Disparbud Flores Timur Selidiki Arca Dewa Siwa Misterius di Puncak Gunung Ile Mandiri

BUGALIMA - Kabar penemuan arca yang menyerupai Dewa Siwa di puncak Gunung Ile Mandiri, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah menggemparkan jagat maya. Penemuan tak terduga oleh sekelompok pendaki ini sontak memicu rasa penasaran banyak pihak, tak terkecuali Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur. Pihak Disparbud kini berencana untuk segera melakukan penelusuran lebih lanjut guna mengungkap misteri di balik keberadaan arca unik ini.

Penemuan ini berawal ketika rombongan pendaki yang berjumlah 28 orang, didampingi dua pemandu lokal, melakukan pendakian ke puncak Gunung Ile Mandiri pada Rabu, 12 Agustus 2026. Di tengah petualangan mereka, mata para pendaki tertuju pada sebuah patung yang berdiri kokoh di puncak. Berdasarkan penuturan salah seorang pendaki, Febby Leba, patung tersebut telah tertanam di sebuah batu dan area di sekitarnya telah dibersihkan dari rumput, sehingga membuat patung itu terlihat jelas. "Itu patung sudah ada di puncak dan dicor di batu, rumputnya sudah dibersihkan sehingga patungnya dapat terlihat dengan jelas seperti yang ada di foto itu," ujar Febby.

Sumber: Pixabay

Patung yang ditemukan itu disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Hal ini tentu saja memicu berbagai spekulasi dan diskusi di kalangan warganet. Pasalnya, ini bukanlah kali pertama penemuan benda arkeologi yang diduga berkaitan dengan sejarah di wilayah Flores Timur. Sebelumnya, warga juga pernah menemukan arca yang mirip dewa-dewi Hindu di perairan Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Disparbud Kabupaten Flores Timur, Hery Lamawuran, menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki data yang cukup mengenai penemuan arca tersebut. "Nantilah, kami akan mencari waktu untuk penelusuran lebih lanjut," ujar Hery. Ia pun belum dapat memastikan apakah arca ini memiliki kaitan dengan peninggalan bersejarah atau tidak. Senada dengan Hery, Kepala Bidang Kebudayaan/Pengembangan Seni dan Budaya Disparbud Flores Timur, Silvester Petara Hurit, juga mengaku belum bisa berkomentar banyak. "Apakah ini pahatan batu atau cetakan dan koneksi dengan benda atau struktur atau situs lain di sekitar atau tidak, belum ada info yang cukup," ungkap Silvester.

Jejak Arkeologi di Flores Timur yang Kaya

Penemuan arca di Gunung Ile Mandiri ini tentu saja menambah daftar panjang kekayaan arkeologi di Pulau Flores. Flores sendiri dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya budaya yang melimpah, mulai dari budaya tertua hingga tradisi yang masih lestari. Situs-situs arkeologi seperti Gua Liang Bua, yang pernah menjadi rumah bagi Homo Floresiensis, telah menarik perhatian para ilmuwan dari seluruh dunia.

Keberadaan arca-arca kuno di Flores Timur bukanlah hal yang sepenuhnya asing. Dewa Siwa sendiri merupakan salah satu dewa tertinggi dalam mitologi Hindu, yang dikenal sebagai dewa perusak sekaligus dewa pelebur. Dalam seni rupa Hindu, Dewa Siwa sering digambarkan dalam berbagai wujud dan atribut yang kaya makna. Banyak temuan arca Siwa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan betapa pentingnya figur Siwa dalam kebudayaan Hindu.

Di Indonesia, arca-arca Siwa memiliki beragam bentuk dan makna yang telah diinterpretasikan dalam kebudayaan masyarakat. Arca Siwa Mahadewa, misalnya, sering digambarkan bertangan empat, memegang trisula, aksamala, dan kamandalu. Arca-arca ini tidak hanya sekadar karya seni, tetapi juga memiliki peranan penting dalam kegiatan peribadatan dan diikat oleh sejumlah ketentuan.

Misteri dan Potensi Pariwisata

Penemuan arca di puncak Gunung Ile Mandiri ini membuka lembaran baru dalam kajian arkeologi di Flores Timur. Pertanyaan-pertanyaan mengenai siapa pembuatnya, kapan arca itu dibuat, dan apa tujuannya, tentu saja akan menjadi fokus penelusuran Disparbud. Apakah arca ini merupakan peninggalan dari kerajaan kuno yang pernah eksis di wilayah tersebut? Ataukah ada cerita lain di balik keberadaannya?.

Fenomena ini juga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya. Keunikan penemuan di lokasi yang cukup menantang seperti puncak gunung dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para wisatawan. Namun, tentu saja, segala upaya pengembangan harus tetap mengedepankan pelestarian cagar budaya dan penelitian ilmiah.

Disparbud Flores Timur memiliki tugas berat namun sekaligus menarik untuk mengungkap tabir misteri arca Dewa Siwa ini. Penelusuran yang mendalam tidak hanya akan menambah khazanah pengetahuan tentang sejarah dan budaya Flores, tetapi juga berpotensi memperkaya destinasi wisata sejarah dan budaya di Nusa Tenggara Timur. Kita patut menantikan hasil investigasi lebih lanjut dari tim Disparbud.

Source: detikcom



#Flores Timur #Arca Dewa Siwa #Gunung Ile Mandiri

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama