Bhabinkamtibmas Desa Boru: Garda Terdepan Lindungi Warga dari Abu Vulkanik Lewotobi

BUGALIMA - Di tengah gempuran abu vulkanik Gunung Lewotobi yang tak kunjung reda di Flores Timur, ada denyut kepedulian yang begitu nyata. Sosok Aipda Agustinus Fay, Bhabinkamtibmas Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi garda terdepan dalam melindungi warganya. Tanpa menunggu komando, inisiatifnya menyemai harapan di tengah kegelisahan. Pada Kamis pagi (23/4/2026), Aipda Agustinus Fay terlihat beraksi di tepi jalan, membagikan masker kepada setiap warga yang melintas. Sebuah gerakan sederhana, namun sarat makna, di saat abu vulkanik kembali menyelimuti langit desanya.

Gunung Lewotobi Laki-laki memang tak henti-hentinya menunjukkan aktivitasnya. Erupsi demi erupsi terjadi, melunturkan material vulkanik yang dapat mengancam kesehatan pernapasan warga. Data menunjukkan, dalam sepekan terakhir saja, gunung ini telah erupsi sebanyak 20 kali, dengan tinggi kolom abu yang bervariasi, bahkan mencapai 1.800 meter di atas puncak pada tanggal 24 April 2026. Aktivitas ini terus berlanjut, bahkan pada 25 April 2026, terjadi erupsi lagi pada pukul 15.07 WITA, dengan kolom abu mencapai 800 meter. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung.

Sumber: Pixabay

Namun, di tengah ketidakpastian alam ini, kehadiran aparat kepolisian di tingkat desa, Bhabinkamtibmas, menjadi penyejuk dan penguat. Aipda Agustinus Fay, dengan gerakannya yang sigap, menunjukkan bahwa negara hadir hingga ke pelosok. Baginya, keselamatan dan kesehatan warganya adalah prioritas utama. Aksi pembagian masker ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab dan kepedulian yang mendalam. Ia memahami betul ancaman yang dibawa oleh abu vulkanik yang halus namun berbahaya.

Peran Vital Bhabinkamtibmas di Tengah Bencana

Peran Bhabinkamtibmas dalam penanganan bencana, khususnya erupsi gunung berapi, memang sangat krusial. Mereka adalah perpanjangan tangan kepolisian di akar rumput, yang paling dekat dengan masyarakat. Tugas mereka tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga merambah ke aspek perlindungan dan pelayanan. Dalam kasus erupsi Gunung Lewotobi, Aipda Agustinus Fay tidak hanya membagikan masker, tetapi juga memberikan imbauan penting. "Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti erupsi gunung api," ujar Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra, melalui keterangannya. Imbauan untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan di tengah kondisi alam yang tidak menentu adalah pesan yang terus digaungkan.

Bhabinkamtibmas, sebagai ujung tombak kepolisian di desa, memiliki fungsi vital dalam memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka berinteraksi langsung, mendengarkan keluhan, memberikan solusi, dan yang terpenting, membangun kepercayaan. Dalam konteks bencana alam, peran mereka semakin amplified. Mereka menjadi garda terdepan dalam mitigasi, memberikan edukasi mengenai risiko bencana, dan memfasilitasi bantuan bagi warga terdampak.

Di Desa Boru, tindakan Aipda Agustinus Fay adalah cerminan dari peran tersebut. Ia bergerak proaktif, memberikan perlindungan langsung melalui pembagian masker yang sederhana namun sangat efektif. Masker menjadi benteng pertahanan pertama bagi saluran pernapasan warga dari paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi, batuk, hingga penyakit pernapasan yang lebih serius.

Abu Vulkanik: Ancaman Tak Terlihat

Abu vulkanik, meskipun seringkali dianggap remeh, menyimpan potensi bahaya yang signifikan bagi kesehatan. Partikel-partikel halus yang terbawa angin dapat dengan mudah terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan. Terlebih lagi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan, paparan abu vulkanik dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka. Rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun menekankan pentingnya penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Fenomena erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berulang kali terjadi, seperti yang tercatat pada tanggal 22 April 2026, dengan enam kali letusan dan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter, menegaskan urgensi tindakan pencegahan. Bahkan, pada tanggal 23 April 2026, erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu 1.700 meter. Data ini menunjukkan bahwa ancaman abu vulkanik bersifat berkelanjutan dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.

Respons Cepat dan Humanis Polri

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menegaskan komitmen Polres Flores Timur dalam menjaga keselamatan masyarakat. "Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan dan pelayanan, termasuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Lewotobi. Pembagian masker ini diharapkan dapat membantu masyarakat terhindar dari gangguan kesehatan akibat abu vulkanik," ujar Kasi Humas.

Langkah preventif yang dilakukan Aipda Agustinus Fay menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan perlindungan. Kegiatan ini berlangsung secara humanis, dengan pendekatan persuasif, sehingga masyarakat menerima bantuan dan imbauan dengan baik. Hal ini membangun kepercayaan dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Desa Boru, Tetap Tegar Menghadapi Alam

Di Desa Boru, di antara hamparan abu yang perlahan turun, aksi Aipda Agustinus Fay menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat hadir dalam bentuk yang paling sederhana, namun memberikan dampak yang luar biasa. Gerakan kecil ini adalah bukti nyata bahwa dalam menghadapi kekuatan alam yang dahsyat, solidaritas dan kehadiran petugas di lapangan menjadi kekuatan yang tak ternilai.

Kisah ini juga menjadi inspirasi bagi Bhabinkamtibmas di wilayah lain. Peran mereka dalam penanganan bencana alam, seperti yang terjadi di Desa Bumirestu atau dalam pengerukan sungai antisipasi banjir, menunjukkan fleksibilitas dan dedikasi mereka dalam melayani masyarakat.

Melalui kehadiran dan tindakan nyata seperti yang ditunjukkan oleh Aipda Agustinus Fay, Polri terus membuktikan komitmennya untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat, terutama di saat-saat penuh tantangan seperti saat ini. Ini adalah cerminan dari semangat "Polda NTT Penuh Kasih", sebuah filosofi yang mengedepankan pelayanan yang tulus dan empati kepada masyarakat.

Source: https://flores.tribunnews.com/2026/04/24/bhabinkamtibmas-desa-boru-bagikan-masker-lindungi-warga-dari-abu-lewotobi-di-flores-timur



#Bhabinkamtibmas #Gunung Lewotobi #Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama