BUGALIMA - Di pesisir timur Pulau Flores, tepatnya di Desa Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, sebuah acara penuh makna telah digelar. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, pada Rabu, 26 Agustus 2026, menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Boleng ini menjadi bukti nyata semangat keislaman yang terus terjaga di wilayah yang dikenal dengan keindahan alam dan keragaman budayanya ini.
Desa Boleng sendiri memiliki catatan sejarah yang unik. Sebagai salah satu dari dua desa di Kecamatan Ile Boleng yang mayoritas penduduknya beragama Islam, desa ini memiliki tradisi yang kuat. Keberadaan "Batu Pusat Kampung" menjadi saksi bisu tegaknya adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas penduduknya memeluk Islam, nilai-nilai adat dan budaya tetap dijaga harmonis, mencerminkan kekayaan Indonesia yang sesungguhnya.
| Sumber: Pixabay |
Momentum Memperkuat Kecintaan dan Keteladanan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Boleng ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah sebuah momentum berharga untuk memperkuat kecintaan umat Islam kepada junjungan mereka, Nabi Muhammad SAW. Seperti yang ditekankan oleh berbagai pihak, termasuk Menteri Agama, Maulid Nabi adalah saat yang tepat untuk menghayati ajaran-ajaran luhur Rasulullah SAW.
Dalam acara tersebut, hadir pula para Penyuluh Agama Islam, Kepala KUA se-Kabupaten Flores Timur, majelis taklim, serta anak-anak sekolah dasar dan madrasah. Kehadiran beragam elemen masyarakat ini memberikan nuansa kebersamaan dan edukasi yang mendalam. Anak-anak sekolah dasar dan madrasah yang turut serta diharapkan dapat mengenal dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sejak usia dini. Ini adalah investasi penting untuk masa depan generasi penerus yang berkarakter islami.
Kementerian Agama RI sendiri, secara nasional, telah menyerukan untuk menyambut Rabiulawal 1448 Hijriah dengan penuh semangat. Melalui Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan, Kemenag menargetkan partisipasi jutaan umat Islam di seluruh Indonesia untuk berselawat. Gerakan ini bukan hanya tentang lantunan selawat, tetapi lebih jauh lagi, yaitu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan pada tanah air. Target 1.781.945 peserta dipilih sebagai simbol kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, yang menegaskan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW harus selaras dengan kecintaan pada bangsa dan negara.
Sinergi Kemenag dan Masyarakat untuk Kehidupan Keagamaan yang Lebih Baik
Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan masyarakat. "Mari kita bersama-sama membangun kehidupan keagamaan melalui sinergi antara Kementerian Agama dan masyarakat," ujarnya. Pernyataan ini mengandung makna yang dalam, bahwa kemajuan kehidupan beragama tidak bisa lepas dari kolaborasi aktif antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk penyuluh agama, KUA, lembaga pendidikan, dan majelis taklim.
Acara Maulid Nabi di Desa Boleng ini diawali dengan istighotsah yang dipimpin oleh Ustadz Syafii Syarif, memberikan nuansa spiritual yang kental. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan lokal berpadu dengan semangat peringatan hari besar Islam, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan.
Desa Boleng: Harmoni Islam dan Kearifan Lokal
Desa Boleng, yang terletak di Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, adalah sebuah permata di ujung timur NTT. Sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan pengrajin tenun ikat, yang mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir yang ulet. Uniknya, desa ini adalah salah satu dari dua desa di Ile Boleng yang 100% penduduknya beragama Islam. Keberagaman etnis dan suku yang ada di desa ini hidup berdampingan dengan rukun, diatur oleh tatanan adat yang telah disepakati bersama, yang disimbolkan dengan "Batu Pusat Kampung". Hal ini membuktikan bahwa Islam dan tradisi lokal dapat berjalan beriringan, menciptakan keharmonisan sosial yang patut diteladani.
Sejarah Desa Boleng, menurut tradisi lisan, berawal dari kakak beradik bernama Laba dan Geo yang hidup di lereng Gunung Ile Boleng. Laba kemudian menemukan tanah kosong di pesisir yang kini menjadi Desa Boleng. Kisah ini menunjukkan bagaimana perjalanan sejarah dan leluhur membentuk identitas suatu wilayah.
Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Modern
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat penting akan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ajaran tentang keadilan, toleransi, kasih sayang, dan persatuan, yang dicontohkan oleh Rasulullah saat membangun masyarakat Madinah, sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia saat ini. Terlebih lagi, di tengah berbagai tantangan, seperti bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur, semangat solidaritas dan kepedulian yang diajarkan Nabi Muhammad SAW menjadi semakin penting.
Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Desa Boleng ini adalah cerminan dari upaya Kemenag Flores Timur untuk terus mendorong pembinaan keagamaan. Dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, diharapkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dapat terus tumbuh dan berkembang, menjadikan masyarakat Flores Timur, dan Indonesia pada umumnya, semakin berakhlak mulia dan damai.
Source: https://rri.co.id/regional/438522/kemenag-flores-timur-gelar-maulid-nabi-1448-h-di-desa-boleng
#Maulid Nabi #Kemenag Flores Timur #Desa Boleng