BUGALIMA - Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuat gebrakan. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena memberi lampu hijau penuh. Ini bukan sekadar wacana manis tentang teknologi. Ini tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dihidupkan dengan sentuhan digital.
Ide ini lahir dari sebuah audiensi serius. Bertempat di Aula Hotel Asa, Larantuka, Flores Timur. Gubernur Melki bertemu langsung dengan Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen. Hadir pula Pendiri Komunitas Kail Sejahtera Berbasis Digital, Antonius Ratu Baki. Jumat, 6 Februari 2026, menjadi saksi lahirnya komitmen itu.
| Gambar dari Pixabay |
Visi Gizi dan Ekonomi Digital NTT
MBG desa berbasis digital dinilai sangat strategis. Gubernur Melki menyebut inisiatif ini sangat baik dan perlu segera dijalankan. Program ini tidak hanya melulu soal pemenuhan gizi anak-anak. Jauh lebih besar, ini adalah penggerak ekonomi di tingkat desa.
Pemerintah Provinsi NTT ingin melihat masyarakat desa makmur. Pemberian gizi gratis harus menjadi roda penggerak bisnis lokal. Inilah cara cerdas menyuntikkan manfaat ganda dalam satu kebijakan.
Rantai pasok pangan adalah kunci utama. Sistemnya harus terintegrasi penuh, dari hulu hingga hilir. Jika dikelola dengan sistem yang matang, dampaknya pasti besar.
Mengurai Benang Merah Rantai Pasok Digital
Semua ide besar itu diwujudkan dalam aplikasi. Namanya Lamaholot Digital E-Gemohi. Aplikasi ini berfungsi menghubungkan seluruh proses. Mulai dari produksi, pembiayaan, hingga pemasaran hasil tani.
Di sisi hulu, soal permodalan harus terjamin. Pembiayaan usaha tanam komoditas MBG dirancang kolaboratif. Bank harus duduk bersama dengan pemerintah kabupaten. Mereka harus memastikan petani punya modal tanam.
Sisi hilir juga disiapkan matang. Dibuatlah marketplace lokal khusus MBG. Pasar digital ini mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Inilah dapur-dapur besar yang akan menyiapkan makanan bergizi.
Sistem digital ini melibatkan banyak pihak desa. Ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes). Pelaku UMKM juga wajib masuk dalam ekosistem ini. Mereka semua akan terhubung melalui sistem pembayaran terintegrasi, yaitu aplikasi Mistar.
Langkah Nyata di Flores Timur
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, langsung mengambil langkah konkret. Ia memaparkan rencana ambisius. Sebanyak 30 dapur MBG akan dibangun dalam waktu dekat. Semua dapur ini akan terhubung langsung ke sistem pasokan pangan desa berbasis aplikasi.
Rencana ini bukan sekadar janji di atas kertas. Ini adalah strategi manajemen rantai pasok terpadu. Tujuannya jelas, menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.
Gubernur Melki sangat mendukung rencana ini. Ia mendorong agar konsep digital MBG segera dipresentasikan kepada perbankan. Seluruh ekosistem harus bergerak bersama. Bank harus mengerti, ini adalah investasi kesejahteraan masyarakat.
MBG bukan lagi program biasa. Di tangan Gubernur Melki, ia bermetamorfosis menjadi mesin ekonomi desa. Pangan bergizi gratis hadir, sekaligus menghidupkan petani lokal. Konsep ini sejalan dengan upaya Pemprov NTT menekan kemiskinan dan stunting.
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya sudah mendorong Program One Village One Product (OVOP). Kini produk unggulan desa memiliki saluran pasar yang semakin kuat. NTT Mart dan Dapur Flobamorata menjadi wadah hilirisasi produk. Digitalisasi MBG ini adalah langkah maju berikutnya.
MBG Memutus Rantai Kemiskinan
Inisiatif digital ini penting karena masalah pasokan. Dapur SPPG butuh pasokan sayur, telur, dan daging setiap hari. Dengan melibatkan petani dan peternak lokal, permintaan pasti tinggi. Ekonomi pedesaan akan berputar cepat.
Kebutuhan gizi terpenuhi, perekonomian juga bangkit. Konsep ini membuat masyarakat desa menjadi produsen utama. Mereka tidak lagi hanya menjadi konsumen. Mereka adalah tiang penyangga keberhasilan program ini.
Integrasi hulu-hilir memastikan tidak ada kebocoran. Semua terkontrol secara digital dan transparan. Pendekatan ini menunjukkan pemerintah daerah percaya pada inovasi. Digitalisasi bukan hanya untuk kota-kota besar. Desa juga berhak mendapatkan teknologi terbaik.
Dukungan penuh Gubernur menjadi modal besar. Program ini harus segera diimplementasikan. Tujuannya satu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT. Program MBG desa berbasis digital ini adalah masa depan gizi dan ekonomi. NTT melangkah lebih jauh.
Source: rri.co.id
#MBGDigital #EkonomiDesaNTT #GubernurMelkiLena