Tragedi di Adonara: Siswi SMA Ditemukan Tewas Gantung Diri, Simpati Mengalir untuk Keluarga

BUGALIMA - Kabar duka menyelimuti Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial MABB, yang baru berusia 17 tahun, ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di kamar tidurnya pada Senin, 16 Februari 2026. Penemuan tragis ini sontak menggemparkan lingkungan sekitar dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta teman-teman korban.

Menurut keterangan Kapolsek Adonara, Ipda Stefanus Lindi, korban yang merupakan pelajar kelas III di SMA Lamaholot Witihama itu ditemukan oleh neneknya yang baru pulang dari kebun sekitar pukul 17.45 Wita. Sang nenek, yang memanggil korban namun tidak mendapat jawaban, segera meminta bantuan tetangga dan kakak kandung korban untuk memeriksa ke dalam kamar. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati MABB sudah dalam kondisi tak bernyawa, tergantung dengan tali nilon berwarna putih.

Perubahan Perilaku yang Tak Disadari

Penuturan dari keluarga dan teman-teman korban mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir, MABB menunjukkan perubahan sikap yang cukup signifikan. Ia cenderung menjadi lebih pendiam dan sering menyendiri. Namun, perubahan ini tidak disertai dengan cerita atau curahan hati kepada orang terdekat. Sikap MABB yang tertutup ini, yang mungkin luput dari perhatian serius, kini menjadi bahan perenungan bagi orang-orang di sekitarnya.

Mengapa Remaja Rentan?

Remaja adalah masa transisi yang penuh gejolak. Perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan dapat membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan mental. Tekanan akademik, dinamika sosial, hingga masalah keluarga bisa menjadi faktor pemicu stres yang berat bagi mereka. Dalam banyak kasus, seperti yang mungkin dialami MABB, remaja yang mengalami masalah seringkali kesulitan mengkomunikasikan beban mereka. Mereka mungkin merasa tidak dimengerti atau takut membebani orang lain.

Pencegahan dan Dukungan: Tanggung Jawab Bersama

Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental, terutama di kalangan remaja. Upaya pencegahan bunuh diri membutuhkan pendekatan yang komprehensif.

Mengenali Tanda Peringatan

Meskipun tidak semua kasus dapat diprediksi, mengenali tanda-tanda peringatan sangat penting. Perubahan perilaku drastis, seperti menjadi sangat pendiam, menarik diri dari pergaulan, menunjukkan gejala depresi, atau mengungkapkan perasaan putus asa, harus menjadi perhatian serius. Seperti yang dilaporkan, korban MABB cenderung menyendiri beberapa hari sebelum kejadian.

Peran Lingkungan Sekitar

Lingkungan yang suportif sangat krusial bagi kesehatan mental remaja. Keluarga, sekolah, dan teman sebaya memiliki peran penting dalam menciptakan ruang aman untuk berbicara dan berbagi masalah. Mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan dukungan emosional, dan mendorong pencarian bantuan profesional jika diperlukan adalah langkah-langkah vital.

Mengatasi Stigma

Salah satu tantangan terbesar dalam pencegahan bunuh diri adalah stigma yang melekat pada isu kesehatan mental. Banyak orang masih enggan membicarakan masalah ini karena takut dianggap lemah atau dianggap aib. Menghentikan stigma, membuka dialog, dan menyebarkan informasi yang benar tentang kesehatan mental adalah langkah awal yang sangat penting.

Sikap Keluarga dan Penolakan Otopsi

Menghadapi duka yang mendalam, keluarga korban memilih untuk tidak melakukan otopsi. Mereka menyatakan ikhlas menerima kematian MABB sebagai sebuah musibah. Keputusan ini diambil dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi, menunjukkan keinginan keluarga untuk segera memproses duka dan memberikan penghormatan terakhir bagi almarhumah.

Peristiwa ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa masalah kesehatan mental, terutama di kalangan generasi muda, membutuhkan perhatian lebih serius dari semua pihak. Duka cita yang mendalam semoga menyertai keluarga MABB, dan semoga kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan mental di masyarakat.

Source: kompas.com



#SiswiSMATewas #GantungDiriFloresTimur #KesehatanMentalRemaja

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama