BUGALIMA - Di bawah terik matahari Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka tak sekadar menyalurkan listrik. Lebih dari itu, mereka menyalurkan energi kebaikan melalui pelayanan yang menyentuh hati, membumikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Sebuah inisiatif mulia ini diwujudkan melalui penguatan Program PS4 (Penampilan, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa) bagi seluruh petugas garda terdepan, baik di bidang pelayanan teknik maupun administrasi.
Momentum Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2026 lalu, menjadi penanda aksi nyata PLN ULP Larantuka untuk melampaui rutinitas teknis. Tujuannya sederhana namun mendalam: menyentuh hati masyarakat. Ini bukan sekadar tentang kWh yang mengalir ke rumah-rumah, melainkan tentang bagaimana kehadiran PLN dirasakan sebagai bagian dari solusi, membawa kehangatan, dan rasa aman. General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT), F. Eko Sulistiono, dengan tegas menyatakan bahwa semangat Pancasila harus tercermin dalam cara insan PLN memperlakukan masyarakat. "Pancasila mengajarkan kita tentang kemanusiaan yang adil dan beradab. Bagi PLN, hal itu diwujudkan dengan melayani setiap pelanggan tanpa membeda-bedakan, lewat tutur kata yang santun dan tindakan yang solutif," ujarnya. Pernyataannya ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah panduan moral yang membumi. Pelayanan kelistrikan, menurutnya, tidak boleh kaku, melainkan harus memiliki "jiwa" yang mengayomi.
| Sumber: Pixabay |
Menghidupkan Pancasila Melalui PS4
Program PS4, yang mencakup Penampilan, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa, menjadi kompas moral bagi para petugas PLN ULP Larantuka. Ini bukan sekadar teori pelayanan standar, melainkan sebuah filosofi yang diaplikasikan dalam keseharian. Bayangkan seorang petugas pelayanan teknik yang bergelut dengan peluh di bawah terik matahari Larantuka. Ia tidak hanya datang untuk memperbaiki meteran atau menyambung kabel, tetapi ia membawa senyum tulus, sapaan hangat, dan sikap yang penuh hormat. Ia hadir bukan hanya sebagai teknisi, tetapi sebagai perwakilan PLN yang peduli.
Manager PLN ULP Larantuka, Yuvenalis Irovanto Malar, menekankan bahwa kualitas pelayanan terbaik adalah perpaduan antara keandalan teknis dan keluhuran budi pekerti petugas saat berhadapan langsung dengan kendala warga di lapangan. Ini adalah perpaduan yang harmonis antara kemampuan teknis yang mumpuni dan sentuhan emosional yang humanis. Dalam sesi *refreshment* Program PS4, para petugas tidak hanya dibekali teori, tetapi juga dilatih melalui simulasi interaksi humanis dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi gangguan kelistrikan. Mereka diajarkan untuk tetap tenang, responsif, dan mampu menenangkan pelanggan yang mungkin sedang dilanda kecemasan. Ini adalah seni melayani yang melampaui batas-batas teknis semata.
Kemanusiaan dan Gotong Royong dalam Pelayanan
Nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong, yang merupakan inti dari Pancasila, coba dibumikan oleh PLN ULP Larantuka dalam setiap interaksi pelayanan. Ini berarti memahami bahwa di balik setiap panggilan layanan, ada individu dengan cerita, kekhawatiran, dan harapan mereka sendiri. Petugas PLN tidak hanya berhadapan dengan masalah teknis, tetapi dengan sesama manusia. Sikap empati, kesabaran, dan keinginan untuk benar-benar membantu menjadi kunci utama.
Ketika terjadi gangguan kelistrikan, misalnya, petugas tidak hanya datang untuk memperbaiki. Mereka juga memberikan penjelasan yang mudah dipahami, menunjukkan rasa prihatin atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, dan meyakinkan bahwa solusi sedang diupayakan. Sikap ini, sekecil apapun itu, dapat meredakan ketegangan dan membangun kepercayaan.
Dampak Pelayanan Humanis
Pelayanan yang humanis ini bukan sekadar program internal PLN, tetapi memiliki dampak nyata bagi masyarakat Larantuka. Dengan menerapkan PS4 secara konsisten, PLN ULP Larantuka berupaya memastikan bahwa kehadiran mereka tidak hanya membawa terang benderang, tetapi juga membawa kehangatan dan rasa nyaman. Senyum tulus dari petugas, sapaan ramah, dan sikap yang solutif dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap perusahaan listrik negara ini.
Inisiatif seperti ini juga sejalan dengan komitmen PLN untuk terus memberikan layanan kelistrikan yang optimal dan andal, serta memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan akses listrik, termasuk di daerah-daerah terpencil. Semangat gotong royong inilah yang mendasari setiap langkah PLN di lapangan agar setiap program kelistrikan memberikan manfaat yang benar-benar menyentuh aspek humanis masyarakat.
Kualitas pelayanan yang mengedepankan aspek kemanusiaan ini tentu akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat citra PLN sebagai BUMN yang peduli. Ketika masyarakat merasa dihargai, didengarkan, dan dilayani dengan tulus, maka hubungan antara PLN dan pelanggan akan menjadi lebih erat dan harmonis. Ini adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih berharga daripada sekadar angka-angka teknis.
Source: https://rri.co.id/kupang/daerah-3t/268300/pln-ulp-larantuka-berikan-pelayanan-listrik-humanis
#PLN #Pelayanan Listrik #Larantuka