Sekolah Rakyat: Harapan Baru Atasi Kemiskinan, Flores Timur dan Mamasa Siapkan Lahan

BUGALIMA - Kebijakan pendidikan gratis, yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto melalui program "Sekolah Rakyat", terus bergulir dan menyentuh daerah-daerah yang membutuhkan. Kali ini, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono secara tegas mendorong Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, untuk segera menyiapkan lahan yang memadai untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Dorongan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah strategis untuk memastikan program mulia ini dapat menjangkau seluruh pelosok negeri dan benar-benar menjadi alat pemutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Dalam pertemuan audiensi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (9/9/2026), Wamensos Agus Jabo Priyono menerima langsung Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Festiniwaty Paitonan. Pertemuan ini menegaskan kembali peran vital Sekolah Rakyat sebagai garda terdepan pemerintah dalam memberantas kemiskinan melalui jalur pendidikan. "Sekolah Rakyat ini kan upaya presiden menjawab anak-anak miskin ini supaya bisa sekolah. Jadi cara memutus transmisi kemiskinan antargenerasi ya sekolah, pendidikan, hanya itu. Kita memberikan mereka bekal ilmu," ujar Agus Jabo, menekankan esensi dari program ini.

Sumber: Pixabay

Flores Timur: Langkah Maju dengan Tanah Ulayat

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, memaparkan kesiapan pemerintah daerahnya dalam menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memproses pemanfaatan tanah ulayat seluas delapan hektare. Tanah ini, yang memiliki nilai adat dan budaya yang kuat, telah mendapatkan izin dari para tetua adat setempat untuk dialihfungsikan menjadi fasilitas pendidikan. Ini adalah langkah yang patut diapresiasi, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan visi pendidikan nasional.

Namun, Agus Jabo mengingatkan pentingnya aspek legalitas. Ia meminta Pemkab Flores Timur untuk segera mengurus sertifikat tanah. "Sertifikatnya diurus, pak, ya. Itu tetap harus ada penguatan ya, legitimasi dalam bentuk sertifikat. Tetapi sertifikat mungkin bisa berproses, pak. Ya artinya, bupati sekarang urus itu. Bisa enggak urus?" tanya Agus Jabo kepada Antonius, yang dijawab dengan mantap oleh bupati, "Bisa." Pengurusan sertifikat ini krusial sebagai landasan hukum yang kokoh untuk pembangunan Sekolah Rakyat, memastikan keberlanjutan dan keamanan aset pendidikan di masa depan.

Mamasa: Menuju Legalitas Lahan yang Kuat

Tidak berbeda dengan Flores Timur, Kabupaten Mamasa pun mendapat dorongan serupa dari Wamensos. Agus Jabo menekankan pentingnya Pemkab Mamasa untuk melengkapi persyaratan legalitas lahan, khususnya sertifikat tanah, sebelum lahan tersebut ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Festiniwaty Paitonan, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengusulkan sebuah lahan. Namun, lahan tersebut belum memenuhi syarat yang ditetapkan, sehingga saat ini Pemkab Mamasa tengah mempersiapkan lahan pengganti.

Ini menunjukkan bahwa proses persiapan lahan untuk Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar menyediakan tanah kosong, tetapi juga harus memenuhi standar dan persyaratan yang jelas. Kesiapan lahan yang matang, termasuk legalitasnya, akan menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan Sekolah Rakyat yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sekolah Rakyat: Jembatan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif ambisius Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan prasejahtera. Dengan target menjangkau jutaan anak di seluruh Indonesia, program ini hadir sebagai solusi nyata untuk memutus siklus kemiskinan yang seringkali diturunkan dari generasi ke generasi. Melalui pendidikan, anak-anak ini dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat, membuka pintu mereka menuju masa depan yang lebih cerah, baik sebagai pekerja terampil maupun sebagai mahasiswa di perguruan tinggi.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menginstruksikan percepatan realisasi program ini, dengan target mendirikan sedikitnya 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada tahun 2029. Program ini tidak hanya menawarkan pendidikan gratis, tetapi juga fasilitas boarding school yang memadai, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

Pentingnya kesiapan infrastruktur, termasuk lahan, menjadi kunci keberhasilan Sekolah Rakyat. Dengan dorongan yang diberikan kepada Flores Timur dan Mamasa, diharapkan kedua daerah ini dapat segera menuntaskan persiapan lahan, sehingga program Sekolah Rakyat dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak yang membutuhkan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa, karena mencerdaskan kehidupan bangsa adalah hak setiap warga negara, tanpa terkecuali.

Source: jogja.antaranews.com



#Sekolah Rakyat #Flores Timur #Mamasa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama