BUGALIMA - Di jantung Larantuka, sebuah semangat baru berdenyut dari Gedung BAPPERIDA. Bukan sekadar bangunan tua yang menjadi saksi bisu sejarah, tetapi kini menjadi episentrum pergerakan nyata dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjen Imigrasi NTT) dalam mewujudkan prinsip "Imigrasi untuk Rakyat". Inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa birokrasi yang seringkali dianggap jauh dan kaku, sesungguhnya bisa merakyat dan melayani dengan sepenuh hati, bahkan dari lokasi yang mungkin tidak terduga sebelumnya.
Perjalanan pelayanan keimigrasian di Flores Timur kini tak lagi harus menempuh jarak ratusan kilometer menuju Maumere. Dengan hadirnya layanan paspor di Larantuka, masyarakat Flores Timur, khususnya yang berada di Pulau Adonara dan sekitarnya, kini mendapatkan kemudahan akses yang luar biasa. Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, secara langsung meninjau pelaksanaan layanan ini, menunjukkan betapa seriusnya institusi ini dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Kunjungan beliau, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Marlindawati Manullang, dan Kepala Kantor Imigrasi Maumere, Dianta Sinuraya, bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah penegasan komitmen.
| Sumber: Pixabay |
Peluncuran perdana layanan di Larantuka pada 11 Agustus 2026 menjadi tonggak sejarah penting. Lokasi di Gedung BAPPERIDA ini, meski bersifat sementara, telah menjadi jembatan vital bagi warga yang sebelumnya terhalang oleh geografis. Antusiasme masyarakat sangat terasa, seperti yang terpantau saat Saroha Manullang berbincang dengan sejumlah warga Adonara yang sedang mengurus permohonan paspor. Respons positif ini adalah energi bagi Imigrasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
Kehadiran layanan imigrasi di Larantuka ini bukan sekadar memangkas jarak tempuh, namun lebih dari itu, ini adalah perwujudan nyata dari kehadiran negara di tengah-tengah rakyatnya. "Dengan adanya layanan Imigrasi di Larantuka, masyarakat Flores Timur tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan paspor. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang semakin dekat, mudah dan responsif kepada masyarakat,” ujar Saroha Manullang. Pernyataannya ini menggarisbawahi esensi dari "Imigrasi untuk Rakyat" – pelayanan yang prima, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Layanan di Gedung BAPPERIDA ini memang merupakan langkah awal. Sambil menunggu dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pemerintah daerah dan pihak imigrasi telah aktif membahas nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama (PKS), serta yang paling krusial, rencana hibah lahan untuk pembangunan Kantor Imigrasi Flores Timur yang permanen. Ini menunjukkan visi jangka panjang yang kuat untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan keimigrasian di wilayah ini. Kolaborasi antara Pemerintah Daerah Flores Timur dan Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menjadi fondasi yang kokoh menuju terwujudnya kantor imigrasi definitif.
Semangat "Imigrasi untuk Rakyat" ini tidak hanya terwujud di Larantuka. Di wilayah lain seperti Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Kanwil Ditjen Imigrasi NTT juga terus berupaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan akses layanan keimigrasian. Optimalisasi pelayanan paspor di Pos Imigrasi Aplasi dan rencana peningkatan statusnya menjadi pos pelayanan keimigrasian menunjukkan upaya serupa untuk mendekatkan layanan, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis. Meskipun terkendala sumber daya, pola pelayanan terjadwal yang diterapkan telah memberikan solusi sementara bagi masyarakat TTU agar tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke Atambua.
Secara fundamental, Imigrasi memiliki tiga fungsi utama: pelayanan publik, penegakan hukum, dan keamanan negara. Namun, dalam konteks "Imigrasi untuk Rakyat", semua fungsi tersebut harus berorientasi pada satu tujuan utama, yaitu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa imigrasi adalah untuk rakyat, di mana pelayanan, fungsi keamanan, dan kedaulatan harus selalu untuk rakyat. Ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
Fokus Kanwil Ditjen Imigrasi NTT di bawah kepemimpinan Saroha Manullang yang baru dilantik, salah satunya adalah penguatan pelayanan publik. Ini meliputi peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, serta pengembangan infrastruktur layanan keimigrasian. Selain itu, penguatan pengawasan di kawasan perbatasan dan pintu masuk internasional juga menjadi prioritas untuk mendukung keamanan nasional. Dengan semangat ini, Imigrasi NTT diharapkan dapat terus berkarya dan berdampak positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Pergerakan semangat pelayanan imigrasi dari Gedung BAPPERIDA Larantuka ini adalah cerminan bagaimana institusi pemerintah dapat beradaptasi dan berinovasi demi melayani rakyat. Ini bukan hanya tentang penerbitan paspor, tetapi tentang membangun kepercayaan, mendekatkan diri, dan memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan haknya atas pelayanan publik yang prima. Dengan terus mengedepankan prinsip "Imigrasi untuk Rakyat", Direktorat Jenderal Imigrasi, melalui Kantor Wilayahnya di NTT, menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas adalah prioritas utama, bahkan dari sudut-sudut terpencil bumi pertiwi.
#Imigrasi NTT #Pelayanan Publik #Larantuka