BUGALIMA - Euforia sepak bola akan segera menyelimuti Nusa Tenggara Timur! Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah menyatakan kesiapan penuhnya untuk menjadi tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV tahun 2026. Pesta sepak bola terbesar di provinsi ini rencananya akan digelar pada pertengahan November 2026, sebuah momen yang dinanti-nantikan oleh para pecinta si kulit bundar di seluruh penjuru NTT. Persiapan matang tengah digeber oleh Pemerintah Kabupaten Flotim, dan langkah awal yang paling krusial adalah pembentukan panitia pelaksana.
Rapat Intensif dan Penetapan Ketua Panitia
| Sumber: Pixabay |
Selasa, 9 Juni 2026, menjadi hari bersejarah bagi persiapan ETMC XXXV. Di ruang rapat Bupati Flotim, sebuah pertemuan penting digelar, dipimpin langsung oleh Bupati Flotim, Anton Doni Dihen. Agenda utamanya adalah menetapkan nahkoda untuk perhelatan akbar ini, serta menyusun kerangka kepanitiaan. Hasilnya, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, terpilih sebagai Ketua Panitia ETMC Flores Timur tahun 2026. Sebuah amanah besar yang diemban untuk memastikan gelaran ini berjalan sukses.
Komposisi kepanitiaan yang lebih rinci akan segera diumumkan setelah rapat perdana panitia. Namun, masukan dari Sekretaris Daerah dan para peserta rapat telah memberikan gambaran awal yang solid. Bupati Doni Dihen menekankan pentingnya kerja maksimal dari seluruh panitia. "Meskipun dalam keterbatasan yang ada, ETMC Flores Timur tetap berlangsung dengan baik dan tidak kelihatan sekedar dipaksakan atau asal-asalan," ujarnya, sebuah pesan yang tegas untuk mengedepankan kualitas dan profesionalisme.
Tiga Lapangan Menjadi Venue Utama
Salah satu fokus utama persiapan adalah kesiapan venue pertandingan. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Flores Timur, Yitno Wada, memaparkan bahwa panitia akan mengupayakan penyiapan tiga lapangan sebagai lokasi pertandingan utama. Ketiga lapangan tersebut adalah Lapangan Gawerato, Lapangan Ile Mandiri, dan Lapangan Ape Buan.
Meskipun diakui bahwa ketiga lapangan tersebut mungkin masih memiliki kekurangan di sana-sini, Yitno Wada optimis dengan jangka waktu persiapan yang tersisa sekitar lima bulan, kekurangan tersebut dapat diatasi. "Saya optimis kita bisa mempersiapkannya dengan baik," katanya. Upaya pembenahan dan peningkatan fasilitas akan terus dilakukan untuk memastikan standar kelayakan turnamen ini terpenuhi.
Pemilihan ketiga lapangan ini bukan tanpa pertimbangan. Stadion Apebuan di Pulau Adonara bahkan direncanakan akan digunakan untuk babak *knock-out*. Hal ini menunjukkan adanya strategi penempatan venue yang matang untuk mengakomodir jalannya turnamen hingga babak akhir.
Tantangan dan Optimisme
Menjadi tuan rumah ETMC XXXV bukan tanpa tantangan. Flores Timur, seperti banyak daerah lain di NTT, menghadapi keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Terlebih lagi, keputusan untuk menjadi tuan rumah ini diambil tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyatakan tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk ETMC XXXV dari APBD.
Namun, keterbatasan ini justru memicu semangat inovasi dan pembiayaan kreatif. Bupati Anton Doni Dihen menegaskan bahwa pembiayaan akan mengandalkan dukungan sponsorship, kerjasama dengan pihak perbankan, serta kontribusi dari berbagai elemen masyarakat dan politisi yang telah dibangun komunikasinya. "Kita hanya mengandalkan usaha kita dengan pembiayaan kreatif dan itu kita pasti mencari jalan untuk dukungan sponsorship," ujarnya.
Optimisme tetap membuncah. Semangat dan kecintaan masyarakat Flores Timur terhadap sepak bola menjadi modal utama. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku usaha kecil, UMKM, dan sektor swasta. Lebih dari itu, ETMC XXXV menjadi panggung penting untuk melihat potensi pemain sepak bola NTT yang nantinya bisa bergabung dengan Tim Sepak Bola PON NTT mendatang.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
ETMC XXXV bukan hanya tentang pertandingan sepak bola. Ini adalah kesempatan emas bagi Flores Timur untuk menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang baik, menggerakkan ekonomi, dan mempromosikan pariwisata daerah. Kesiapan lapangan, akomodasi, transportasi, keamanan, hingga fasilitas kuliner menjadi aspek penting yang harus diperhatikan demi kenyamanan seluruh tim dan suporter yang akan berdatangan dari berbagai daerah.
Semua pihak diharapkan bersinergi, mulai dari pemerintah daerah, PSSI NTT, KONI Flores Timur, hingga seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja keras dan kolaborasi, Flores Timur optimis dapat menyelenggarakan ETMC XXXV 2026 yang sukses, berkesan, dan menjadi tonggak sejarah baru bagi persepakbolaan NTT.
Source: https://victorynews.id/jelang-etmc-xxxv-2026-pemkab-flotim-gelar-rapat-3-lapangan-bakal-jadi-venue/
#ETMC XXXV 2026 #Flores Timur #Sepak Bola NTT