BUGALIMA - Kabar tak sedap kembali menerpa institusi kepolisian. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Polres Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Bendahara Polres Flores Timur, Aipda Robert Kurniawan, tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Direktorat Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia diduga kuat terlibat dalam penggelapan dana senilai Rp 1,8 miliar, yang peruntukannya adalah untuk kebutuhan operasional anggota dalam pengamanan hari raya besar umat Kristen di wilayah tersebut, khususnya pada tahun anggaran 2025.
Temuan awal ini terungkap berkat adanya pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) oleh Inspektorat Daerah (Itwasda) Polda NTT. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, membenarkan bahwa temuan tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut oleh Polda NTT. Namun, hingga kini, belum ada keterangan rinci mengenai siapa saja yang telah diperiksa, termasuk dugaan keterlibatan Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra.
| Sumber: Pixabay |
Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa Aipda Robert Kurniawan telah diamankan oleh Propam Polda NTT terkait kasus ini. Menariknya, sang Kapolres, AKBP Adhitya Octorio Putra, disebut-sebut tidak ditahan. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut, mengingat pemotongan dana miliaran rupiah tersebut diduga merupakan perintah langsung dari Kapolres yang kemudian ditaati dan dijalankan oleh bendaharanya. Kuat dugaan, sebagian dana operasional yang merupakan hak anggota ini dialihkan untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, Aipda Robert Kurniawan tidak hanya diperiksa oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda NTT, tetapi juga menjalani proses etik oleh Propam Polda NTT, pasca dimutasikan ke Yanma Polda NTT.
Nasib Anggaran Pengamanan Hari Raya
Dana sebesar Rp 1,8 miliar ini seharusnya dialokasikan untuk berbagai kebutuhan operasional anggota Polres Flores Timur dalam mengamankan perayaan hari raya besar keagamaan, termasuk Natal dan Paskah. Mengingat Flores Timur, khususnya Larantuka, merupakan pusat perayaan Paskah Semana Santa yang selalu ramai didatangi peziarah dari luar daerah maupun luar negeri, kebutuhan personel dan logistik pengamanan menjadi sangat krusial. Penggelapan dana ini tentu saja sangat merusak citra institusi Polri, apalagi jika momen sakral yang membutuhkan kerja keras anggota di lapangan justru dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi.
Mekanisme Penggelapan dan Dugaan Keterlibatan Pimpinan
Sejumlah sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan bahwa pemotongan dana ini merupakan instruksi langsung dari Kapolres. Bahkan, ada indikasi bukti transfer dana ke rekening pribadi Kapolres. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bendahara hanya dijadikan "tumbal" atau kambing hitam dalam kasus ini, padahal ia diduga hanya menjalankan perintah atasan. Mekanisme ini, jika terbukti, jelas sangat disayangkan karena mengorbankan hak anggota yang telah bekerja keras demi keamanan masyarakat.
Tindakan Propam dan Proses Hukum
Propam Polda NTT diketahui secara rutin menggelar pemeriksaan disiplin dan kelengkapan personel di Polres Flores Timur. Namun, dalam kasus ini, fokus pemeriksaan tidak hanya pada kedisiplinan, tetapi juga pada dugaan tindak pidana korupsi. Dengan adanya temuan audit dari Itwasda Polda NTT, kasus ini kini sedang didalami lebih lanjut oleh Polda NTT. Proses hukum dan pemeriksaan etik yang dijalani oleh Aipda Robert Kurniawan diharapkan dapat mengungkap secara tuntas skandal ini, termasuk peran serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Dampak dan Harapan
Kasus ini tentu saja menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan anggota kepolisian sendiri. Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum menjadi taruhan. Diharapkan, proses hukum yang berjalan dapat berjalan adil dan transparan, sehingga keadilan dapat ditegakkan dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan. Upaya penegakan disiplin internal oleh Propam sendiri merupakan langkah penting, namun penindakan tegas terhadap praktik korupsi di tubuh kepolisian menjadi agenda yang jauh lebih krusial untuk memulihkan marwah institusi.
#Korupsi Polisi #Flores Timur #Penggelapan Dana