BUGALIMA - Larantuka, sebuah kota di ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali bersiap menyambut perayaan akbar Semana Santa 2026. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari 500 tahun ini tidak hanya menjadi magnet bagi umat Katolik dari seluruh penjuru negeri, bahkan mancanegara, namun juga menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang kental. Puncak perayaan Semana Santa tahun ini diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 30.000 peziarah, menandakan betapa sakral dan pentingnya acara ini bagi banyak orang.
Pesan Persatuan dari MUI Flores Timur
| Gambar dari Pixabay |
Menjelang perayaan yang dinanti-nantikan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur tak tinggal diam. Ketua MUI Flores Timur, Drs. Bakir Doni Pulo, secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali, untuk turut aktif menjaga keamanan, ketertiban, dan yang terpenting, toleransi selama rangkaian ibadah Semana Santa berlangsung. "Flores Timur dikenal sebagai daerah dengan nilai toleransi yang tinggi. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus mempertahankan kondisi ini," ujarnya, menegaskan komitmen MUI dalam menjaga harmoni sosial.
Seruan ini bukan tanpa alasan. Semana Santa di Larantuka bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah peristiwa budaya yang menarik perhatian nasional hingga internasional. MUI menyadari bahwa kelancaran dan kekhidmatan perayaan ini adalah tanggung jawab bersama, bukan semata-mata aparat keamanan. Oleh karena itu, ajakan untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi menjadi kunci utama. MUI juga tak lupa menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Paskah kepada seluruh umat Nasrani yang hadir, baik yang berasal dari Larantuka maupun para peziarah dari berbagai daerah.
Kesiapan Menyambut Ribuan Peziarah
Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyambut ribuan peziarah yang diperkirakan akan membanjiri Larantuka. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 31 Maret 2026, tercatat sudah ada 1.927 peziarah yang mendaftar secara daring. Dari jumlah tersebut, tujuh peziarah beragama non-Katolik, dan sepuluh peziarah berasal dari luar negeri, yaitu Prancis dan Timor Leste. Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, memprediksi total peziarah yang akan hadir bisa mencapai 30.000 orang. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai akomodasi, termasuk home stay dan rumah penduduk, jika hotel-hotel yang ada penuh.
Kesiapan Aparat Keamanan
Tak hanya pemerintah daerah, aparat keamanan dari Polres Flores Timur juga telah menyiapkan 985 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian perayaan. Kapolda Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, memastikan bahwa seluruh skema pengamanan telah dipersiapkan secara terpadu guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk pos pengamanan, pos pelayanan, jalur utama prosesi, serta area publik seperti pelabuhan dan pusat keramaian. Pengawasan khusus juga disiapkan untuk prosesi laut, termasuk pemeriksaan kelayakan kapal dan kondisi cuaca. Rekayasa lalu lintas pun telah diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Tradisi yang Mendunia
Semana Santa di Larantuka memiliki sejarah panjang yang berakar sejak abad ke-15, dibawa oleh para misionaris Portugis. Tradisi ini tidak hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga telah menjadi ikon budaya yang kuat, bahkan pernah diusulkan menjadi event nasional dan dunia dalam bingkai kerukunan umat beragama. Uskup Larantuka yang baru, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, turut memberikan pesan persatuan iman melalui motto tahbisannya: “Satu tubuh, satu roh, satu harapan.”
Prosesi Semana Santa sendiri sangat kaya akan makna, dimulai dari Minggu Palma hingga perayaan Minggu Paskah. Salah satu yang paling ikonik adalah prosesi Jumat Agung dengan perarakan Patung Tuan Ma. Tradisi ini telah mengalami inkulturasi antara kepercayaan lokal, ajaran gereja, dan budaya Portugis, menjadikannya unik dan terus lestari.
Kehadiran ribuan peziarah tidak hanya membawa berkah spiritual, tetapi juga ekonomi. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Larantuka diprediksi akan merasakan dampak positif dari peningkatan aktivitas ekonomi selama perayaan berlangsung.
Semana Santa Larantuka 2026 adalah bukti nyata bagaimana sebuah tradisi keagamaan dapat menjadi perekat kebangsaan, memupuk toleransi, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat. * Source: https://tribunflores.com/read/mui-flores-timur-serukan-jaga-toleransi-dan-keamanan-selama-semana-santa-larantuka-2026-tribunflorescom
#SemanaSantaLarantuka #ToleransiFloresTimur #MUIFloresTimur