PLN Flores Timur dan BPBD Perkuat Kesiapsiagaan Bencana: Listrik Aman, Masyarakat Selamat

BUGALIMA - Di tengah lanskap Pulau Flores yang indah namun rawan bencana, sinergi antara PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur menjadi sorotan penting. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah strategis dan krusial dalam memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan kerja, demi menjamin keandalan pasokan listrik dan keselamatan masyarakat. Peristiwa alam yang kerap terjadi di wilayah ini, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga potensi erupsi gunung berapi, menuntut adanya kesiapan yang matang dari semua pihak.

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Jumat (25/09), sebuah kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan serta tanggap darurat gempa bumi digelar di Kantor PLN ULP Larantuka. Kegiatan yang penuh antusiasme ini melibatkan seluruh insan PLN dan tim dari BPBD Kabupaten Flores Timur. Ini adalah wujud nyata dari komitmen PLN untuk tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga memastikan keselamatan pegawainya serta masyarakat yang bergantung pada pasokan listriknya. Sinergi semacam ini memang sangat dibutuhkan, terutama di daerah seperti Flores Timur yang memiliki potensi bencana alam yang tinggi.

Sumber: Pixabay

Mengapa kesiapsiagaan bencana itu penting bagi PLN? Jawabannya sederhana namun mendasar: keselamatan jiwa pegawai adalah prioritas utama. Namun, lebih dari itu, keandalan personel yang sigap dalam menghadapi bencana adalah fondasi vital dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan dan kualitas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat luas. General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan wujud ketangguhan operasional perusahaan dalam menghadapi berbagai skenario darurat yang mungkin terjadi. Pernyataan ini senada dengan apa yang disampaikan oleh pihak PLN ULP Larantuka, yang menyatakan bahwa kesiapsiagaan bencana sangat krusial.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai mitigasi risiko dan langkah-langkah tanggap darurat. Edukasi ini mencakup tindakan pra-bencana, saat bencana terjadi, hingga penanganan pasca-bencana. Tim BPBD Kabupaten Flores Timur, yang dipimpin oleh Muhamad Saleh Belang, SST., Analis Kebencanaan Ahli Muda, memberikan materi yang sangat berharga. Mereka menjelaskan potensi risiko wilayah, pentingnya mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul (assembly point), serta teknik perlindungan diri untuk meminimalkan dampak bencana. "Kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan," tegas Muhamad Saleh Belang. "Saat terjadi gempa, hal utama yang harus dilakukan adalah tidak panik, segera melakukan perlindungan diri, lalu ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul aman. Pemahaman dan pemetaan ini perlu terus dilatih agar menjadi respons refleks saat kondisi darurat yang sebenarnya terjadi."

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik simulasi yang dipandu langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Flores Timur, Simon Senari Beda, SST. Seluruh pegawai PLN mempraktikkan secara langsung tahapan tanggap darurat, mulai dari teknik "drop, cover, hold on" (melindungi kepala, merunduk, bertahan), proses evakuasi yang tertib keluar dari gedung, hingga pendataan personel di titik kumpul. Latihan semacam ini sangat penting, karena seperti yang ditekankan oleh Simon, "Pentingnya latihan berkala agar seluruh pegawai dapat bertindak..."

Sinergi antara PLN dan BPBD ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Di berbagai daerah lain pun, PLN aktif menjalin kolaborasi serupa. Di Lampung Utara, misalnya, PLN ULP Bumi Abung bersinergi dengan BPBD Lampung Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Di Sumatera Barat, PLN UID Sumatera Barat juga berkolaborasi dengan BPBD Kota Padang untuk memperkuat peran perempuan sebagai pilar ketangguhan keluarga dalam menghadapi bencana. Bahkan di Sigi, Sulawesi Tengah, PLN UP3 Palu bekerja sama dengan BPBD Sigi untuk memberikan sosialisasi kesiapsiagaan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat.

Fenomena bencana alam di Flores Timur sendiri bukanlah hal baru. Kabupaten ini, bersama dengan wilayah lain di Nusa Tenggara Timur (NTT), kerap dilanda berbagai jenis bencana. Data menunjukkan bahwa BMKG mencatat 9.022 gempa bumi di NTT sepanjang September 2026 saja. Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada November 2024 lalu di Flores Timur juga menimbulkan dampak yang signifikan, menyebabkan ratusan letusan, puluhan korban jiwa, ribuan pengungsi, dan kerugian ekonomi yang parah. Di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, peran BPBD sangat krusial. BPBD Kabupaten Flores Timur sendiri memiliki dasar hukum pembentukannya melalui Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 3 Tahun 2022.

Kemitraan strategis antara PLN dan BPBD ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan bencana adalah investasi terbaik dalam mengurangi risiko bencana. Ketika bencana melanda, peran PLN sangat vital, terutama dalam memulihkan infrastruktur kelistrikan dengan cepat, tepat, dan aman. PLN juga berkomitmen untuk menghentikan aliran listrik demi keselamatan masyarakat apabila gardu distribusi tergenang air, untuk mencegah bahaya sengatan listrik dan meluasnya kerusakan.

Lebih jauh lagi, PLN juga menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat keandalan pasokan listrik di Flores Timur melalui rangkaian pengujian operasional. Simulasi pengujian "black start" PLTMG Maumere, simulasi "backfeeding", dan implementasi skema "Soft Start Energize" dilakukan sebagai langkah antisipatif, terutama setelah evaluasi bencana gempa pada Agustus 2026. Hal ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya fokus pada respons saat bencana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas teknis untuk pemulihan pasca-bencana yang lebih cepat.

Dalam konteks penanggulangan bencana yang lebih luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki peran yang sangat sentral. BPBD bertugas dalam berbagai tahapan, mulai dari antisipasi, responsif, hingga pemulihan pasca-bencana. Untuk penanganan pasca-bencana, BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN, untuk memperbaiki infrastruktur dan mendukung pemulihan ekonomi serta permukiman. Kesiapsiagaan ini juga mencakup penyediaan logistik, sarana evakuasi, dan koordinasi dengan TNI, Polri, serta organisasi masyarakat.

Sinergi yang terjalin antara PLN Flores Timur dan BPBD ini bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap menyala di tengah ancaman bencana. Ini adalah tentang membangun ketangguhan kolektif. Ini adalah tentang memastikan bahwa setiap individu, baik pegawai PLN maupun masyarakat, memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi situasi darurat. Ini adalah tentang menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan sigap bencana. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan Flores Timur dapat terus bergerak maju, menjaga denyut kehidupan dan pembangunan di tengah ketangguhan menghadapi setiap tantangan alam.

Source: afbtvkupang.com



#PLN Flores Timur #Kesiapsiagaan Bencana #BPBD Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama