BUGALIMA - Di tengah riuhnya upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), ada sebuah inisiatif apik yang sedang bergulir di Nusa Tenggara Timur. Kementerian PPN/Bappenas RI, dengan semangat yang membara, mendorong percepatan pengembangan pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Caranya? Dengan menggelar program kunjungan belajar yang sangat berharga, melibatkan 135 petani asal Kabupaten Flores Timur untuk menimba ilmu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sebuah langkah kolaboratif yang patut diacungi jempol, menghubungkan dua wilayah di NTT demi masa depan pertanian yang lebih cerah.
Memperkuat Kolaborasi Antar Daerah untuk SDGs
| Sumber: Pixabay |
Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Setyo Budiantoro, dalam pernyataannya di Soe, Rabu (10/6/2026), menekankan betapa pentingnya pembelajaran lintas daerah ini. Ia menyebutnya sebagai bagian integral dalam upaya mempercepat pencapaian SDGs, utamanya pada sektor krusial seperti ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. "Kolaborasi antardaerah seperti ini merupakan bagian penting dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Setyo Budiantoro. Ia menambahkan bahwa praktik baik yang telah berhasil diterapkan di Timor Tengah Selatan diharapkan dapat menjadi referensi berharga untuk pengembangan ekosistem hortikultura di Flores Timur.
Detail Program Kunjungan Belajar
Program yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 21 Juni 2026 ini adalah bukti nyata sinergi antara Bappenas, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Tak hanya itu, dukungan solid juga datang dari berbagai mitra pembangunan seperti Plan Indonesia, GIZ, Yayasan Krisna Galensya (Krisna Foundation), dan Caritas Indonesia.
Total peserta yang ambil bagian dalam kegiatan inspiratif ini mencapai 135 orang. Rinciannya, 80 petani berasal dari Kabupaten Flores Timur, ditambah 20 petani yang didampingi oleh Plan Indonesia, serta 35 petani dampingan dari Caritas Indonesia.
Apa Saja yang Dipelajari Para Petani?
Selama dua minggu berada di Bumi Cendana, para petani Flores Timur tidak hanya menjadi tamu, tetapi juga menjadi siswa aktif. Mereka mendalami berbagai praktik pertanian modern yang berfokus pada keberlanjutan. Materi pembelajaran mencakup:
Praktik Hortikultura Berbasis Good Agricultural Practices (GAP)
Para petani diajak untuk memahami dan menerapkan standar praktik pertanian yang baik. GAP bukan sekadar teori, melainkan serangkaian metode yang memastikan kualitas, keamanan pangan, dan efisiensi produksi. Penerapan GAP ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan pada akhirnya, kesejahteraan petani.
Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture)
Di era perubahan iklim yang semakin nyata, adaptasi menjadi kunci. Para petani belajar tentang bagaimana mengelola pertanian agar tahan terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus berkontribusi pada mitigasi emisi gas rumah kaca.
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani
Kekuatan kolektif seringkali lebih besar daripada kekuatan individu. Pelatihan ini juga fokus pada penguatan organisasi kelompok tani agar lebih efektif dalam pengelolaan sumber daya, akses pasar, dan advokasi.
Pengembangan Kewirausahaan Hijau (Green Entrepreneurship)
Pertanian modern bukan hanya soal menanam, tetapi juga soal mengelola usaha. Konsep kewirausahaan hijau mendorong petani untuk berinovasi, menciptakan nilai tambah, dan membangun bisnis pertanian yang ramah lingkungan.
Akses Pasar dan Pengelolaan Keuangan
Pengetahuan tentang bagaimana menjangkau pasar yang lebih luas dan mengelola keuangan usaha tani secara profesional juga menjadi bagian penting dari kurikulum. Ini mencakup pemahaman tentang rantai pasok, negosiasi harga, hingga manajemen modal.
Youth-Led Agri-food (YLAF): Model Pemberdayaan Masa Depan
Salah satu pendekatan unggulan yang diperkenalkan adalah Youth-Led Agri-food (YLAF). Model ini menempatkan kaum muda, khususnya perempuan, sebagai motor penggerak utama dalam sistem pangan lokal yang berkelanjutan. Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menyatakan bahwa pendekatan YLAF telah terbukti memberikan dampak nyata dalam pemberdayaan pemuda dan perempuan di sektor pertanian.
Di Kabupaten TTS sendiri, program YLAF telah menunjukkan hasil yang mengagumkan. Ia berhasil melibatkan 411 petani muda (dengan 60 persen di antaranya perempuan), mengembangkan 50 hektare lahan produktif, serta memperkuat 39 kelompok tani muda. Bahkan, model ini telah meraih penghargaan nasional bergengsi, yang menjadi bukti keberhasilannya dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda, dan mendorong pengembangan pertanian berbasis pemuda di daerah terpencil.
Lebih dari Sekadar Kunjungan Belajar
Kegiatan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi merupakan strategi komprehensif untuk memperkuat sumber penghidupan masyarakat Flores Timur. Selama ini, masyarakat Flores Timur menghadapi tantangan keterbatasan akses ekonomi dan tingginya angka migrasi kerja, termasuk migrasi yang tidak aman. Dengan memperkuat sektor pertanian yang produktif dan mengembangkan kewirausahaan berbasis pemuda, diharapkan muncul alternatif mata pencaharian yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan di daerah asal mereka.
Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pertanian masa kini tidak hanya soal produksi, tetapi juga menuntut praktik budidaya yang baik, keberlanjutan lingkungan, efisiensi usaha, akses pasar, dan penguatan jejaring kemitraan. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) menjadi langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
Keberhasilan program ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan dapat mempercepat transformasi sektor pertanian. Praktik baik yang telah terbukti di TTS diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan di Flores Timur, mewujudkan pertanian yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Nusa Tenggara Timur.
Source: Bappenas mendorong petani Flotim belajar pertanian berkelanjutan di TTS - ANTARA News
#pertanian berkelanjutan #Flores Timur #Timor Tengah Selatan