BUGALIMA - Flores Timur sedang dilanda krisis yang tak terduga. Bukan karena bencana alam atau kondisi cuaca buruk, melainkan sebuah masalah teknis yang berakar pada sistem. Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Bio Solar dan Pertalite, untuk 14 sub penyalur di wilayah ini dilaporkan tersendat parah. Penyebabnya? Sebuah 'kode balkot' yang terblokir di aplikasi Mikrosite, menghambat proses pemindaian barcode yang krusial untuk penyaluran BBM bersubsidi. Akibatnya, ribuan warga Flores Timur, terutama di pulau Adonara dan Solor, kini terancam kelangkaan BBM, memaksa mereka untuk berjuang mendapatkan bahan bakar yang vital bagi aktivitas sehari-hari.
Misteri Kode Balkot yang Membekukan Distribusi
Masalah utama terletak pada 'kode balkot' yang menjadi kunci akses dalam aplikasi Mikrosite. Kode ini, yang seharusnya memfasilitasi pemindaian barcode untuk penyaluran BBM bersubsidi, kini dilaporkan terblokir. Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, menjelaskan bahwa meskipun pelayanan BBM melalui SPBU secara umum masih berjalan normal dengan stok yang mencukupi, kendala signifikan terjadi pada penyaluran ke sub-sub penyalur. "Penyaluran tetap jalan. Hanya untuk sub penyalur kita masih menunggu respon BPH Migas atas surat pemda Flores Timur. Rekomendasi pemda keluarkan sudah 14 sub penyalur, hanya belum bisa di-barcode karena permasalahan aplikasi Mikrosite belum bisa di-akses oleh SPBU," ujar Tarsisius.
Dampak Nyata di Lapangan: Warga Menjerit
Situasi ini tentu saja menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Kelangkaan BBM bersubsidi ini secara langsung berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial warga. Para nelayan mungkin kesulitan melaut, para pengusaha kecil terhambat aktivitasnya, dan kebutuhan rumah tangga yang bergantung pada BBM menjadi terganggu. Laporan menyebutkan bahwa Pemda Flores Timur telah berupaya mencari solusi dengan menggelar rapat koordinasi, namun hingga kini belum menemukan titik terang. Bahkan, rapat tersebut hanya menyetujui daftar 32 sub penyalur BBM subsidi tanpa memberikan solusi konkret atas terblokirnya kode balkot.
Upaya Pemerintah dan Ketergantungan pada BPH Migas
Pemerintah Daerah Flores Timur mengaku telah membangun komunikasi dengan BPH Migas melalui surat resmi, namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Tarsisius Kopong menyatakan bahwa ini adalah kebijakan nasional yang berada di luar kewenangan Pemda. "Ini merupakan kebijakan nasional, tapi kami tetap membangun komunikasi agar tidak terjadi kelangkaan di wilayah kepulauan terlebih di desa," jelasnya. Meskipun demikian, Pemda tetap meminta tim pengawas untuk lebih ekstra dalam mengawasi tersalurnya BBM subsidi dan melarang pihak SPBU melakukan pengisian manual untuk sub penyalur.
Sistem QR Code dan Tantangan Distribusi BBM Subsidi
Fenomena ini kembali menyoroti pentingnya sistem distribusi BBM bersubsidi yang tepat sasaran. Penggunaan QR Code atau barcode memang telah diimplementasikan untuk mempermudah dan mengontrol penyaluran BBM bersubsidi. BPH Migas sendiri mengakui efektivitas sistem ini dalam menyalurkan BBM bersubsidi, namun juga mengakui adanya celah penyimpangan yang masih ditemukan. Salah satu modus penyimpangan yang pernah ditemukan adalah penggunaan QR Code yang berbeda untuk satu kendaraan, yang berpotensi menyebabkan distribusi BBM tidak tepat sasaran.
Solusi dan Harapan ke Depan
Terhambatnya distribusi BBM di Flores Timur akibat terblokirnya kode balkot ini menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem distribusi yang ada. Diperlukan koordinasi yang lebih erat antara BPH Migas, Pertamina, dan pemerintah daerah untuk segera mengatasi masalah teknis ini. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem aplikasi Mikrosite dan kode balkot perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Masyarakat Flores Timur patut mendapatkan kepastian pasokan BBM, terutama mengingat peran vitalnya dalam menopang aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah kepulauan tersebut. Stok BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertadex dilaporkan masih dapat dibeli tanpa kendala, namun hal ini tidak menjadi solusi bagi masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi.
Source: AsatuNews.co.id
#DistribusiBBM #FloresTimur #KodeBalkot