BUGALIMA - Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah provinsi kepulauan yang kaya akan keindahan alamnya, kini bersiap untuk menyulut terangnya masa depan energi. Potensi luar biasa dari perut bumi, khususnya energi panas bumi, sedang diupayakan untuk dimanfaatkan secara maksimal melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Oka Ile Ange di Kabupaten Flores Timur. Langkah strategis ini dimatangkan melalui pertemuan koordinasi antara PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) dengan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, pada Kamis, 24 September 2026.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah fondasi penting untuk mewujudkan rencana ambisius: pembangunan PLTP Oka Ile Ange dengan kapasitas 2x5 Megawatt (MW), yang totalnya mencapai 10 MW. Pengembangan ini bukan hanya sekadar penambahan kapasitas listrik semata, melainkan sebuah lompatan besar dalam upaya Indonesia untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi nasional, khususnya di wilayah NTT yang selama ini masih banyak bergantung pada sumber energi konvensional.
| Sumber: Pixabay |
Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, menegaskan bahwa pengembangan panas bumi di NTT adalah bagian krusial dari program dedieselisasi nasional. "Ini merupakan bagian dari program dedieselisasi karena penggunaan diesel cukup menyerap devisa negara," ujarnya. Program dedieselisasi ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang imporabel dan rentan terhadap fluktuasi harga global. Energi panas bumi, yang bersifat baseload, mampu beroperasi 24 jam tanpa henti, menjadikannya sumber energi yang andal dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Potensi panas bumi di Pulau Flores memang dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan. Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Oka Ile Ange sendiri memiliki potensi energi sekitar 40 MW, dan rencana pengembangan awal sebesar 10 hingga 15 MW ini merupakan bagian dari program Flores Geothermal Island. Target Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2033 menjadi penanda keseriusan dalam mewujudkan energi bersih ini.
Namun, di balik potensi besar tersebut, Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan kajian mendalam. Beliau menekankan bahwa aspek lingkungan, keamanan, kondisi geologis, serta kesiapan teknologi harus dipastikan secara komprehensif sebelum melangkah ke tahap sosialisasi kepada masyarakat. "Yang penting kita merumuskan pertanyaan dengan baik, terutama terkait dampak lingkungannya dan kemampuan kita untuk memitigasi potensi dampak tersebut. Sebelum dilakukan sosialisasi, hal-hal itulah yang harus dipastikan," ujar Antonius. Beliau juga mengingatkan bahwa bagi masyarakat awam, isu pengeboran untuk energi panas bumi bisa sangat sensitif, sehingga sosialisasi harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai disiplin ilmu serta ahli. Sosialisasi yang dilakukan tidak boleh sekadar 'omong-omong semata', melainkan harus menjadi ajang dialog yang konstruktif dan informatif.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Panas Bumi PT PLN (Persero) Kantor Pusat, David Eko Prasetyo, menyatakan komitmen PLN untuk menyiapkan skema pengembangan, rencana teknis, dan anggaran, serta berkolaborasi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama terkait kekhawatiran yang mungkin timbul. Pendekatan berbasis transparansi dan edukasi publik ini diharapkan dapat menjawab setiap kekhawatiran masyarakat, sehingga potensi panas bumi WKP Oka Ile Ange dapat dimanfaatkan secara aman, harmonis, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan Flores Timur.
Pengembangan PLTP Oka Ile Ange ini bukan kali pertama direncanakan. Sebelumnya, pada tahun 2021, Oka Ile Ange PLTP dengan kapasitas 2x5MW juga masuk dalam daftar proyek PLN dengan target operasi pada tahun 2028. Perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang berlimpah ini secara optimal dan berkelanjutan.
Transformasi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, seperti panas bumi, adalah keniscayaan untuk masa depan. Langkah PLN UIP Nusra bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur ini adalah cerminan dari komitmen Indonesia untuk energi bersih, ramah lingkungan, dan berdikari. Mari kita sambut era baru energi hijau di Bumi Flobamora.
Source: rri.co.id
#Energi Panas Bumi #PLN #Flores Timur