BUGALIMA - Sungguh sebuah pelajaran berharga yang terjadi di bumi Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebuah peristiwa yang sejatinya tak diinginkan siapa pun, namun justru menjadi bukti nyata kegigihan aparat keamanan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keutuhan wilayah dari ancaman bahaya. Tiga unit bom pipa rakitan, yang ditemukan pascakonflik sosial di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, berhasil diamankan dan dimusnahkan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda NTT. Sebuah tindakan cepat dan sigap yang patut diacungi jempol, demi menjamin keselamatan jiwa dan raga warga setempat.
Peristiwa ini bermula ketika masyarakat, melalui laporan cepat kepada aparat kepolisian, menemukan benda-benda mencurigakan yang ternyata adalah bom rakitan. Penemuan pertama kali dilakukan oleh Felisia Tuli (45), warga Dusun IV Bele, saat ia sedang memungut buah asam di sekitar lokasi pembuangan sampah. Ia melihat benda yang menyerupai bom pipa, dan segera memberitahukannya kepada Florentinus Soo (55). Beruntung, laporan ini segera diteruskan kepada personel Pos Pengamanan Brimob.
| Sumber: Pixabay |
Menerima laporan tersebut, Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT bergerak cepat. Mereka segera melakukan sterilisasi dan pengamanan area, memastikan tidak ada korban jiwa atau kerusakan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, benda tersebut dipastikan merupakan satu bom pipa rakitan yang dibungkus selotip kuning. Bom ini kemudian dievakuasi ke Polsek Adonara Timur.
Tak berselang lama, kabar mengejutkan kembali datang. Warga melaporkan penemuan dua bom pipa rakitan lainnya di sekitar pekarangan rumah Kepala Desa Waiburak. Dengan sigap, Tim Jibom kembali bergerak menuju lokasi kedua, mengamankan dua bom pipa rakitan tersebut. Salah satunya terbungkus selotip kuning, dan yang lainnya ditemukan tanpa pembungkus.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian masyarakat. "Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada aparat kepolisian. Langkah tersebut sangat penting sehingga Tim Jibom dapat segera melakukan sterilisasi, pengamanan, hingga pemusnahan sesuai standar operasional yang berlaku," ujar beliau. Pernyataan ini menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
Proses pemusnahan bom pipa rakitan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WITA di lokasi pengolahan pasir, Desa Oyangbara, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur. Pemusnahan dilakukan sesuai prosedur standar operasional oleh Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT setelah sebelumnya dilakukan pengamanan dan pemeriksaan.
Bom Pipa Rakitan: Ancaman Nyata yang Berhasil Dinetralisir
Penting untuk dicatat bahwa meskipun ketiga bom pipa rakitan ini teridentifikasi sebagai bahan peledak berdaya ledak rendah, polisi menegaskan bahwa benda tersebut tetap berbahaya. Potensi bahaya dapat timbul apabila bom mengalami benturan, tekanan, atau pemicu lainnya. Oleh karena itu, keputusan untuk segera memusnahkannya adalah langkah yang sangat tepat demi mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Peran Aktif Masyarakat dalam Keamanan Lingkungan
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Penemuan bom pipa rakitan ini terjadi pascakonflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur. Meskipun situasi pascakonflik terkadang membawa ketegangan, kesadaran warga untuk segera melapor kepada pihak berwenang menunjukkan kedewasaan dan komitmen terhadap perdamaian.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., dalam keterangannya, juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. "Jangan mencoba memegang, memindahkan, ataupun membongkarnya sendiri karena dapat membahayakan keselamatan," tegasnya. Beliau menekankan bahwa setiap benda mencurigakan harus segera dilaporkan kepada aparat keamanan terdekat.
Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah
Pihak kepolisian, bersama dengan TNI dan Pemerintah Daerah, terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah Adonara Timur. Upaya ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama selama proses pemulihan pascakonflik. Sinergi antarlembaga ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Flores Timur.
Kejadian ini, meskipun menegangkan, pada akhirnya memberikan pelajaran berharga. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kesadaran, keberanian melaporkan, dan tindakan cepat dari aparat keamanan, ancaman sekecil apapun dapat dinetralisir demi keselamatan bersama. Flores Timur, dengan segala keindahannya, harus tetap menjadi tempat yang aman dan damai bagi seluruh penghuninya.
#Keselamatan Warga #Bom Pipa Rakitan #Flores Timur