Gunung Lewotobi Laki-Laki Meneror Lagi! 17 Kali Gempa Vulkanik Dalam dan 1 Kali Gempa Hembusan Mengguncang, Status AWAS!

BUGALIMA - Gemuruh dari perut bumi kembali terdengar nyaring dari Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Aktivitas vulkanik yang meningkat tajam membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung ini menjadi Level IV atau AWAS. Keputusan ini diambil setelah pemantauan intensif yang menunjukkan lonjakan aktivitas yang mengkhawatirkan.

Peningkatan Aktivitas yang Mengkhawatirkan

Nokia Phone
Gambar dari Pixabay

PVMBG mencatat adanya peningkatan aktivitas yang signifikan pada Gunung Lewotobi Laki-laki dalam beberapa waktu terakhir. Data terbaru menunjukkan adanya 17 kali gempa vulkanik dalam dan 1 kali gempa hembusan yang tercatat dalam periode pengamatan yang singkat. Gempa-gempa ini, terutama gempa vulkanik dalam, mengindikasikan adanya pergerakan magma dari kedalaman menuju permukaan. Peningkatan aktivitas ini menjadi alasan utama di balik kenaikan status dari Siaga menjadi Awas.

Data Kegempaan yang Mengerikan

Secara rinci, pada periode 23-31 Desember 2025, tercatat 1 kali gempa guguran, 11 kali gempa embusan, 4 kali gempa harmonik, 204 kali tremor non-harmonik, 5 kali gempa low frekuensi, 115 gempa vulkanik, 15 gempa tektonik lokal, dan 53 kali gempa tektonik jauh. Sementara itu, data kegempaan dalam kurun waktu 3-4 Januari 2026 mencatat 39 kali tremor non harmonik, 1 kali tremor harmonik, 5 kali gempa low frequency, 65 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, dan 9 kali gempa tektonik jauh. Pada tanggal 2 Januari 2025, gunung ini mengalami 17 kali gempa vulkanik dalam pada rentang waktu pukul 12.00-18.00 WITA, disertai 15 kali gempa tremor non-harmonik dan satu kali gempa tektonik jauh.

Potensi Erupsi dan Bahaya Lahar

Kenaikan status menjadi Awas bukan tanpa alasan. Lonjakan gempa vulkanik dalam mengindikasikan suplai magma yang terus bergerak cepat menuju permukaan, meningkatkan potensi erupsi eksplosif. Selain ancaman letusan, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama saat musim hujan. Material vulkanik di lereng gunung dapat terbawa air hujan dan mengalir deras melalui daerah aliran sungai. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Imbauan untuk Masyarakat

Menghadapi situasi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat dan pengunjung:

* Radius Bahaya: Dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Untuk sektoral barat daya hingga timur laut, radius pembatasan ditingkatkan hingga 7 kilometer. * Tetap Tenang dan Ikuti Arahan: Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah, dan mengabaikan isu-isu tidak jelas yang mungkin beredar. * Waspada Banjir Lahar: Selalu waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama saat hujan deras. * Perlindungan dari Abu Vulkanik: Warga yang terdampak hujan abu diimbau mengenakan masker atau penutup hidung-mulut untuk melindungi saluran pernapasan.

Sejarah Erupsi dan Status Gunung Lewotobi

Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki sejarah aktivitas vulkanik yang cukup aktif. Pada November 2024, letusan Gunung Lewotobi menghasilkan kolom abu setinggi 1,5-2 km dan berdampak pada puluhan rumah serta ribuan warga mengungsi. Pada November 2024, statusnya sempat dinaikkan menjadi Awas. Kemudian, pada Mei 2025, statusnya kembali dinaikkan menjadi Awas setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Oktober 2025, statusnya kembali berstatus Awas karena lonjakan gempa vulkanik. Bahkan, pada awal Januari 2026, statusnya kembali naik menjadi Awas dengan tercatat 122 kali gempa vulkanis dalam. Pada 3 Maret 2026, gunung ini mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu ±1.500 meter dan berstatus Waspada (Level II).

PVMBG akan terus memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi dan langkah penanganan terkini. Masyarakat dihimbau untuk selalu mendapatkan informasi dari sumber resmi.

Source: https://flores.tribunnews.com/2024/12/02/gunung-lewotobi-1-kali-gempa-hembusan-17-kali-tremor-non-harmonik-tribunflorescom



#GunungLewotobiLaki-laki #StatusAwas #GempaVulkanik

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama