BUGALIMA - Di tengah hiruk-pikuk sistem peradilan yang kerap kali hanya berfokus pada aspek hukum formal, ada sebuah inisiatif yang menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritualitas yang dijalankan oleh Polres Flores Timur bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur. Sebuah kegiatan "siraman rohani" diberikan kepada para tahanan di ruang tahanan Mapolres Flores Timur. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah upaya tulus untuk memberikan penguatan moral dan membangun kesadaran bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 ini, diikuti oleh tujuh tahanan beragama Katolik. Kehadiran tim pembinaan rohani dari Kemenag, yaitu Oni dan Desi, didampingi oleh Kasat Tahti Polres Flores Timur, IPTU Piter Sogen, menunjukkan sinergi yang apik antara aparat penegak hukum dan instansi keagamaan. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas.
| Sumber: Pixabay |
Kapolres Flores Timur, AKBP Gede Putra Yase, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, menyatakan bahwa pembinaan rohani ini diharapkan dapat membantu para tahanan untuk memperbaiki diri. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mereka untuk merenungi dan mengambil hikmah dari setiap proses hukum yang sedang dijalani. Tujuannya jelas: menumbuhkan tekad dalam diri para tahanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kelak kembali ke tengah masyarakat dan berkumpul bersama keluarga.
Fenomena pembinaan rohani di lembaga pemasyarakatan atau tahanan bukanlah hal baru. Berbagai sumber menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur'an, kebaktian, dan majelis zikir, rutin dilaksanakan di Lapas di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa aspek spiritualitas memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan penyesalan atas perbuatan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Warga Binaan di Lapas Tabanan, kegiatan ibadah yang difasilitasi dengan baik memberikan hak-hak mereka terpenuhi dan menciptakan lingkungan yang harmonis.
Pentingnya Siraman Rohani bagi Narapidana
Mengapa siraman rohani ini begitu krusial, terutama bagi mereka yang berada di balik jeruji? Pertama, siraman rohani memberikan ruang bagi narapidana untuk merefleksikan diri. Dalam kesunyian dan keterbatasan ruang gerak, mereka memiliki kesempatan untuk merenungkan kesalahan yang telah diperbuat, memahami dampaknya, dan mulai memproses penyesalan. Pendekatan keagamaan, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menumbuhkan nilai-nilai toleransi.
Kedua, kegiatan keagamaan membantu narapidana untuk membangun kembali fondasi moral dan spiritual mereka. Banyak narapidana yang terjerumus ke dalam lembah kenistaan karena minimnya pegangan agama atau rusaknya moral. Siraman rohani yang disampaikan melalui ceramah, doa bersama, atau pembacaan kitab suci, bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan tanggung jawab. Pendeta Chrissel dalam salah satu pembinaan menekankan pentingnya tidak larut dalam masa lalu, melainkan menjadikan proses yang dijalani sebagai kesempatan untuk berubah dan belajar mengampuni.
Ketiga, siraman rohani dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan. Menjalani masa pidana bukanlah hal yang mudah. Tanpa dukungan emosional dan spiritual, banyak narapidana yang rentan terhadap keputusasaan. Pendekatan keagamaan memberikan mereka kekuatan batin untuk menghadapi cobaan, membangun keyakinan bahwa perubahan itu mungkin, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang Warga Binaan, Ones, pembinaan rohani memberikannya ketenangan dan dorongan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih positif.
Sinergi Polres dan Kemenag: Kolaborasi yang Memberikan Harapan
Kolaborasi antara Polres Flores Timur dan Kemenag dalam memberikan siraman rohani kepada tahanan ini patut diapresiasi. Keterbatasan waktu dan anggaran seringkali menjadi kendala dalam pelaksanaan program pembinaan rohani di lembaga pemasyarakatan. Namun, dengan adanya sinergi seperti ini, sumber daya dapat dioptimalkan dan jangkauan program dapat diperluas.
Kehadiran petugas dari Kemenag menunjukkan bahwa urusan pembinaan rohani bukanlah semata tanggung jawab satu institusi. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk membimbing dan mengembalikan individu yang tersesat ke jalan yang benar. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi para tahanan, tetapi juga menunjukkan komitmen Polres Flores Timur dalam memberikan pembinaan yang holistik, yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.
Harapan besar disematkan pada kegiatan semacam ini. Polres Flores Timur berharap pembinaan rohani ini memberikan manfaat positif, menumbuhkan kesadaran, dan mendorong para tahanan untuk menjalani proses hukum dengan baik. Lebih jauh lagi, diharapkan mereka dapat mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan secara positif bersama keluarga dan masyarakat. Ini adalah investasi moral dan sosial yang sangat berharga, yang kelak akan menuai hasil bagi kedamaian dan keharmonisan masyarakat Flores Timur.
Source: RRI.co.id
#Pembinaan Rohani Tahanan #Polres Flores Timur #Kemenag