Flores Timur: 144 Unit Rumah Aman Bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Lokasi Todo Siap Dibangun!

BUGALIMA - Langit Flores Timur, Nusa Tenggara Tenggara, kerap berawan gelap akhir-akhir ini. Bukan karena mendung biasa, tapi lebih karena bayang-bayang abu vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih aktif. Bencana erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu meninggalkan luka mendalam, tak hanya bagi mereka yang kehilangan sanak saudara, tapi juga bagi ribuan warga yang harus meninggalkan rumah mereka. Namun, di tengah kegelapan itu, secercah harapan mulai muncul. Pemerintah Daerah Flores Timur bergerak cepat memastikan ketersediaan lokasi untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi para pengungsi.

Memastikan Lokasi yang Aman

Nokia Phone
Gambar dari Pixabay

Kepala Dinas Perumahan Flores Timur, Eduard J. Fernandez, memberikan kabar gembira. Lokasi baru untuk pembangunan Huntap telah dipastikan, yaitu di Todo, Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena. Luas lahan di lokasi ini mencapai 28,14 hektar, sebuah area yang cukup memadai untuk menampung para pengungsi. "Kita baru memastikan satu lagi lokasi untuk pembangunan Huntap bagi warga pengungsi terdampak erupsi Gunung api Lewotobi yakni di Todo, Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena," ujar Eduard pada Senin, 23 Februari 2026.

Kepastian ini tentu menjadi angin segar bagi ribuan warga yang saat ini masih berada di pengungsian. Mereka telah lama menanti kepastian tempat tinggal yang aman dan layak. Pemerintah daerah menyadari betul urgensi ini.

Proses Administrasi dan Pembangunan

Eduard menjelaskan bahwa lokasi Todo memiliki 53 kaplingan lahan, di mana 50 di antaranya sudah bersertifikat, sementara sisanya dalam proses pengurusan sertifikat. Mengingat luas lahan yang di atas 5 hektar, proses pengadaan tanah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTT. Semua tahapan ini mengacu pada undang-undang dan peraturan yang berlaku, mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga penyerahan hasil.

Dalam tahapan awal, Pemerintah akan membangun 144 unit rumah di lokasi Todo. Pembangunan ini diharapkan dapat segera meringankan beban para pengungsi. Sementara itu, untuk lokasi Huntap lainnya di Kuhe, masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat.

Alasan Pemilihan Lokasi Todo

Pemilihan lokasi Todo bukan tanpa alasan. Selain ketersediaan lahan yang memadai, lokasi ini juga dinilai memiliki akses dasar yang mendukung. Sumber air bisa dipasok dari Lewolaga, terdapat akses jalan yang memadai, dan opsi penambahan sumur bor juga memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, juga telah menegaskan percepatan penetapan lahan Huntap di area Todo sebagai prioritas pemerintah daerah.

Dukungan Pemerintah dan Warga

Proses pembangunan Huntap ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi NTT memegang peranan penting dalam pengadaan tanah, sementara Pemda Flores Timur berfokus pada tahapan perencanaan dan persiapan. Selain itu, dukungan dari masyarakat adat pemilik lahan juga sangat krusial. Diungkapkan bahwa kawasan Todo telah memiliki dukungan akses dasar yang memadai, termasuk sumber air dan jalan.

Harapan ke Depan

Dengan adanya kepastian lokasi dan dimulainya proses pembangunan, harapan untuk masa depan para pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi semakin terbuka. 144 unit rumah ini adalah langkah awal yang signifikan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi mereka yang telah kehilangan segalanya. Pemerintah daerah terus berupaya agar proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai target, sehingga warga dapat segera kembali menempati rumah mereka yang baru.

Pembangunan Huntap ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana. Diharapkan, dengan adanya hunian yang layak, kehidupan para penyintas erupsi Gunung Lewotobi dapat segera pulih dan bangkit dari keterpurukan.

Source: nusantara-news.co



#FloresTimur #Huntap #GunungLewotobi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama