Lomba Kasidah Eka Sapta: Semarak Lansia, Syiar Islam, dan Eratnya Ukhuwah Warga

BUGALIMA - Di Kelurahan Eka Sapta, Kabupaten Flores Timur, sebuah pemandangan tak biasa menghiasi malam Rabu, 27 Mei 2026. Di tengah gemerlap syiar Islam, panggung seni kasidah antar-Rukun Warga (RW) bergema, bukan hanya oleh lantunan merdu, tetapi juga oleh semangat membara para peserta. Yang paling mencuri perhatian, mayoritas penampil adalah para ibu-ibu lansia, yang dengan penuh percaya diri dan antusiasme tinggi, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya dan melestarikan tradisi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Syuhada Eka Sapta ini, sejatinya lebih dari sekadar sebuah kompetisi. Ia adalah sebuah perayaan. Perayaan atas kekayaan budaya Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi, dan perayaan atas ikatan ukhuwah Islamiyah yang terjalin kuat di antara warga. Delapan grup kasidah perwakilan dari sepuluh RW yang ada di Eka Sapta, tampil menunjukkan kebolehan mereka. Antusiasme warga yang hadir pun tak kalah meriah, memadati area perlombaan, menjadi saksi bisu semangat para peserta.

Sumber: Pixabay

Umi Aisyah, Ketua Panitia sekaligus Ketua Majelis Taklim Syuhada Eka Sapta, mengungkapkan kegembiraannya atas partisipasi luar biasa ini. "Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Semangat tampilnya luar biasa meskipun rata-rata usianya sudah lanjut," ujarnya penuh haru. Beliau menambahkan bahwa para peserta lansia ini adalah bagian dari kelompok ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing. Kehadiran mereka tidak hanya membawa nuansa nostalgia, tetapi juga menjadi inspirasi. Mereka membuktikan bahwa semangat muda bisa terpancar dari siapa saja, tanpa memandang usia.

Seni Kasidah, Lebih dari Sekadar Hiburan

Menurut Umi Aisyah, kasidah bukan sekadar sarana hiburan semata. Lebih dari itu, seni ini adalah media dakwah yang efektif. Pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat, akrab, dan mudah diterima oleh masyarakat. Melalui lantunan shalawat dan syair-syair Islami, nilai-nilai luhur seperti religiusitas, akhlak mulia, dan kepedulian sosial diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri setiap warga.

Grup Kasidah RW 08 menjadi salah satu contoh nyata semangat kebangkitan ini. Dipimpin oleh Siti Aminah, grup ini tampil penuh percaya diri, membawa misi menghidupkan kembali aktivitas majelis taklim di lingkungan masjid mereka. "Grup saya sangat antusias karena selama ini tidak ada kegiatan yang diadakan di masjid. Sehingga mereka antusias menampilkan apa yang mereka inginkan, yaitu kasidah," ungkap Siti Aminah. Baginya, lomba kasidah ini adalah momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangkitkan kembali semangat kebersamaan yang mungkin sempat meredup. Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat terus diadakan secara rutin, menjadi wadah bagi para ibu untuk belajar bersama, saling mendukung, dan tidak merasa minder untuk aktif dalam kegiatan keagamaan.

Pererat Ukhuwah, Bangun Generasi Berkarakter

Lomba kasidah ini secara gamblang menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi perekat. Kehadiran peserta dari berbagai RW di Kelurahan Eka Sapta, menjadi bukti nyata upaya penguatan hubungan sosial dan kebersamaan. Melalui kompetisi ini, perbedaan antar-RW seolah melebur, digantikan oleh semangat persaudaraan dan kekeluargaan.

Lebih jauh lagi, Majelis Taklim Syuhada Eka Sapta tidak berpuas diri dengan kesuksesan lomba kasidah ini. Rencana untuk menggelar lomba azan dan hafiz Al-Qur'an bagi pelajar SD, SMP, dan SMA pada masa liburan sekolah mendatang, menunjukkan visi jangka panjang mereka dalam membina generasi muda. "Insyaallah ke depannya, rencananya di bulan 6 atau bulan 7 nanti bertepatan dengan libur panjang, kami akan mengadakan lomba azan tingkat SD, SMP, dan SMA, serta lomba hafiz Al-Qur'an," ujar Umi Aisyah.

Pemilihan waktu pada masa liburan sekolah adalah strategi jitu agar lebih banyak anak dan remaja dapat berpartisipasi tanpa mengganggu aktivitas belajar. Lomba azan dan hafiz Al-Qur'an ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter yang menanamkan nilai-nilai religius sejak usia dini. Dengan pendekatan yang positif dan kompetitif, generasi muda diharapkan semakin mencintai Al-Qur'an, memahami pentingnya syiar Islam, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berdaya saing.

Kegiatan seperti lomba kasidah ini, imbuh Umi Aisyah, menjadi pengingat bahwa tradisi seni Islam memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlakul karimah. Dukungan dari masyarakat, baik dalam bentuk partisipasi maupun apresiasi, adalah kunci keberlanjutan kegiatan-kegiatan positif semacam ini. Majelis Taklim Syuhada Eka Sapta bertekad menjadikan kegiatan keagamaan ini sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, demi memperkuat karakter generasi muda dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat Eka Sapta. Lomba ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan pada syiar Islam dapat menyatukan semua kalangan, dari yang muda hingga yang lansia.

Source: RRI.co.id



#Kasidah #Lansia #Ukhuwah Islamiyah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama