Praktik Ilegal! Jerat Maut Nelayan Flores Timur: Kompresor untuk Tangkap Ikan Merusak Terumbu Karang

BUGALIMA - Ini praktik mematikan. Nelayan Flores Timur tahu betul risiko yang mengintai. Namun, kompresor udara tetap saja dihidupkan di atas perahu. Lautan nan kaya di perairan tersebut kini menghadapi ancaman ganda. Ancaman bagi nyawa manusia dan bagi kelestarian ekosistem.

Mereka turun ke kedalaman dengan modal nekat. Tabung oksigen standar diganti selang plastik panjang. Ujungnya disambungkan ke kompresor penambal ban mobil. Ini bukan alat selam yang aman.

Health
Gambar dari Pixabay

Laporan terbaru menunjukkan praktik ini marak lagi. Pengawasan seolah kendor di beberapa titik. Padahal, dampak jangka panjangnya sangat fatal. Ini soal ekonomi, kesehatan, dan warisan laut yang harus dijaga.

Bahaya di Balik Tabung Biru

Teknik penangkapan ikan ini sangat primitif dan berbahaya. Para penyelam menyelam hingga puluhan meter. Mereka tinggal di bawah sana selama berjam-jam. Tujuannya hanya satu: mendapatkan hasil tangkapan sebanyak-banyaknya.

Udara yang dipompa kompresor tidak difilter dengan baik. Ia mengandung uap minyak dan kotoran. Oksigen yang masuk ke paru-paru diver menjadi tidak murni. Jelas ini berbahaya untuk jangka panjang.

Risiko terbesarnya adalah penyakit dekompresi. Atau yang biasa disebut 'the bends'. Kompresor tidak punya regulator standar. Penyelam langsung naik ke permukaan tanpa tahapan dekompresi.

Gelembung nitrogen memenuhi darah dan jaringan tubuh. Rasa sakitnya luar biasa. Jika terlambat ditangani, kelumpuhan bahkan kematian adalah keniscayaan. Banyak nelayan sudah menjadi korban.

Menghancurkan Ekosistem Laut

Bukan hanya nyawa nelayan yang terancam. Terumbu karang juga menjadi korbannya. Penyelam kompresor sering membawa alat bantu lain. Mereka menggunakan pembius atau bahkan bom ikan.

Terumbu karang hancur dalam sekejap. Padahal, terumbu karang adalah rumah bagi ribuan biota laut. Ia adalah pusat kehidupan dan regenerasi ikan. Tanpa terumbu karang, ikan tidak punya tempat berlindung dan berkembang biak.

Ikan-ikan kecil ikut terperangkap. Masa depan penangkapan ikan di sana pun suram. Praktik ini merusak rantai makanan di lautan. Kerugiannya akan dirasakan oleh generasi mendatang di Flores Timur.

Jerat Ekonomi dan Ketidakpedulian

Mengapa praktik ilegal ini terus berulang? Jawabannya seringkali klasik: himpitan ekonomi. Hasil tangkapan menggunakan kompresor memang jauh lebih besar. Nelayan bisa dapat ikan berkualitas tinggi.

Permintaan pasar ikan segar sangat tinggi. Para pengepul atau tauke menawarkan harga menarik. Nelayan tergiur uang cepat. Mereka mengabaikan bahaya dan hukum yang berlaku.

Mereka seringkali adalah orang yang sama. Mereka sudah tahu risiko 'the bends'. Beberapa sempat dirawat di rumah sakit. Tapi setelah sembuh, mereka kembali menyelam dengan alat yang sama. Kebutuhan hidup mengalahkan logika dan keselamatan.

Tanggung Jawab Bersama

Fenomena ini adalah masalah sosial dan penegakan hukum. Kurangnya pemahaman tentang ekologi laut jadi faktor pendukung. Sosialisasi sudah dilakukan berulang kali. Namun, efek jera belum sepenuhnya terlihat.

Petugas kesulitan melakukan pengawasan. Perairan Flores Timur sangat luas. Alat dan sumber daya terbatas. Nelayan selalu punya cara mengakali. Mereka beroperasi di waktu dan lokasi terpencil.

Aparat Polairud dan PSDKP terus berupaya. Mereka melakukan patroli dan penertiban. Kompresor-kompresor disita. Namun, kasusnya seperti mata rantai yang tak putus. Satu ditindak, muncul yang lain.

Alternatif dan Harapan Perubahan

Pemerintah daerah perlu solusi yang berkelanjutan. Penertiban saja tidak akan menyelesaikan akar masalah. Perlu ada program alih profesi yang serius. Nelayan harus diberi pilihan mata pencaharian lain.

Bantuan alat tangkap yang ramah lingkungan harus digalakkan. Pelatihan budidaya laut atau pariwisata bahari bisa jadi opsi. Memberikan solusi yang lebih baik daripada sekadar melarang. Ini pekerjaan rumah yang besar.

Laut Flores Timur punya potensi besar. Bukan hanya untuk perikanan, tapi juga pariwisata. Keindahan alam bawah lautnya luar biasa. Kita tidak boleh membiarkan potensi itu hancur. Semua harus bergerak sekarang.

Masyarakat lokal harus jadi garda terdepan. Mereka adalah pemilik sah kekayaan laut ini. Jika mereka peduli, praktik kompresor akan hilang. Kesadaran adalah kunci untuk menghentikan jerat maut ini.

Source: ekorantt.​com



#FloresTimur #PenangkapanIlegal #KerusakanTerumbuKarang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama