Solidaritas Tanpa Batas: Penyintas Lewotobi Ulurkan Tangan ke Korban Gempa Flores di Nagekeo

BUGALIMA - Di tengah deru kehidupan yang belum sepenuhnya pulih pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, semangat berbagi justru membuncah dari para penyintasnya. Sebuah kisah luar biasa datang dari Flores Timur, di mana sekelompok penyintas erupsi Gunung Lewotobi tak gentar menempuh jarak ratusan kilometer demi menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara mereka yang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Flores. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa empati dan solidaritas tidak mengenal batas geografis, terlebih saat bencana melanda.

Perjalanan penuh makna ini dimulai pada Kamis (27/8/2026) siang, ketika tiga belas orang penyintas erupsi Lewotobi, didampingi Kepala Desa Hokeng Jaya, Gabriel Bala Namang, dan Kepala Desa Klatanlo, Petrus Muda Kurang, memulai misi kemanusiaan mereka. Dengan menggunakan dua mobil pikap yang sarat muatan, mereka bertolak dari hunian sementara (Huntara) di Flores Timur menuju Nagekeo. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih sejauh 344 kilometer itu memakan waktu sekitar 10 jam, hingga akhirnya rombongan tiba di Desa Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Jumat (28/8/2026) dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA.

Sumber: Pixabay

Keputusan untuk melakukan perjalanan panjang ini bukanlah tanpa alasan. Para penyintas Lewotobi ini memiliki kesadaran sosial yang mendalam untuk membalas kebaikan yang pernah mereka terima saat dilanda bencana erupsi. "Kami menyadari begitu besar perhatian, kepedulian, dan bantuan yang datang dari saudara kita di Flores bagian barat saat kami mengalami bencana erupsi. Saat ini mereka sedang terkena musibah gempa, jadi sudah sepatutnya kami juga membantu," ujar Gabriel Bala Namang, Kepala Desa Hokeng Jaya.

Logistik yang dibawa dalam misi mulia ini beragam, mencakup kebutuhan pokok seperti sembako, pakaian, hingga hasil bumi segar seperti pisang, ubi, dan sayuran, yang merupakan sumbangan dari sesama penyintas erupsi Lewotobi. Melalui penggalangan dana yang dilakukan di berbagai desa terdampak, para relawan berhasil mengumpulkan dana senilai Rp15 juta untuk mendukung aksi kemanusiaan ini.

"Kami dengan dua mobil pikap, muat barang bantuan. Baru sampai tadi subuh, jam 02.00 Wita," kata Cornelis Fransiskus Bataona, salah seorang relawan, kepada Ekora NTT pada Jumat pagi. Cornelis mengungkapkan rasa harunya melihat kondisi para korban gempa yang tinggal di tenda darurat. Ironisnya, tak lama setelah kedatangan mereka, lokasi tersebut bahkan diguncang gempa susulan berskala kecil, hanya berselang dua jam setelah mereka tiba. Pengalaman hidup di tenda pengungsian selama satu tahun sebelum akhirnya dipindahkan ke Huntara, membuat para penyintas Lewotobi ini sangat memahami betapa peliknya kondisi para korban gempa saat ini.

Kehangatan di Tengah Ketidakpastian

Suasana haru dan kehangatan terasa ketika para penyintas Lewotobi berdialog dengan para korban gempa di tenda-tenda darurat. "Udara di sini mirip dengan kampung di Hokeng. Kami saling berbagi cerita di tenda darurat, saling menguatkan satu sama lain," tutur Cornelis, berbagi pengalamannya. Pertemuan ini bukan sekadar penyaluran bantuan fisik, tetapi juga momen saling menguatkan secara emosional. Di tengah ketidakpastian pascagempa, kehadiran sesama penyintas bencana memberikan harapan dan kekuatan moral yang tak ternilai harganya.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi telah meninggalkan luka mendalam, khususnya di Kabupaten Nagekeo. Gempa ini tak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga kepanikan dan pengungsian massal. Data mencatat bahwa belasan korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Nagekeo, dan Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan santunan duka sebesar Rp15 juta kepada para ahli waris.

Gelombang Solidaritas dari Berbagai Pihak

Kisah para penyintas Lewotobi ini hanyalah satu dari sekian banyak gelombang solidaritas yang mengalir ke Nagekeo dan wilayah Flores lainnya pascagempa. Berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga lembaga swadaya masyarakat dan perusahaan, turut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan bencana.

Pemerintah Kota Kupang, misalnya, menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta, ditambah Rp135 juta dari hasil donasi ASN, sehingga total mencapai Rp635 juta. Bantuan ini didistribusikan ke enam kabupaten terdampak, termasuk Nagekeo. PT Dharma Lautan Utama (DLU) Holding bersama grup dan mitranya juga menyalurkan bantuan sekitar 60 ton yang diangkut oleh 12 truk, mencakup bahan pangan dan kebutuhan khusus bagi kelompok rentan. MNC Peduli juga turut menyalurkan sekitar 3 ton bantuan kemanusiaan yang didistribusikan ke sejumlah titik di Kabupaten Ende dan Nagekeo.

Bahkan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turut menyalurkan bantuan air bersih ke Nagekeo dan Ende, menunjukkan penanganan bencana yang komprehensif. Sementara itu, Menko Pangan mengungkapkan tantangan dalam distribusi bantuan, menunjukkan kompleksitas penanganan bencana di wilayah yang luas dan terdampak.

Menyongsong Pemulihan, Memperkuat Kebersamaan

Aksi para penyintas Lewotobi ini memberikan pelajaran berharga tentang makna kemanusiaan sejati. Di tengah keterbatasan dan perjuangan mereka sendiri, mereka tidak lupa akan penderitaan orang lain. Perjalanan 344 kilometer yang mereka tempuh adalah simbol pengorbanan dan kepedulian yang luar biasa.

Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur dan penanganan pascagempa. Berbagai pihak terus bergerak, baik dalam penggalangan dana maupun distribusi bantuan, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Kehadiran berbagai pihak, termasuk kunjungan pejabat seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Nagekeo, diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan moril bagi para korban.

Solidaritas antar sesama warga Flores, dan bahkan dari seluruh Indonesia, menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tragedi ini. Kisah penyintas Lewotobi yang menyalurkan bantuan ke Nagekeo adalah pengingat bahwa di saat-saat tergelap pun, cahaya kemanusiaan akan selalu bersinar, menembus batas dan merajut harapan baru.

Source: https://ekorantt.com/penyintas-lewotobi-salurkan-bantuan-untuk-korban-gempa-flores-di-nagekeo/



#Solidaritas Kemanusiaan #Bantuan Gempa Flores #Penyintas Lewotobi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama