Aksi Cepat Babinsa Larantuka Bersihkan Pohon Tumbang di Tengah Badai, Bukti Nyata Kehadiran TNI di Desa

BUGALIMA - Angin berembus kencang. Hujan turun menderas. Itu Sabtu yang berat di Flores Timur.

Pagi itu, cuaca sedang tidak bersahabat di Desa Sinarhadigala, Kecamatan Tanjungbunga. Babinsa Praka Burhan tidak diam saja. Ia bergerak cepat. Tugasnya adalah memantau wilayah. Namun, prioritasnya langsung berubah. Ia melihat kesulitan di depan mata.

Sebatang pohon tumbang melintang. Menghalangi jalan. Pohon itu tumbang akibat cuaca ekstrem. Tepat di lokasi milik Bapak Agustinus Kelen.

Kecepatan Bertindak di Tengah Cuaca Ekstrem

Ini bukan sekadar pohon jatuh biasa. Ini masalah besar bagi Agustinus Kelen. Aktivitasnya terganggu total. Ada potensi bahaya lanjutan. Babinsa Praka Burhan langsung mengambil inisiatif. Ia tak menunggu perintah.

Dia tahu apa yang harus dilakukan. Alat-alat sudah disiapkan. Praka Burhan, sebagai Babinsa Koramil 1624-01/Larantuka, membawa keahliannya. Keahlian dalam penanggulangan bencana ringan.

Ini adalah pengalaman lapangan. Pengalaman yang tak bisa digantikan. Pengalaman melayani masyarakat di tengah ancaman alam. Tindakan itu cepat, lugas, dan terukur.

Solidaritas dan Gotong Royong Melawan Dampak Bencana

Babinsa mulai bekerja. Membantu Agustinus Kelen menebang batang pohon besar itu. Kemudian membersihkannya. Kerjasama mereka adalah pemandangan yang mengharukan.

Di tengah deru angin dan hujan, mereka bahu-membahu. Inilah wujud gotong royong sejati. Bukti kredibilitas TNI. Mereka hadir bukan hanya di masa damai. Tetapi juga di saat warga butuh bantuan darurat.

Pohon yang tumbang itu kini terpotong rapi. Jalan kembali terbuka. Bahaya telah diatasi. Rasa lega menyelimuti Agustinus Kelen.

TNI selalu menegaskan hal itu. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat. Ini adalah wujud nyata kepedulian. Kepedulian dalam mengatasi kesulitan warga binaan. Praka Burhan menunjukkan otoritas yang benar. Otoritas untuk menolong.

Kondisi Darurat di Ujung Timur Flores

Tindakan Praka Burhan ini sangat relevan. Terjadi di tengah kondisi yang tak menentu. Flores Timur sedang didera cuaca buruk. Badai angin dan hujan tak henti.

Dampaknya luas. Listrik padam di banyak tempat. Jaringan listrik mengalami kerusakan di enam titik. PLN pun harus bekerja keras.

Cuaca ekstrem ini menyebabkan bencana lain. Gelombang laut meninggi. Ketinggian mencapai empat hingga enam meter. Ini sangat berbahaya. Aktivitas pelayaran terganggu parah.

Kapal-kapal perintis tertahan. Transportasi antarpulau terhenti. Rute penting seperti KM Sabuk Nusantara 43 batal beroperasi. Penumpang harus bersabar.

Kapal motor itu melayani rute vital. Menghubungkan Waingapu, Larantuka, hingga Kupang. Terganggunya pelayaran berarti logistik dan pergerakan orang ikut terhambat. Ini kondisi yang sangat sulit.

Di daratan, kerusakan juga meluas. Rumah-rumah warga di Desa Demondei rusak. Atap terangkat. Bangunan berantakan. Total sepuluh rumah terdampak.

Warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Rumah mereka rubuh. Perabotan rumah tangga ikut rusak. Genangan air dan lumpur muncul di Kota Larantuka.

Semua ini menunjukkan urgensi. Urgensi dari setiap bantuan kecil. Bantuan seperti yang dilakukan Babinsa Praka Burhan. Menyingkirkan bahaya. Mengembalikan keamanan.

Peringatan dan Pesan Keamanan

Setelah pohon selesai dibersihkan, Praka Burhan menyampaikan pesan. Pesan penting untuk seluruh warga. Ia mengingatkan tentang faktor keamanan.

Keselamatan harus diutamakan. Terutama saat musim hujan. Ditambah lagi dengan angin kencang seperti ini. Kewaspadaan adalah kunci. Semua harus dihindari. Hal-hal yang tidak diinginkan.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, tujuan ganda tercapai. Lingkungan menjadi lebih aman. Hubungan antara TNI dan masyarakat makin erat. Babinsa adalah ujung tombak. Ujung tombak persatuan di desa.

Satu Babinsa, satu aksi nyata. Dampaknya terasa. Ini lebih dari sekadar tugas. Ini dedikasi untuk negeri.

Source: gentra.​co.​id



#BabinsaLarantuka #CuacaEkstrem #FloresTimur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama