BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk zaman yang serba cepat dan penuh tantangan, kesadaran akan pentingnya mendalami Sabda Tuhan menjadi semakin krusial. Di Kabupaten Flores Timur, semangat ini bergema kuat melalui kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026. Kali ini, fokus utama diarahkan pada pemberdayaan para katekis, guru pendidikan agama Katolik, dan penyuluh agama Katolik, yang tergabung dalam Forum Katekis Kabupaten Flores Timur. Mereka dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai Kitab Suci agar dapat menjadi fasilitator yang andal dalam membimbing umat.
Kegiatan pembekalan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur pada Senin, 24 Agustus 2026. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah investasi penting untuk penguatan iman umat Katolik di wilayah tersebut. Para peserta, yang notabene adalah garda terdepan dalam pelayanan iman, mendapatkan kesempatan berharga untuk bertukar pikiran dan memperdalam pemahaman mereka.
| Sumber: Pixabay |
Momentum Kebersamaan dan Pendalaman Iman
BKSN sejatinya adalah momentum berharga bagi umat Katolik untuk semakin mendekatkan diri dengan Kitab Suci. Hal ini ditekankan oleh Koordinator Forum Katekis Kabupaten Flores Timur, Dom Karwayu. Ia memandang BKSN sebagai sarana ampuh untuk menumbuhkan kecintaan umat pada Sabda Allah. Lebih dari itu, Dom Karwayu juga mengingatkan para katekis akan tugas perutusan mereka yang mulia. Melalui pelayanan dan pembinaan iman, para katekis diharapkan mampu menjadi jembatan antara Sabda Tuhan dan kehidupan umat sehari-hari. Peran katekis tidak bisa dipandang remeh; mereka adalah kunci dalam membantu umat memahami, mencintai, dan yang terpenting, menghidupi ajaran Kitab Suci.
"Para katekis tidak hanya dituntut memahami Kitab Suci, tetapi juga mampu menghidupinya dalam pelayanan," ujar Dom Karwayu, menegaskan esensi peran mereka. Ini berarti para katekis harus menjadi teladan hidup, merefleksikan nilai-nilai Alkitab dalam setiap tindakan dan perkataan mereka.
Tema BKSN 2026: Yesus Sang Guru Penuh Kuasa
Tema BKSN 2026, "Yesus Guru yang Penuh Kuasa, Wajah Yesus dalam Injil Matius," dipilih untuk memberikan arah pendalaman yang spesifik. Tema ini menjadi landasan bagi para fasilitator untuk diteruskan kepada umat secara kontekstual. Injil Matius, dengan fokusnya pada ajaran Yesus sebagai Sang Guru, menawarkan kekayaan luar biasa untuk direnungkan. Yesus digambarkan sebagai sosok yang memiliki otoritas, mengajarkan kebenaran, dan memberikan teladan hidup yang patut diikuti. Para katekis dibekali untuk mengupas tuntas makna kuasa Yesus, bukan sebagai kekuasaan duniawi, tetapi sebagai kuasa kasih, penyembuhan, dan keselamatan. Mereka diharapkan mampu membawa ajaran Yesus ini relevan dengan tantangan zaman modern, termasuk era digital yang penuh dengan disrupsi dan krisis moral.
Suster Ernesta, PRR, Delegatus Kitab Suci Keuskupan Larantuka, didaulat sebagai pemateri dalam kegiatan pembekalan ini. Ia membagikan pengetahuannya secara interaktif, melibatkan para katekis dalam dialog dan diskusi yang merangsang pemikiran. Pendekatan ini memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya terserap, tetapi juga dipahami secara mendalam dan dapat diaplikasikan dalam pelayanan. Suster Ernesta juga memberikan informasi terkini mengenai perkembangan terjemahan Alkitab, sebuah aspek penting dalam memastikan akurasi dan pemahaman teks suci.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Kasubag Tata Usaha Kemenag Flores Timur, Petrus Wai Leton, turut memberikan apresiasi atas peran Forum Katekis. Ia mengajak para peserta untuk mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores, menunjukkan kepedulian sosial yang melekat pada semangat keagamaan. Petrus menekankan bahwa BKSN seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka. Sebaliknya, BKSN harus menjadi kesempatan emas untuk menggali nilai-nilai religius dari Firman Tuhan yang dapat menjadi kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada umat.
Bagi umat Katolik, Kitab Suci bukan sekadar kumpulan cerita kuno, melainkan Sabda Tuhan yang hidup dan relevan. Ia adalah sumber inspirasi, panduan moral, dan penawar kegelisahan zaman. Dengan pendalaman yang mendalam dan reflektif, diharapkan ajaran dalam Kitab Suci dapat menjadi jangkar iman yang kokoh bagi masyarakat Flores Timur, terutama di tengah tantangan pemulihan pascabencana.
Peran Katekis di Era Digital
Di era digital yang serba terhubung ini, peran katekis menjadi semakin vital. Mereka dituntut untuk tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu mengadaptasinya dengan perkembangan teknologi dan gaya komunikasi masa kini. Para fasilitator BKSN 2026 diharapkan mampu menghadirkan Kitab Suci sebagai Sabda yang hidup melalui pelayanan dan kehidupan bersama umat, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Pendekatan katekese yang didaktis, filosofis, sekaligus pastoral humanis menjadi kunci agar pesan-pesan Injil dapat diterima dan dihayati oleh generasi muda yang akrab dengan dunia maya.
Kegiatan pembekalan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam menyukseskan BKSN 2026 di Flores Timur. Dengan para katekis yang terbekali dengan baik, diharapkan Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini akan menjadi momen yang penuh berkat, memperdalam iman, dan memperkuat persaudaraan di antara umat Katolik. Semangat mendalami Kitab Suci, yang dihidupi oleh para katekis, akan terus menjadi lentera yang menerangi jalan umat menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh pengharapan.
Source: https://rri.co.id/regional/457028/bksn-2026-katekis-flores-timur-dalami-kitab-suci
#BKSN 2026 #Katekis Flores Timur #Pendalaman Kitab Suci