Polres Flotim: Trauma Healing untuk Semangat Belajar Siswa SMA Negeri 1 Adonara Timur Pasca Konflik

BUGALIMA - Sungguh sebuah pemandangan yang mengharukan sekaligus membanggakan. Di tengah terpaan badai konflik yang sempat mengguncang ketenangan belajar di SMA Negeri 1 Adonara Timur, hadir secercah harapan yang dipancarkan oleh jajaran Polres Flores Timur. Mereka tidak datang membawa senjata, melainkan membawa terapi jiwa, membawa senyum, dan memulihkan semangat para pelajar yang sempat tergores luka batinnya. Ini bukan sekadar berita, ini adalah bukti nyata bagaimana kehadiran Polri melampaui tugas penegakan hukum, merambah ke ranah kemanusiaan dan psikologis.

Sebuah inisiatif mulia ini terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2026 lalu, ketika Polres Flores Timur kembali menggelar kegiatan *trauma healing* dan terapi USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) di lingkungan sekolah yang berlokasi di Adonara Timur. Tujuannya jelas: membangkitkan kembali rasa percaya diri, menyalakan kembali bara semangat belajar, dan menumbuhkan optimisme di dada para siswa yang telah melalui pengalaman yang menguji ketahanan psikologis mereka. Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, para siswa diajak untuk melepaskan beban emosional, membangun kembali rasa aman, dan menyongsong masa depan dengan keyakinan yang utuh.

Sumber: Pixabay

Konflik antarwarga yang sempat membayangi SMA Negeri 1 Adonara Timur memang meninggalkan jejak. Luka itu, meski tak terlihat secara fisik, mampu meruntuhkan konsentrasi belajar, mengikis keceriaan masa remaja, dan menumbuhkan kecemasan yang tak perlu. Menyadari dampak serius ini, Polres Flores Timur, di bawah kepemimpinan Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, menunjukkan kepedulian yang mendalam. "Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kondisi mental pelajar," ujar AKP Eliezer A. Kalelado, menekankan bahwa pendampingan ini krusial agar para siswa dapat kembali belajar dengan tenang dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Pendekatan Psikologis yang Humanis

Yang patut digarisbawahi dari kegiatan ini adalah pendekatan yang digunakan. Polres Flores Timur tidak hanya melakukan pendekatan formal, namun merangkul para siswa dengan kehangatan layaknya seorang kakak atau orang tua. Dipimpin langsung oleh Kapolres Flores Timur, didampingi Wakapolres Kompol I Ketut Mastina dan Kapolsek Adonara Timur Ipda Andreas Peu Lamury, serta didukung oleh sejumlah personel dan Polwan, kegiatan ini menjadi sebuah kolaborasi yang solid. Mereka menggunakan metode *trauma healing* yang dipadukan dengan terapi USEFT, sebuah teknik pembebasan emosional yang dirancang untuk membantu individu melepaskan tekanan psikologis. Melalui interaksi edukatif, permainan, nyanyian, dan motivasi, para siswa diajak untuk membuka diri, berbagi rasa, dan menemukan kembali kekuatan internal mereka.

Perlu kita ingat, masa remaja adalah masa yang rentan. Mereka sedang dalam proses pencarian jati diri, dan gejolak emosi adalah hal yang lumrah. Ketika dihadapkan pada konflik yang melibatkan orang tua, bahkan berujung pada persoalan akademis seperti dikeluarkannya siswa dari sekolah akibat perkelahian, dampak psikologisnya bisa sangat dalam. Di sinilah peran institusi seperti kepolisian menjadi sangat vital. Mereka hadir sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga merawat kesehatan mental generasi penerus bangsa.

Memulihkan Kepercayaan Diri dan Semangat Belajar

Tujuan utama dari *trauma healing* ini adalah mengembalikan kepercayaan diri siswa dan semangat mereka untuk kembali ke bangku sekolah. Konflik yang terjadi dapat menimbulkan rasa takut, cemas, bahkan trauma mendalam. Hal ini tentu saja mengganggu proses belajar mengajar. Dengan adanya intervensi psikologis dari Polres Flores Timur, diharapkan para siswa dapat mengelola beban emosional mereka, kembali merasa aman di lingkungan sekolah, dan fokus pada tujuan akademis mereka.

"Polres Flores Timur akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap tahapan pemulihan pascaperselisihan antarwarga," tegas Kasi Humas Polres Flores Timur. Pernyataan ini sungguh melegakan. Ini menunjukkan komitmen kepolisian yang tidak hanya berhenti pada penanganan kasus, tetapi juga ikut serta dalam proses rehabilitasi dan pemulihan pasca-konflik.

Lebih dari Sekadar Penegakan Hukum

Kejadian di SMA Negeri 1 Adonara Timur ini adalah contoh nyata bahwa Polri kini hadir dengan wajah yang lebih humanis dan peduli. Mereka memahami bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya diukur dari minimnya angka kriminalitas, tetapi juga dari kondisi psikologis warganya, terutama anak-anak dan remaja. Program *trauma healing* yang dilakukan secara berkala, seperti yang juga dilakukan oleh Polwan Polres Flores Timur di SDK St. Theresia Bele pasca perselisihan antarwarga, menunjukkan konsistensi dan keseriusan dalam upaya pemulihan.

Dulu, mungkin kita hanya mengenal polisi sebagai penegak hukum. Namun kini, kita melihat mereka sebagai sahabat, sebagai penolong, bahkan sebagai penyembuh luka batin. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan. Bukan hanya di Adonara Timur, tetapi di seluruh penjuru negeri. Generasi muda adalah aset bangsa yang paling berharga. Merawat kesehatan mental mereka sama pentingnya dengan memberikan pendidikan yang layak.

Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan ini. Dukungan dari sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program semacam ini. Kolaborasi antara aparat penegak hukum, institusi pendidikan, dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak kita.

SMA Negeri 1 Adonara Timur kini memiliki kesempatan untuk bangkit kembali. Dengan semangat baru yang telah dipulihkan oleh Polres Flores Timur, para siswa diharapkan dapat kembali menimba ilmu dengan ceria dan optimis. Ini adalah kemenangan kecil, namun memiliki dampak besar bagi masa depan generasi muda di Adonara Timur.

Source: https://rri.co.id/regional/155076/polres-flotim-pulihkan-semangat-pelajar-sma-negeri-1-adoran-timur-pasca-konflik



#Trauma Healing #Polres Flores Timur #Semangat Pelajar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama