BUGALIMA - Rencana besar itu akhirnya di meja. Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjen Imigrasi NTT) sepakat melangkah maju. Mereka merencanakan pembangunan Kantor Imigrasi (Kanim) di Larantuka. Ini bukan sekadar penambahan kantor baru. Ini adalah jawaban atas rintihan warga di ujung timur Pulau Flores.
Selama ini, masyarakat Flotim harus menempuh jalan yang panjang. Perjalanan darat ke Kantor Imigrasi Maumere memakan waktu tiga sampai empat jam. Waktu terbuang, energi terkuras, biaya pun membengkak. Mengurus paspor atau dokumen keimigrasian serasa bepergian jauh ke luar kota. Ironi pelayanan publik yang harus segera diakhiri.
| Gambar dari Pixabay |
Mendekatkan Negara kepada Rakyat
Langkah strategis ini sudah dimatangkan. Pembahasan intensif dilakukan di Larantuka. Plh. Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, turun langsung. Ia menegaskan, pembentukan kantor ini adalah pengembangan organisasi yang krusial. Tujuannya satu: memperluas dan mendekatkan layanan keimigrasian.
Negara harus hadir di tengah masyarakat. Akses layanan paspor tidak boleh menjadi momok perjalanan. Kantor baru di Kota Nagi ini akan memangkas jarak pelayanan yang selama ini terasa jauh. Saroha Manullang menyebutnya sebagai upaya nyata mendekatkan negara kepada rakyat.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menyambut rencana ini dengan antusias. Ia paham betul kesulitan warganya. Perjalanan melelahkan ke Maumere adalah beban yang nyata. Kehadiran Kanim Larantuka akan mengubah segalanya.
Manfaat Ganda Kanim Larantuka
Kanim Larantuka akan memiliki multi fungsi vital. Ia tidak hanya mengurus dokumen paspor. Peran pentingnya adalah mendorong sektor ekonomi dan pariwisata lokal. Layanan yang cepat dan dekat menjadi kunci investasi.
Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Salah satu fokus utama adalah perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Banyak warga Flotim merantau, terutama ke Malaysia. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh praktik percaloan. Proses pemberangkatan non-prosedural menjadi ancaman serius.
Kantor Imigrasi di Larantuka akan menjadi tameng. Prosedur keberangkatan akan terpantau lebih ketat. Edukasi keimigrasian yang sesuai hukum bisa diberikan langsung. Ini adalah bentuk pengawasan dan perlindungan pemerintah daerah yang konkret. PMI akan mendapatkan kemudahan layanan paspor. Mereka juga terhindar dari risiko hukum yang tidak perlu.
Keberadaan Kanim Larantuka juga akan memperkuat fungsi pengawasan orang asing. Pengawasan lalu lintas orang di kawasan strategis ini menjadi lebih optimal. Kedaulatan negara melalui pengawasan imigrasi akan terjaga. Semua sejalan dengan program prioritas nasional.
Komitmen Pemkab Flotim dan DPRD sangat kuat. Mereka siap menyiapkan lahan dan gedung operasional. Sarana dan prasarana pendukung lainnya juga menjadi tanggung jawab daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dan Imigrasi ini adalah kunci. Percepatan realisasi pembentukan kantor ini harus segera diwujudkan.
Akselerasi Pelayanan Publik
Langkah pembangunan kantor baru ini adalah akselerasi nyata. Ia mencerminkan visi reformasi birokrasi yang diidamkan. Pelayanan publik yang prima harus diupayakan secara maksimal. Larantuka kini menanti kantor Imigrasi baru. Titik terang ini membawa harapan besar.
Harapan akan layanan yang mudah, dekat, dan berwibawa. Warga Flotim tidak perlu lagi menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Negara kini benar-benar hadir di depan pintu mereka. Ini adalah cerita tentang jarak yang dipangkas. Ini kisah tentang birokrasi yang membalik badan. Ia bergerak mendekat, bukan menjauh dari rakyat. Semua demi Flotim yang lebih maju dan terlindungi.
Source: antaranews.com
#KantorImigrasiLarantuka #Flotim #PelayananKeimigrasian