ETMC XXXV Flores Timur: Dua Venue Siap Gelar Pertandingan Sepak Bola Terakbar NTT

BUGALIMA - Gelaran akbar sepak bola El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV yang akan diselenggarakan di Kabupaten Flores Timur tahun 2026 ini kian mendekati kenyataan. Kabar terbaru, panitia telah menetapkan dua venue utama yang akan menjadi saksi bisu perjuangan tim-tim terbaik Nusa Tenggara Timur. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan matang, termasuk masalah teknis dan logistik, demi memastikan kelancaran dan kesuksesan turnamen sepak bola tertinggi di NTT ini.

Keputusan final mengenai venue ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia ETMC 2026. Dalam sebuah rapat koordinasi persiapan yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, ditetapkan bahwa Stadion Ile Mandiri di Larantuka dan Lapangan Gawerato di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, akan menjadi dua lokasi pertandingan yang akan digunakan. Keputusan ini tentu saja menimbulkan sedikit pergeseran dari rencana awal yang sempat menyebutkan tiga venue.

Sumber: Pixabay

Awalnya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur memang telah menyiapkan tiga venue untuk mendukung pelaksanaan ETMC XXXV. Ketiga lokasi tersebut adalah Lapangan Gawerato, Stadion Ile Mandiri, dan Stadion Mini Ape Buan di Pulau Adonara. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya perkembangan terbaru, Stadion Mini Ape Buan dipastikan tidak dapat digunakan untuk penyelenggaraan turnamen ini. Hal ini dikarenakan adanya pernyataan dari pemilik dan pengelola stadion tersebut yang menyatakan ketidakmampuan penggunaannya untuk ETMC 2026 melalui media sosial.

Stadion Ile Mandiri: Ikon Larantuka Siap Menggelar Laga Bergengsi

Stadion Ile Mandiri, yang berlokasi strategis di pusat Kota Larantuka, akan memegang peran sentral dalam perhelatan ETMC XXXV. Tidak hanya menjadi salah satu venue utama pertandingan, stadion ini juga direncanakan sebagai lokasi pembukaan turnamen yang megah. Hal ini tentu menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi Larantuka, yang akan menjadi sorotan utama dalam pembukaan kompetisi sepak bola bergengsi ini.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menegaskan bahwa pihaknya sedang memprioritaskan pembenahan lapangan dan fasilitas pendukung di Stadion Ile Mandiri. Pekerjaan ini mencakup pemasangan jaring gawang baru, penyediaan bangku pemain dan ofisial yang memadai, peningkatan sistem penerangan, serta penataan area penonton dan parkir. Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan rehabilitasi Stadion Ile Mandiri selesai pada awal November 2026, sebelum ETMC XXXV resmi bergulir pada 14 November 2026. Meskipun ada tantangan terkait jadwal pengerjaan yang berpotensi melebihi tanggal pembukaan, upaya percepatan terus dilakukan untuk memastikan stadion siap digunakan tepat waktu.

Menariknya lagi, dengan hanya dua venue yang tersedia, panitia mewacanakan kemungkinan digelarnya pertandingan pada malam hari di Stadion Ile Mandiri. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan jadwal kompetisi dan memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi para penggemar sepak bola. Dengan dukungan penerangan yang memadai dari PLN, pertandingan malam hari di stadion ikonik ini tentu akan menambah daya tarik tersendiri bagi ETMC XXXV.

Lapangan Gawerato: Alternatif Strategis di Kecamatan Ile Mandiri

Selain Stadion Ile Mandiri, Lapangan Gawerato yang terletak di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, juga telah ditetapkan sebagai venue pertandingan. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang tersedia dan juga sebagai bagian dari strategi penyebaran venue di beberapa wilayah. Meskipun tidak sebesar Stadion Ile Mandiri, Lapangan Gawerato akan tetap memainkan peran penting dalam menyukseskan gelaran ETMC XXXV.

Panitia juga akan melakukan pembenahan di Lapangan Gawerato, meskipun pekerjaan yang dilakukan lebih bersifat minor. Fokus utama adalah pembenahan akses masuk, tempat parkir, dan fasilitas pendukung lainnya agar para pemain dan penonton merasa nyaman. Hal ini menunjukkan komitmen panitia untuk memastikan semua venue, sekecil apapun perannya, dapat berfungsi optimal selama turnamen berlangsung.

Pertimbangan Geografis dan Logistik

Keputusan untuk memusatkan pertandingan di dua venue utama ini juga mempertimbangkan kondisi geografis Flores Timur yang meliputi daratan Flores, Solor, dan Adonara. Dengan penyebaran venue yang lebih terukur, panitia berharap dapat mendukung kelancaran kompetisi sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dari berbagai wilayah. Pengurangan jumlah venue ini juga memaksa panitia untuk mengatur intensitas pertandingan, terutama pada babak penyisihan.

Meskipun ada penyesuaian dalam jumlah venue, semangat untuk menyukseskan ETMC XXXV tidak surut. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengimbau seluruh pihak, termasuk insan pers dan masyarakat, untuk menghentikan polemik mengenai lokasi pertandingan. Ia mengajak semua pihak untuk mengarahkan perhatian dan energi bersama pada upaya menyukseskan turnamen sepak bola yang telah menjadi agenda tahunan penting di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama panitia terus berkoordinasi untuk mematangkan semua persiapan. Mulai dari kesiapan venue, fasilitas pemain, keamanan, hingga rangkaian acara pembukaan, semuanya sedang dipersiapkan secara bertahap sesuai kebutuhan teknis. Harapannya, penyelenggaraan ETMC XXXV di Flores Timur dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh kontingen, tamu undangan, dan masyarakat pencinta sepak bola di NTT.

Source: RRI.co.id



#ETMC XXXV #Flores Timur #Sepak Bola NTT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama