BUGALIMA - Udara di Larantuka, Flores Timur, sudah mulai terasa kental dengan nuansa religius menjelang puncak perayaan Semana Santa 2026. Kota yang dikenal sebagai "Kota Reinha Rosari" ini mulai dipadati oleh ribuan umat dan peziarah dari berbagai penjuru. Mereka datang untuk mengikuti rangkaian prosesi suci yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun. Di tengah hiruk pikuk persiapan spiritual ini, peran aparat keamanan menjadi krusial untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan khidmat.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., tidak tinggal diam. Ia turun langsung ke lapangan pada Rabu, 1 April 2026, untuk memantau dan mengecek kesiapan pengamanan di sejumlah titik vital di Larantuka dan Adonara. Didampingi oleh Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, S.Sos, serta Kasi Propam Polres Flores Timur, Kapolres memfokuskan perhatian pada lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas peziarah.
Titik Fokus Pengamanan
Salah satu area yang mendapat perhatian khusus adalah Kapela Tuan Meninu, sebuah tempat yang sangat dihormati dalam tradisi Semana Santa di Larantuka. Selain itu, jalur penyeberangan Pantai Palo menuju Kapela Tuan Berdiri di Desa Wureh, Kecamatan Adonara Barat, juga menjadi prioritas. Jalur ini merupakan akses utama bagi banyak umat untuk mengikuti prosesi penting. Kehadiran Kapolres di lokasi-lokasi ini menunjukkan komitmen jajaran kepolisian dalam menjaga kekhusyukan ibadah para peziarah.
Kapolres juga memastikan kesiapan personel dalam pengamanan tradisi keagamaan "Rabu Trewa," yang merupakan salah satu bagian paling sakral dari rangkaian Semana Santa di Larantuka. Tradisi ini selalu menarik perhatian banyak umat dan membutuhkan perhatian ekstra dari segi keamanan.
#### Kesiapan Personel dan Logistik
"Kami memastikan seluruh personel siap siaga di setiap titik pengamanan," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra. Ia merinci bahwa personel akan ditempatkan di Kapela Tuan Meninu, jalur penyeberangan Pantai Palo, Kapela Tuan Berdiri di Desa Wureh Adonara Barat, Kapela Tuan Ana, Kapela Tuan Ma, dan Gereja Katedral Larantuka. Tujuannya jelas: agar seluruh rangkaian Semana Santa dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Tak hanya di Larantuka, pemantauan juga meluas hingga ke wilayah kepulauan Adonara. Menggunakan speedboat milik Satpolairud Polres Flores Timur bersama Ditpolair Polda NTT, Kapolres dan rombongan meninjau langsung kesiapan di Desa Wureh, Kecamatan Adonara Barat. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pengamanan tidak hanya terpusat di kota Larantuka, tetapi juga mencakup seluruh area yang terlibat dalam rangkaian prosesi keagamaan.
Sinergi Lintas Sektor
Penyelenggaraan Semana Santa di Larantuka bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, dilibatkan dalam upaya pengamanan ini. Sinergi yang kuat antar elemen ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman, khidmat, dan menjadi momentum refleksi iman yang mendalam bagi seluruh umat.
Tercatat, Polres Flores Timur menyiapkan 985 personel gabungan untuk mengamankan perayaan yang telah berlangsung lebih dari 500 tahun ini. Personel ini terdiri dari TNI, serta pihak terkait lainnya di Flores Timur. Skema pengamanan telah dipersiapkan secara terpadu untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Pengamanan tidak hanya di darat, tetapi juga mencakup pengawasan khusus untuk prosesi laut, termasuk pemeriksaan kelayakan kapal dan kapasitas penumpang.
#### Rekayasa Lalu Lintas
Sejak Rabu, 1 April 2026, polisi telah menerapkan rekayasa lalu lintas yang bertepatan dengan tradisi Rabu Trewa hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan keselamatan peziarah. Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.
Pentingnya pengamanan ini juga disadari oleh Keuskupan Larantuka. Uskup Mgr. Fransiskus Kopong Kung menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pihak keamanan untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama rangkaian kegiatan Semana Santa. Dengan semangat gotong royong dan toleransi, diharapkan perayaan ini berjalan aman, lancar, dan sukses.
Tradisi Semana Santa di Larantuka sendiri merupakan perayaan keagamaan terbesar masyarakat Flores Timur yang telah dijalani selama 500 tahun. Kehadiran aparat keamanan, seperti yang dicek langsung oleh Kapolres Flores Timur, menjadi faktor penting dalam menjaga kekhusyukan ibadah di tengah suasana doa dan devosi yang semakin kuat.
Source: mediahub.polri.go.id
#SemanaSantaLarantuka #PengamananFloresTimur #KapolresFloresTimur