Pelantikan 13 Pejabat Pemkab Flores Timur Perkuat Sinergi dengan Polri untuk Kemajuan Daerah

BUGALIMA - Sebuah momen penting baru saja terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Tenggara. Sebanyak 13 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur secara resmi dilantik pada hari Selasa, 28 September 2026. Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk memperkuat sinergi, terutama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), demi mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat Flores Timur.

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, disaksikan oleh Wakil Bupati, Ignasius Boli Uran, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Dimulai pada pukul 09.25 Wita, rangkaian acara diawali dengan pembacaan keputusan dan pengambilan sumpah jabatan bagi para pejabat yang baru dilantik. Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan pakta integritas, yang merupakan bukti kesiapan para pejabat untuk mengemban amanah dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sumber: Pixabay

Kehadiran perwakilan dari Polri dalam acara pelantikan ini bukanlah suatu kebetulan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat. Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., dalam pernyataannya, menekankan arti krusial dari komunikasi lintas lembaga. Menurutnya, koordinasi yang terjalin baik antara Polri dan Pemkab Flores Timur akan sangat mendukung terciptanya keamanan yang kondusif sekaligus kelancaran dalam pelayanan publik bagi seluruh masyarakat Flores Timur. "Sinergi Polri dan pemerintah daerah diperlukan untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif selama aktivitas pemerintahan berlangsung," tegasnya. Ini adalah bentuk nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan stabilitas dan kemajuan.

Sinergi seperti ini bukanlah hal baru di Flores Timur. Berbagai upaya telah dan terus dilakukan untuk memperkuat kerja sama antarlembaga. Baik dalam penanganan bencana alam, seperti yang pernah terjadi saat erupsi Gunung Lewotobi, di mana TNI, Polri, dan Pemda bersatu padu memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Maupun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui dialog dan silaturahmi, seperti pertemuan antara Kapolres Flores Timur dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur. Inisiatif-inisiatif semacam ini menunjukkan kesadaran bahwa tantangan yang dihadapi daerah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kebersamaan.

Bupati Antonius Doni Dihen sendiri telah beberapa kali memimpin pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Flores Timur. Sebelumnya, pada Januari 2026, Bupati Doni Dihen melantik 123 pejabat administrator dan pengawas, yang dinilai sebagai bagian dari penguatan misi "Lompatan Produktivitas" lintas sektor pemerintahan daerah. Pada April 2026, sebanyak 28 pejabat tinggi Pratama (eselon II) juga dilantik untuk mendukung visi besar pembangunan daerah. Sementara itu, pada Agustus 2023, Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi, juga melantik 12 pejabat eselon II. Setiap pelantikan ini menjadi momentum penting untuk penyegaran birokrasi, penguatan kapasitas aparatur, dan penyesuaian dengan kebutuhan organisasi yang dinamis serta tuntutan pelayanan publik yang berkualitas.

Bupati Antonius Doni Dihen dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya tanggung jawab, integritas, dan semangat kerja tinggi dari setiap pejabat yang dilantik. Ia juga seringkali mengingatkan bahwa meskipun situasi saat ini mungkin tidak mudah, terutama dengan adanya tantangan fiskal dan ancaman bencana alam, semangat untuk melakukan "lompatan pembangunan" tidak boleh surut. Kerja keras, kerja cerdas, dan inovasi menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pelantikan 13 pejabat kali ini menjadi penanda langkah baru bagi Pemkab Flores Timur. Keberadaan pejabat-pejabat baru di berbagai posisi strategis diharapkan dapat membawa energi segar, ide-ide inovatif, dan semangat kolaboratif. Sinergi yang terjalin kuat dengan Polri, serta dengan elemen masyarakat lainnya, termasuk tokoh agama dan adat, akan menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan visi pembangunan Flores Timur yang lebih baik.

Pentingnya sinergi ini juga tercermin dalam upaya penanganan konflik sosial, di mana Polres Flores Timur bersama pemerintah daerah dan Forkopimda berdialog dengan tokoh adat seperti Raja Larantuka untuk mendorong penyelesaian melalui musyawarah adat. Hal ini menunjukkan pendekatan yang holistik dan mengedepankan kearifan lokal dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di wilayah Flores Timur.

Ke depan, diharapkan para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, berintegritas, dan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat. Kolaborasi yang solid antara Pemkab Flores Timur dan Polri, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan dalam membangun Flores Timur yang sejahtera, aman, dan berdaya saing. Mari bersama membangun Lewotanah Flores Timur yang tercinta ini dan buktikan dengan kerja sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab kepada masyarakat, pemerintah, dan Tuhan Yang Maha Esa. Source: https://www.rri.co.id/regional/550546/sebanyak-13-pejabat-pemkab-flores-timur-dilantik-polri-perkuat-sinergi



#Flores Timur #Pelantikan Pejabat #Sinergi Polri

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama