Infrastruktur BAKTI: Internet Mendobrak Isolasi Digital di Flores Timur

BUGALIMA - Sebuah kisah perubahan yang luar biasa sedang terjadi di ujung timur Nusantara, tepatnya di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dulu, mencari sinyal telepon seluler di daerah ini layaknya mencari jarum di tumpukan jerami. Warga, pelajar, bahkan tenaga kesehatan harus berjuang keras, menempuh jarak berkilo-kilometer, bahkan ada yang terpaksa memanjat pohon demi mendapatkan secuil koneksi internet. Namun, kini, cerita itu perlahan berubah. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membuka isolasi digital dan membawa angin segar bagi kehidupan masyarakat Flores Timur.

Menerobos Batas Geografis Demi Sinyal

Sumber: Pixabay

Flores Timur, dengan kondisi geografisnya yang khas berupa kepulauan, pegunungan, dan kawasan rawan bencana, selalu menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan akses telekomunikasi. Sebelum kehadiran BAKTI, warga di desa-desa terpencil harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk bisa mengakses informasi, mengirim laporan, atau sekadar berkomunikasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, menceritakan betapa sulitnya kondisi tersebut. "Masyarakat kami atau teman-teman di sekolah, bahkan fasilitas kesehatan, Puskesmas, Pustu, harus menjangkau berkilometer-kilometer jarak untuk mendapatkan tempat bersinyal sehingga bisa mengakses informasi, memberikan laporan, menyampaikan data," ujarnya dalam acara BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta.

Kondisi yang lebih dramatis dialami oleh para pelajar dan guru di SMAN 1 Titehena. Kepala sekolahnya, Konradus Kudarto, bahkan pernah bercerita bahwa siswa dan guru terpaksa naik pohon demi mendapatkan sinyal. "Kadang naik pohon, karena di bawah tidak ada sinyal, jadi harus naik pohon," ungkapnya dengan nada getir namun kini diliputi kelegaan. Bayangkan saja, di era digital ini, proses belajar mengajar masih terkendala oleh ketiadaan sinyal.

Jaringan BAKTI: Pembawa Perubahan Nyata

Kini, berkat program BAKTI, enam Base Transceiver Station (BTS) telah dibangun di Flores Timur. Selain itu, sebanyak 262 fasilitas akses internet juga telah hadir di berbagai titik strategis, mulai dari kantor pemerintahan, desa, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Kehadiran infrastruktur ini bukan sekadar tentang sinyal, melainkan tentang membuka pintu akses terhadap informasi, pendidikan, kesehatan, dan bahkan peluang ekonomi.

Pendidikan: Dari Naik Pohon ke Ujian Online

Dampak paling signifikan terasa di sektor pendidikan. Dulu, kegiatan pembelajaran dan administrasi sekolah sangat bergantung pada metode konvensional yang memakan waktu dan tenaga. Kini, internet menjadi kebutuhan pokok. Sistem digitalisasi dalam kegiatan pembelajaran, administrasi, hingga penilaian menjadi hal yang lumrah. Kepala SMAN 1 Titehena, Konradus Kudarto, menceritakan momen penting pada tahun 2019 ketika sekolahnya berhasil melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk pertama kalinya berkat dukungan konektivitas internet dari BAKTI. "Itu 2019, kami pertama kali melaksanakan ujian nasional online. Itu kesuksesan pertama dan kebahagiaan tersendiri buat kami," kenangnya.

Namun, seiring dengan peningkatan akses, muncul pula tantangan baru. Keterbatasan bandwidth kini menjadi perhatian utama, terutama ketika seluruh siswa harus mengakses sistem ujian secara bersamaan. "Saya datang dengan harapan besar supaya ada peningkatan kapasitasnya," ujar Konradus, menunjukkan bahwa digitalisasi di bidang pendidikan terus berkembang dan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.

Layanan Kesehatan: Mempercepat Respons Bencana dan Rujukan

Sektor kesehatan juga merasakan transformasi digital berkat internet BAKTI. Puskesmas dan pustu (puskesmas pembantu) di kawasan terpencil kini dapat terhubung dengan jaringan rujukan medis yang lebih baik. Koordinasi dan penanganan medis pasien yang berada jauh dari fasilitas kesehatan pusat menjadi lebih mudah. Dalam kondisi darurat atau bencana alam, kecepatan akses informasi dan koordinasi menjadi kunci utama, dan internet BAKTI memainkan peran vital dalam hal ini. Kemampuan untuk mengirimkan data dan laporan secara digital juga mempermudah administrasi di fasilitas kesehatan.

Pemerintahan dan Ekonomi Lokal: Membuka Peluang Baru

Kehadiran infrastruktur internet BAKTI juga mendukung modernisasi layanan pemerintahan di Flores Timur. Kantor desa dan instansi pemerintah lainnya kini dapat memanfaatkan layanan berbasis elektronik. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat.

Lebih jauh lagi, konektivitas internet membuka peluang ekonomi baru bagi warga, terutama di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat ditingkatkan melalui pemasaran produk secara online, akses terhadap informasi pasar, serta kemudahan dalam transaksi. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sendiri telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi di wilayah 3T, dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan ekonomi masyarakat.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun dampak positif dari infrastruktur BAKTI sangat terasa, tantangan tetap ada. Peningkatan kapasitas bandwidth, seperti yang disuarakan oleh Kepala SMAN 1 Titehena, adalah salah satu isu krusial. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan infrastruktur digital pasca-konektivitas terbangun juga menjadi fokus penting. Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menekankan bahwa keberadaan sinyal tidak akan berdampak maksimal jika masyarakat dan instansi di daerah belum mampu menggunakannya secara optimal.

Prinsip pembangunan BAKTI mencakup empat aspek utama: keberlanjutan masyarakat (adopsi dan inklusi), kualitas layanan, skalabilitas UMKM, dan keberlanjutan industri. Keempat pilar ini menjadi panduan agar investasi publik dalam infrastruktur digital memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Perjalanan Flores Timur dalam mendobrak isolasi digital adalah bukti nyata betapa pentingnya akses internet di era modern. Infrastruktur yang dibangun oleh BAKTI bukan hanya tentang tiang dan kabel, melainkan tentang jembatan yang menghubungkan impian, pengetahuan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakatnya.

Source: antaranews.com



#Akses Internet #Flores Timur #Infrastruktur Digital

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama