Gunung Lewotobi Laki-laki Mengalami Peningkatan Aktivitas Vulkanik: 15 Tremor Non-Harmonik dan 5 Vulkanik Dalam

BUGALIMA - Kawasan Flores Timur kembali diguncang oleh aktivitas vulkanik yang meningkat dari Gunung Lewotobi Laki-laki. Laporan terbaru menunjukkan adanya 15 kali tremor non-harmonik dan 5 kali gempa vulkanik dalam dalam periode pengamatan terakhir. Fenomena ini menegaskan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki, yang memiliki ketinggian 1.584 mdpl, terus menunjukkan dinamika internal yang patut diwaspadai, dengan statusnya saat ini berada pada Level II atau WASPADA.

Gunung yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini, memang dikenal memiliki sejarah aktivitas yang cukup intens. Sebagai salah satu gunung berapi kembar di bagian tenggara Pulau Flores, Gunung Lewotobi Laki-laki (dan kembarnya, Gunung Lewotobi Perempuan) merupakan bagian dari busur vulkanik Kepulauan Sunda Kecil. Posisi geografisnya yang berada di Latitude -8.5389°LU dan Longitude 122.7682°BT menjadikannya bagian dari cincin api Pasifik yang sangat aktif.

Sumber: Pixabay

Peningkatan Aktivitas Kegempaan yang Signifikan

Laporan mengenai 15 tremor non-harmonik dan 5 gempa vulkanik dalam ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan adanya peningkatan aktivitas seismik yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Gempa vulkanik dalam, khususnya, seringkali diartikan sebagai indikasi adanya pergerakan magma dari kantung magma yang lebih dalam menuju permukaan. Peningkatan frekuensi gempa ini dapat menjadi sinyal adanya suplai magma baru yang cukup besar dan bergerak cepat.

Bahkan, pada beberapa periode, data kegempaan menunjukkan peningkatan yang drastis. Misalnya, pada 17 Juni 2025, dilaporkan terjadi 50 kejadian gempa vulkanik dalam hanya dalam kurun waktu dua jam. Hal ini tentu memicu kekhawatiran dan mendorong kenaikan status gunung ke level yang lebih tinggi, bahkan hingga Level IV (AWAS) pada beberapa kesempatan.

Sejarah Erupsi dan Potensi Bahaya

Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki catatan sejarah erupsi yang panjang dan seringkali dramatis. Pada tahun 2023, erupsi yang terjadi menyebabkan ribuan orang mengungsi. Pada tahun 2024, letusan juga terjadi, bahkan dilaporkan memuntahkan puing-puing lava ke desa-desa sekitar yang menghancurkan rumah dan menelan korban jiwa. Erupsi pada 17 Juni 2025 tercatat menghasilkan kolom abu setinggi lebih dari 10 kilometer, dengan hujan pasir dan kerikil yang mengguyur beberapa desa di sekitarnya.

Karakter erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sangat bervariasi, mulai dari erupsi eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan awan panas guguran, hingga erupsi magmatis yang menghasilkan kubah lava dan aliran lava. Letusan freatomagmatik dan freatik juga pernah terjadi, yang merupakan akibat dari interaksi antara magma dengan air.

Ancaman sekunder dari aktivitas gunung berapi ini juga perlu diwaspadai. Potensi banjir lahar hujan menjadi perhatian utama, terutama saat curah hujan tinggi. Sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung menjadi jalur potensial bagi aliran lahar, yang dapat berdampak pada desa-desa seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Selain itu, hujan abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan aktivitas penerbangan.

Status Waspada dan Imbauan

Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status Level II atau WASPADA. Meskipun demikian, PVMBG terus memantau aktivitas gunung ini secara ketat. Imbauan kepada masyarakat dan pengunjung tetap menjadi prioritas. Radius aman sejauh 4 hingga 7 kilometer dari pusat erupsi harus dihindari, tergantung pada sektoral arah angin.

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta instansi berwenang. Penting juga untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan selalu merujuk pada sumber resmi seperti PVMBG. Bagi warga yang terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat disarankan untuk melindungi sistem pernapasan.

Sistem Konduit Terbuka dan Potensi Letusan Episodik

Analisis terbaru menunjukkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada dalam fase erupsi episodik dengan sistem konduit yang terbuka. Hal ini berarti tekanan gas di dalam gunung cenderung dilepaskan secara bertahap, yang menekan potensi terjadinya letusan besar secara tiba-tiba. Namun, aktivitas tremor non-harmonik dan gempa vulkanik dalam yang terus tercatat menandakan bahwa dinamika internal gunung ini masih terus berlangsung.

PVMBG terus melakukan pemantauan intensif, baik secara visual maupun instrumental, untuk mendeteksi setiap perubahan aktivitas. Data seismik, deformasi permukaan, dan pengamatan visual menjadi kunci untuk memprediksi potensi erupsi dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana vulkanik di wilayah Flores Timur ini.

Source: https://flores.tribunnews.com/2026/04/21/gunung-lewotobi-15-kali-tremor-non-harmonik-5-kali-vulkanik-dalam



#Gunung Lewotobi #Aktivitas Vulkanik #Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama