BUGALIMA - Denting persiapan semakin nyaring terdengar dari Kabupaten Flores Timur. Perhelatan akbar El Tari Memorial Cup (ETMC) 2026 semakin dekat, dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur tidak main-main dalam mematangkan setiap detailnya. Sebuah rapat persiapan yang dipimpin langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, telah digelar pada Selasa, 9 Juni 2026, di ruang rapat bupati. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola bergengsi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dengan sukses dan berkesan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial untuk menentukan pucuk pimpinan kepanitiaan. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, dengan segala kapabilitas dan pengalamannya, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Panitia ETMC Flores Timur 2026. Penunjukan ini tentu bukan tanpa alasan. Pengalaman Ignasius Boli dalam memimpin berbagai program pembangunan dan kemasyarakatan di Flores Timur diharapkan dapat membawa angin segar dan efektivitas dalam pengelolaan seluruh rangkaian acara. Susunan kepanitiaan yang lebih rinci masih dalam tahap penyempurnaan, namun fokus utama telah ditetapkan: membangun sebuah tim solid yang mampu mengkoordinasikan berbagai elemen demi kelancaran acara.
| Sumber: Pixabay |
Tak berhenti pada penentuan panitia, rapat tersebut juga menyelami berbagai kebutuhan teknis yang menjadi tulang punggung kesuksesan sebuah turnamen. Ketua KONI Flores Timur, Yitno Wada, memaparkan secara gamblang aspek-aspek krusial yang memerlukan perhatian serius. Kesiapan lapangan pertandingan, ketersediaan akomodasi yang nyaman bagi para peserta, kelancaran sistem transportasi, hingga jaminan keamanan selama turnamen berlangsung, semuanya menjadi prioritas utama. Tak lupa, aspek kuliner pun tak luput dari pembahasan, mengingat pentingnya menyediakan fasilitas yang memadai untuk menjaga stamina dan kenyamanan para pemain serta suporter yang akan berdatangan dari berbagai penjuru NTT.
Tiga lapangan telah diidentifikasi sebagai arena pertarungan para pesepak bola muda NTT: Lapangan Gawerato, Lapangan Ile Mandiri, dan Lapangan Ape Buan. Memang, diakui Yitno Wada, sejumlah fasilitas di ketiga lokasi tersebut masih memerlukan sentuhan perbaikan agar memenuhi standar penyelenggaraan turnamen sekelas ETMC. Namun, dengan rentang waktu persiapan yang masih tersedia sekitar lima bulan, optimisme menyelimuti. Yitno meyakini bahwa segala kekurangan akan dapat diatasi, dan lapangan-lapangan tersebut akan siap menyambut para bintang sepak bola masa depan NTT.
Bupati Doni Dihen sendiri memberikan arahan yang tegas namun memotivasi. Ia menekankan pentingnya kerja maksimal dari seluruh panitia agar penyelenggaraan ETMC 2026 tidak hanya sukses dari segi teknis, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi semua pihak yang terlibat. "Turnamen ini tidak boleh terkesan dipaksakan," tegas Bupati Doni Dihen, menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dan eksekusi yang cermat, meski terdapat berbagai tantangan.
Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, ETMC 2026 di Flores Timur juga berpotensi menjadi panggung promosi budaya dan pariwisata daerah. Ada gagasan menarik yang dilontarkan, yaitu pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penampilan Tarian Hedung yang melibatkan ratusan penari. Ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah upaya untuk mengangkat dan memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Flores Timur ke kancah yang lebih luas. Konsep "live in" bagi tim peserta, yang memungkinkan mereka merasakan kehidupan masyarakat desa di Adonara, juga menjadi inisiatif brilian untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah.
Keputusan Flores Timur untuk menjadi tuan rumah ETMC 2026 ini memang patut diapresiasi. Mengingat sebelumnya sempat menolak pada tahun 2022, kesiapan yang ditunjukkan kali ini menunjukkan kedewasaan dan komitmen yang lebih kuat. Hal ini juga didukung oleh kunjungan delegasi PSSI NTT yang memberikan dorongan tambahan. Yang menarik, keputusan untuk menjadi tuan rumah ini diambil dengan strategi pembiayaan yang kreatif, tidak mengandalkan sepenuhnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Flores Timur yang memang tidak dialokasikan untuk acara ini. Ini menunjukkan kesungguhan dan kemauan untuk mencari solusi inovatif melalui sponsorship, dukungan berbagai pihak, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan perbankan.
Semangat kolaborasi dan gotong royong tampaknya menjadi kunci utama dalam persiapan ETMC 2026. Seluruh elemen masyarakat Flores Timur, mulai dari pemerintah daerah, KONI, PSSI, hingga masyarakat umum, diharapkan dapat bersinergi untuk menyukseskan perhelatan ini. Keberhasilan ETMC 2026 tidak hanya akan menjadi prestasi olahraga, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM, serta penguatan identitas budaya Flores Timur.
Perhelatan ETMC 2026 di Flores Timur ini menjadi lebih dari sekadar turnamen sepak bola. Ia adalah cerminan dari semangat juang, kreativitas, dan kekayaan budaya masyarakat Flores Timur yang siap menyambut dunia. Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat, Flores Timur optimis dapat mempersembahkan sebuah ajang yang tidak hanya kompetitif di lapangan hijau, tetapi juga penuh makna di hati setiap peserta dan penonton.
Source: RRI.co.id
#ETMC 2026 #Flores Timur #Sepak Bola NTT