BUGALIMA - Perayaan Hari Santri Nasional tahun 2026 semakin dekat, dan geliat persiapan sudah terasa di berbagai penjuru negeri. Salah satu daerah yang menunjukkan kesiapannya adalah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Flores Timur tidak main-main dalam menyambut peringatan yang sarat makna ini. Rencananya, akan digelar dua upacara besar untuk menandai momen penting ini, mencerminkan semangat "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas," tema yang diusung Kemenag untuk Hari Santri 2026.
Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, telah memberikan arahan langsung dalam sebuah apel siaga pada Senin, 19 Oktober 2026. Keputusan untuk menggelar dua upacara ini menunjukkan keseriusan Kemenag Flores Timur dalam menghormati dan merayakan peran vital para santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen untuk terus meneladani semangat juang mereka dalam membangun negeri.
| Sumber: Pixabay |
Sejarah Hari Santri Nasional sendiri berakar dari peristiwa monumental, yaitu Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini merupakan seruan wajib bagi umat Islam untuk membela tanah air dari ancaman penjajahan yang kembali membayangi pasca-proklamasi kemerdekaan. Seruan inilah yang membakar semangat para santri dan pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan, bahkan memicu pertempuran dahsyat seperti Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan. Penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, adalah bentuk pengakuan negara atas peran besar kaum santri dan ulama dalam sejarah Indonesia.
Lantas, apa makna mendalam di balik dua upacara yang disiapkan Kemenag Flores Timur? Pertama, upacara di tingkat kabupaten akan menjadi momen unifikasi, mengumpulkan seluruh elemen santri, tokoh agama, dan masyarakat Flores Timur untuk bersama-sama merayakan hari bersejarah ini. Ini adalah simbol persatuan dan kekuatan kolektif santri dalam berkontribusi pada pembangunan daerah dan bangsa.
Kedua, upacara di lingkungan kantor Kemenag Flores Timur sendiri akan menjadi penanda komitmen internal. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag akan diingatkan kembali akan akar sejarah peran keislaman dalam pembangunan negara, sekaligus mempertegas peran Kemenag sebagai garda terdepan dalam membina dan memberdayakan umat, termasuk para santri.
Tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" yang diusung pada Hari Santri 2026 ini sejatinya adalah sebuah panggilan. Santri tidak lagi hanya dipandang sebagai penjaga tradisi keilmuan agama, tetapi sebagai agen perubahan yang memiliki potensi besar dalam menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, serta berperan aktif dalam menjaga keharmonisan sosial. Di era digital dan globalisasi ini, "jihad" para santri masa kini bukanlah mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan berjihad melalui ilmu, inovasi, ekonomi, dan pengabdian sosial.
Peran Santri: Dari Garda Terdepan Perang hingga Pilar Pembangunan Bangsa
Peran santri dalam sejarah Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Jauh sebelum proklamasi kemerdekaan, para santri dan ulama telah menanamkan benih-benih kesadaran nasional. Mereka tidak hanya menjadi benteng spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak mobilisasi masyarakat dan bahkan merumuskan dasar-dasar negara. Semangat jihad yang mereka kobarkan tidak hanya bersifat fisik dalam medan perang, tetapi juga jihad intelektual dan sosial yang terus relevan hingga kini.
Perjuangan mereka pasca-kemerdekaan pun tak kalah penting. Di tengah tantangan membangun bangsa yang baru merdeka, para santri dan pesantren menjadi pusat pendidikan, gerakan sosial, dan bahkan basis ekonomi kerakyatan. Mereka berperan dalam membangun masyarakat yang beradab, berilmu, dan beriman, sejalan dengan cita-cita luhur bangsa.
Fleksibilitas Peringatan di Era Modern
Kemenag RI sendiri telah menginisiasi berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2026. Selain upacara, ada pula agenda seperti sayembara menulis surat untuk Presiden, perkemahan pramuka santri, festival sarung dan peci, hingga pameran produk usaha pesantren. Ada juga Pesantren Award yang akan diberikan kepada kepala daerah yang aktif mendukung pengembangan pesantren. Ini menunjukkan bahwa Kemenag ingin peringatan Hari Santri tidak hanya terpusat pada ritual seremonial, tetapi juga mencakup aspek pemberdayaan dan apresiasi.
Di Flores Timur, dua upacara yang disiapkan oleh Kemenag adalah wujud adaptasi dan komitmen. Upacara di tingkat kabupaten mencerminkan semangat kolaborasi dengan masyarakat luas, sementara upacara di internal Kemenag menunjukkan penguatan internal dan kesiapan untuk melayani umat. Keduanya sama pentingnya dalam merefleksikan tema besar Hari Santri Nasional 2026: "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas."
Meneladani Semangat Santri di Kehidupan Sehari-hari
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Flores Timur, sebagaimana di daerah lain, adalah momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan para santri. Nilai keikhlasan dalam berjuang, kebersamaan dalam mencapai tujuan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan adalah warisan berharga yang patut kita teladani.
Kini, tantangan bangsa kita berubah. Dari ancaman penjajahan fisik, kita bergeser pada tantangan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan teknologi, dan degradasi moral. Di sinilah peran santri masa kini menjadi krusial. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi pionir dalam inovasi, pengusaha ulung, ilmuwan cerdas, dan agen perubahan sosial yang membawa kemajuan bagi Indonesia Emas.
Dua upacara di Flores Timur ini, walau mungkin tampak sederhana, adalah bagian dari gelombang besar peringatan Hari Santri Nasional yang akan menggema di seluruh penjuru negeri. Ini adalah pengingat bahwa santri, dengan segala kesederhanaan dan kedalaman ilmunya, adalah pilar penting dalam kokohnya bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat ini harus terus hidup, menular, dan menginspirasi generasi penerus untuk terus menguatkan negeri.
Source: RRI.co.id
#Hari Santri Nasional #Kemenag Flores Timur #Santri Menguatkan Negeri