Polres Flores Timur Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama untuk Jaga Kerukunan dan Kedamaian

BUGALIMA - Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, menjaga kerukunan dan keharmonisan di masyarakat menjadi sebuah prioritas utama. Polres Flores Timur memahami betul peran sentral para tokoh agama dalam mewujudkan suasana yang kondusif. Oleh karena itu, institusi kepolisian di bawah kepemimpinan AKBP Gede Putra Yase ini secara konsisten memperkuat tali komunikasi dan sinergi dengan para pemuka agama di wilayahnya. Langkah proaktif ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah strategi mendalam untuk merawat persatuan dan kedamaian yang telah terjalin baik di Flores Timur.

Kunjungan Strategis ke Istana Keuskupan Larantuka

Sumber: Pixabay

Salah satu wujud nyata dari penguatan komunikasi ini adalah kunjungan Kapolres Flores Timur beserta jajarannya ke Istana Keuskupan Larantuka pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam pertemuan yang penuh kehangatan dengan Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Larantuka, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pentingnya kebersamaan masyarakat hingga upaya menjaga keamanan daerah. Kunjungan ini menunjukkan betapa Polres Flores Timur menempatkan dialog dan silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama.

AKP Eliezer A. Kalelado, Kasi Humas Polres Flores Timur, menegaskan bahwa komunikasi dengan tokoh agama merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya membangun kedamaian. "Hubungan yang terjalin dapat memperkuat sinergi kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga persatuan masyarakat Flores Timur," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tokoh agama memiliki peran strategis dalam merawat persaudaraan dan memberikan keteduhan di saat masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial. Dengan menjalin komunikasi yang erat, diharapkan terwujud kolaborasi yang solid antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Membangun Kedamaian Melalui Dialog dan Pendekatan Humanis

Upaya Polres Flores Timur dalam memperkuat komunikasi dengan tokoh agama bukanlah hal baru. Sejumlah kegiatan serupa telah gencar dilakukan, mencerminkan komitmen institusi ini untuk senantiasa merangkul berbagai lapisan masyarakat. Pada Agustus 2026, misalnya, Kapolres Flores Timur juga melakukan silaturahmi dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di beberapa wilayah. Kegiatan ini menekankan pendekatan dialogis untuk memperkuat persaudaraan dan komunikasi antarkelompok masyarakat.

Hal ini sejalan dengan filosofi pendekatan humanis yang diusung kepolisian, yaitu memastikan seluruh pihak memiliki ruang untuk berdialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara damai dan bermartabat. Kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat mendukung terciptanya rasa aman, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Di Adonara Timur, misalnya, Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase secara aktif merangkul tokoh masyarakat dan agama untuk memperkuat perdamaian pasca perselisihan antarwarga. Melalui silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemerintah desa, dibangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan untuk menjaga keamanan. Dukungan dari tokoh masyarakat dan agama dinilai sangat krusial dalam menjaga suasana tetap aman dan mendukung proses perdamaian.

Sinergi Lintas Elemen untuk Flores Timur yang Harmonis

Lebih dari sekadar menjaga ketertiban, Polres Flores Timur juga berperan aktif dalam pencegahan potensi konflik dan radikalisme. Pada Oktober 2022, misalnya, Sat Intelkam Polres Flores Timur melakukan penggalangan terhadap tokoh agama seperti Ustad Kahar Duli, Ketua PHBI Larantuka. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang dapat memecah belah persatuan umat beragama. Dalam pertemuan tersebut, tokoh agama menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kondusivitas lingkungan dan menolak segala bentuk kekerasan, isu SARA, serta berita bohong.

Polres Flores Timur juga menunjukkan komitmennya dalam penanganan konflik sosial. Melalui rapat koordinasi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, TNI, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga Tim Mediasi, Polres Flores Timur berupaya mencari solusi permanen atas konflik yang terjadi, seperti sengketa tanah ulayat di Adonara Timur. Pendekatan persuasif, dialog, mekanisme adat, serta penegakan hukum yang profesional menjadi kunci dalam penyelesaian konflik ini, demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kegiatan doa lintas agama yang digelar Polres Flores Timur, seperti pada Desember 2025 untuk korban bencana alam di Sumatra, juga menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian lintas elemen. Dengan melibatkan para tokoh agama dari berbagai keyakinan, Polres Flores Timur menunjukkan bahwa persatuan dan solidaritas dapat diwujudkan melalui kegiatan spiritual bersama.

Secara keseluruhan, berbagai inisiatif yang dilakukan Polres Flores Timur, mulai dari kunjungan ke tokoh agama, silaturahmi rutin, hingga partisipasi aktif dalam pencegahan konflik dan kegiatan sosial, mencerminkan strategi kepolisian yang komprehensif. Komunikasi yang kuat dengan tokoh agama tidak hanya penting untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga untuk merawat tenunan kebangsaan yang harmonis di Flores Timur. Ke depan, sinergi antara kepolisian dan tokoh agama diharapkan terus tumbuh, menjadi garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

Source: RRI.co.id



#kerukunan umat #tokoh agama #Polres Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama