Kapolres Flores Timur Raih Penghargaan: Misi Perdamaian di Tanah Adonara

BUGALIMA - Sebuah prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur. Kali ini, Kapolres Flores Timur, AKBP Gede Putra Yase, S.H., didapuk menerima penghargaan atas dedikasi dan keberhasilannya dalam menangani konflik sosial yang sempat memanas di Adonara Timur. Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., di Markas Polda NTT pada Selasa, 13 Oktober 2026, ini bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah simbol pengabdian tak kenal lelah demi terciptanya kedamaian di tengah masyarakat.

Peristiwa ini patut menjadi sorotan, mengingat kompleksitas persoalan di Pulau Adonara. Konflik antardesa di Adonara, yang kerap kali berakar dari sengketa lahan, telah berulang kali memicu bentrokan yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil. Situasi seperti ini membutuhkan penanganan yang tidak hanya tegas, namun juga bijaksana, humanis, dan menyentuh akar permasalahan. Di sinilah peran Kapolres Flores Timur dan jajarannya menjadi sangat krusial.

Sumber: Pixabay

Mengurai Benang Kusut Konflik Adonara

Pulau Adonara, yang secara administratif berada di bawah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, bukanlah wilayah yang asing dengan gejolak sosial. Sengketa lahan, yang sering kali dipicu oleh batas-batas tanah ulayat yang tidak jelas atau klaim kepemilikan yang tumpang tindih, telah menjadi sumber perpecahan antarkomunitas. Bentrokan yang terjadi bahkan sempat merenggut nyawa, melukai puluhan warga, dan membakar puluhan rumah. Kondisi ini tentu saja mengganggu stabilitas keamanan dan menghambat roda pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam pusaran konflik tersebut, Polres Flores Timur, di bawah kepemimpinan AKBP Gede Putra Yase, menunjukkan upaya luar biasa dalam meredam ketegangan. Alih-alih terpaku pada pendekatan represif semata, Polres Flores Timur berupaya keras membangun kembali rasa aman melalui dialog, mediasi, dan pelibatan tokoh adat serta tokoh agama. Pendekatan ini sejalan dengan kearifan lokal yang memang sudah terbiasa menyelesaikan persoalan melalui ritual adat dan musyawarah mufakat.

Penting untuk digarisbawahi bahwa penyelesaian konflik tidak hanya berhenti pada meredakan bentrokan. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya menyentuh akar persoalan agar konflik serupa tidak terulang. Ini menunjukkan bahwa penanganan konflik yang dilakukan Polres Flores Timur tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam mencari solusi jangka panjang.

Penghargaan: Momentum Apresiasi dan Tanggung Jawab

Penghargaan yang diraih oleh Kapolres Flores Timur dan delapan kapolres jajaran Polda NTT lainnya ini, berdasarkan Keputusan Kapolda NTT Nomor KEP/711/X/2026 tertanggal 1 Oktober 2026, menjadi bukti nyata dedikasi, loyalitas, dan keberhasilan dalam menjaga stabilitas keamanan. Piagam dan medali yang disematkan bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga amanah besar untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat.

AKBP Gede Putra Yase, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas penghargaan tersebut. Menurutnya, ini menjadi motivasi sekaligus pengingat akan tanggung jawab moral untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemeliharaan kedamaian adalah upaya kolektif yang membutuhkan komunikasi yang baik, kerja sama, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Peran Kepolisian dalam Membangun Harmoni

Kasus penanganan konflik Adonara ini menunjukkan betapa vitalnya peran kepolisian dalam menjaga harmoni sosial. Lebih dari sekadar penegak hukum, polisi dituntut untuk menjadi agen perdamaian, fasilitator dialog, dan mitra masyarakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Pendekatan humanis, pemahaman mendalam terhadap budaya lokal, serta kemampuan membangun kepercayaan dengan berbagai pihak adalah kunci keberhasilan.

Upaya Polres Flores Timur dalam meredam konflik di Adonara Timur patut diapresiasi. Melalui komunikasi yang baik dan kerja sama yang erat dengan seluruh komponen masyarakat, Polres Flores Timur berhasil membangun kembali rasa aman dan mempererat hubungan persaudaraan. Harapannya, masyarakat Adonara Timur dapat terus menjaga persaudaraan demi kehidupan bersama yang aman, tenteram, dan harmonis.

Penghargaan ini seharusnya menjadi cambuk bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, keberhasilan seperti ini menjadi inspirasi bahwa dengan pendekatan yang tepat, konflik dapat diredam dan perdamaian dapat terwujud, bahkan di tanah yang pernah dilanda gejolak.

Source: RRI.co.id



#Penghargaan Kapolres #Konflik Adonara #Polda NTT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama