Flores Timur Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang: Belasan Rumah Rusak dan Status Tanggap Darurat Ditetapkan

BUGALIMA - Angin kencang menerjang Flores Timur. Tiupan badai itu datang tidak main-main. Badai itu menghantam rumah-rumah warga. Tiba-tiba saja banyak bangunan rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur langsung bergerak cepat. Mereka turun ke lapangan. Petugas harus mendata semua kerusakan. Itu data penting untuk penanganan selanjutnya.

Health
Gambar dari Pixabay

Laporan Sementara dari Larantuka

Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur, Fredic Moat Aeng, angkat bicara. Dia membenarkan adanya cuaca ekstrem. Angin kencang disertai hujan deras melanda daerah itu. Ini terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Laporan awal sangat mengejutkan. Sudah ada belasan rumah hancur. Kerusakan ini tersebar di Kota Larantuka. Larantuka adalah Ibu Kota Kabupaten Flotim.

Angin itu menerbangkan atap. Bahkan banyak pohon tumbang menimpa bangunan. Sampai Sabtu sore, data ini masih bersifat sementara. BPBD terus bekerja.

Bukan hanya kerugian materi. Dua warga dilaporkan juga tertimpa pohon tumbang. Ini adalah dampak langsung dari cuaca ekstrem. Bencana alam datang tanpa peringatan.

Sebaran Kerusakan di Dua Kecamatan

Pendataan awal menunjukkan kerusakan meluas. Ada dua kecamatan yang paling parah terdampak. Itu adalah Kecamatan Titehena dan Kecamatan Adonara Timur. Pulau Adonara, bagian dari Flotim, juga terkena.

Rinciannya sudah mulai terkumpul. Di Desa Watowara, satu rumah rusak. Kelurahan Ekasapta mencatat dua rumah rusak. Lalu ada Kelurahan Sarotari Tengah. Di sana satu rumah juga menjadi korban.

Desa Leraboleng ikut terdata. Satu rumah di sana rusak. Di Adonara Timur, satu rumah warga rusak parah. Totalnya sudah lebih dari sepuluh laporan masuk.

Kerusakan juga dialami fasilitas publik. Beberapa bangunan sekolah di Adonara Timur mengalami kerusakan. Atap seng sekolah itu terlepas. Data rincian desa untuk sekolah ini masih diperbarui.

Penyebab utamanya jelas. Angin kencang itu sangat kuat. Ia mencabut pohon-pohon besar. Lalu pohon-pohon itu menimpa rumah warga. Atap seng juga mudah terangkat.

Keahlian BPBD dan Langkah Mitigasi

BPBD Flotim menunjukkan keahliannya. Tim segera bergerak ke lokasi bencana. Mereka ingin memastikan tidak ada kerusakan lain. Fredic Moat Aeng mengimbau semua pihak. Kepala desa dan lurah harus segera melapor.

Pelaporan harus detail dan cepat. Ini penting untuk mempercepat bantuan logistik. Warga yang rumahnya hancur memilih mengungsi. Mereka tinggal sementara di rumah kerabat. Atau di balai desa yang aman.

Langkah ini adalah respons cepat. Tanggap darurat diaktifkan. Tujuannya adalah melindungi masyarakat. Prioritasnya adalah keselamatan jiwa.

BPBD juga tidak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan BMKG. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sudah memberi peringatan. Cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga akhir pekan depan.

Ini adalah bagian dari pengalaman menghadapi bencana hidrometeorologi. Kecepatan dan koordinasi adalah kunci. Otoritas BPBD harus dimanfaatkan optimal. Mereka adalah garda terdepan di lapangan.

Status Tanggap Darurat Flotim

Pemerintah Kabupaten Flores Timur tidak tinggal diam. Mereka sudah menetapkan status tanggap darurat bencana. Status ini sudah berlaku lama. Dimulai sejak 11 Desember 2025. Status ini akan berakhir pada 30 April 2026.

Ini adalah tindakan kredibel. Tujuannya mengantisipasi cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi dan angin kencang adalah ancaman nyata. Penetapan status ini mempercepat penanganan.

Warga diimbau waspada. Jangan panik, tapi tingkatkan kewaspadaan. Bencana hidrometeorologi bisa terjadi kapan saja. Ini termasuk banjir dan longsor. Angin puting beliung juga mengintai.

Informasi dari BMKG adalah pedoman. Warga harus terus memantau perkembangannya. Jangan berada di bawah pohon besar saat angin kencang. Pastikan rumah dalam kondisi aman.

Source: kupang.​antaranews.​com



#AnginKencangFloresTimur #BPBDFlotim #CuacaEkstremNTT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama