyataan ini begitu lugas, namun sarat makna. Ini menunjukkan bahwa di tengah kepedihan, harapan itu tetap ada. LMI hadir bukan hanya untuk memberi makan, tetapi untuk memberi semangat, untuk mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian.
Peran LMI dalam Memulihkan Semangat
Lembaga Manajemen Infaq (LMI) memang dikenal luas dalam kiprahnya menyalurkan bantuan hingga ke pelosok negeri, bahkan ke daerah-daerah rawan bencana. Program kurban LMI bukan hanya sekadar ibadah tahunan, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan bentuk kepedulian sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Melalui program ini, LMI berupaya menghadirkan protein hewani terbaik bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menyalakan kembali api harapan untuk bangkit.
Dalam kasus gempa Flores Timur, LMI bergerak cepat melalui tim Relawan Penanggulangan Bencana (RNPB) untuk menyalurkan bantuan darurat. Tak hanya hewan kurban, tetapi juga kebutuhan dasar seperti sembako, air bersih, perlengkapan tidur, dan terpal. Ini menunjukkan komitmen LMI yang tidak setengah-setengah dalam membantu para penyintas. Mereka hadir tidak hanya di saat perayaan, tetapi juga di masa-masa krisis yang paling membutuhkan.
Proses distribusi daging kurban pun dilakukan secara cermat, mengetuk pintu-pintu tenda darurat, mengantarkan paket protein terbaik. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah reruntuhan akibat gempa, kepedulian dan kemanusiaan tetap berdiri kokoh. Momen Idul Adha di tanah Adonara kali ini menjadi saksi bisu betapa kuatnya solidaritas antar sesama.
Dampak Gempa dan Upaya Pemulihan
Gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Desember 2021 lalu meninggalkan catatan kelam. Gempa bermagnitudo 7,5 Skala Richter ini tak hanya menimbulkan kerusakan fisik yang masif, tetapi juga trauma mendalam bagi masyarakat yang pernah merasakan dahsyatnya gempa dan tsunami tahun 1992. Kabupaten Sikka, Ngada, Ende, dan Flores Timur menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Lebih dari 18.000 rumah hancur, belum termasuk sekolah, tempat ibadah, dan bangunan lainnya.
Meskipun gempa yang terjadi di Flores Timur pada April 2026 lalu memiliki magnitudo yang lebih kecil (4,7 SR), dampaknya tetap signifikan, terutama di Kecamatan Adonara Timur. Ratusan rumah rusak, ribuan jiwa mengungsi, dan fasilitas umum pun tak luput dari kerusakan. Gempa susulan yang terus terjadi menambah rasa trauma dan kecemasan masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, bantuan dari lembaga seperti LMI menjadi sangat krusial. Bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga dukungan moral yang tak ternilai harganya. Dengan menyalurkan hewan kurban, LMI tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan umat Muslim, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan harapan di tengah kesulitan.
Spirit Idul Adha, Spirit Berbagi
Idul Adha adalah momen untuk merayakan pengorbanan dan berbagi. Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT menjadi inspirasi bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dan di Flores Timur, LMI menerjemahkan semangat ini dengan nyata. Mereka berani berkorban waktu, tenaga, dan sumber daya untuk memastikan bahwa kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan oleh para penyintas gempa.
Tindakan LMI ini selaras dengan komitmen mereka untuk mendistribusikan kurban hingga ke pelosok negeri. Baik itu daerah terpencil, tertinggal, miskin, rawan gizi, negara konflik, rawan bencana, hingga daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Flores Timur, dengan segala ujiannya, menjadi salah satu bukti nyata dari dedikasi LMI.
Kisah penyaluran hewan kurban LMI untuk penyintas gempa Flores Timur ini bukan hanya sekadar berita. Ini adalah cerita tentang kemanusiaan, tentang solidaritas, tentang bagaimana secercah kebaikan dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Di tengah duka, ada tawa. Di tengah reruntuhan, ada harapan. Semua berkat uluran tangan para donatur dan kerja keras lembaga seperti LMI.
Source: https://redaksi.duta.co/lmi-salurkan-hewan-kurban-untuk-penyintas-gempa-flores-timur/
#Kurban #Flores Timur #LMI