Gempa Flores Timur: Ratusan Rumah Hancur, Personel Polri dan Warga Bersatu Membangun Kekuatan

BUGALIMA - Kabar duka kembali menyelimuti bumi pertiwi. Kali ini, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 pada Kamis, 9 April 2026 dini hari. Guncangan kuat yang dirasakan selama 2 hingga 4 detik ini sontak membangunkan warga dari tidur lelapnya dan menimbulkan kepanikan. Pusat gempa dilaporkan berada di darat, sekitar 21 kilometer tenggara Kota Larantuka, dengan kedalaman dangkal hanya 5 kilometer. Gempa ini memicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut, sebagaimana dicatat oleh BMKG.

Dampak dari gempa ini tidak main-main. Ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis, 9 April 2026 sore, sedikitnya lima desa di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur menjadi wilayah yang paling terdampak. Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya di Kecamatan Adonara Timur menjadi fokus utama kerusakan. Di Desa Terong saja, tercatat sebanyak 137 rumah warga terdampak, dengan rincian 33 rumah rusak berat dan 104 rumah rusak ringan. Sementara itu, di Desa Lamahala Jaya, sedikitnya 49 rumah juga mengalami kerusakan. Tak hanya rumah warga, fasilitas umum seperti SPBU 02 Waiwerang dan bagian depan Masjid Jami Al-Ma'ruf di Desa Lamahala Jaya juga tidak luput dari kerusakan.

Sumber: Pixabay

Gempa ini juga meninggalkan luka bagi sebagian warga. Tercatat, enam warga mengalami luka-luka akibat gempa. Dua di antaranya, Abdul Azam Zaya Putra (16) dan Citra Ibrahim (1) dari Desa Terong, serta Jahria Deran Bali (52) dari Desa Lamahala Jaya, mengalami luka berat. Selain itu, sebanyak 1.100 jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Warga mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau mendirikan tenda darurat.

Menyikapi musibah ini, tim gabungan dari personel Polres Flores Timur, TNI, pemerintah daerah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera bergerak cepat ke lokasi bencana. Mereka tidak hanya melakukan pendataan kerusakan dan evakuasi warga, tetapi juga memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga. Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra bahkan langsung memimpin personelnya ke lokasi kejadian.

Sinergi Membangun Harapan di Tengah Keprihatinan

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, semangat gotong royong dan saling menguatkan menjadi pilar utama pemulihan. Personel kepolisian, tidak hanya bertugas mengamankan situasi, tetapi juga memberikan dukungan psikologis melalui program *trauma healing*. Empat anggota Polisi Wanita (Polwan) dikirim ke Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya untuk memberikan pendampingan, terutama kepada anak-anak yang terdampak gempa.

Respons Cepat Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui BPBD, bergerak sigap dalam penanganan darurat. Pendistribusian logistik darurat seperti tenda, terpal, dan kasur menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Kebutuhan mendesak lainnya, seperti makanan siap saji, air bersih, dan alas tidur, juga terus disalurkan. Posko penanganan bencana dan dapur umum didirikan di lokasi terdampak untuk memastikan ketersediaan pangan dan akomodasi bagi warga yang rumahnya rusak parah.

Imbauan dan Solidaritas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan BPBD setempat. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. "Warga segera berlindung jika gempa kembali terjadi dan menuju lapangan terbuka," tegasnya. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan petugas berwenang.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Polres Flores Timur atas kesigapan mereka dalam menangani dampak gempa. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, kata Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, sangat dirasakan manfaatnya dalam memberikan rasa aman dan dukungan moral.

Gempa bumi ini memang meninggalkan luka dan kerugian materiil yang tidak sedikit. Namun, semangat persatuan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh personel gabungan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat Flores Timur menjadi modal berharga untuk bangkit dan membangun kembali. Solidaritas ini menjadi bukti bahwa di tengah kesulitan, kekuatan terbesar justru datang dari kebersamaan.

Source: https://www.polri.go.id/berita/gempa-rusak-ratusan-rumah-di-flores-timur-personel-dan-warga-bergerak-saling-menguatkan-media-hub-polri



#Gempa Flores Timur #Korban Gempa #Polri Peduli Bencana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama