Sinergi Flores Timur: Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Ketahanan dan Digitalisasi

BUGALIMA - Sebuah sinergi yang patut diacungi jempol tengah bergulir di wilayah Flores bagian timur. Tiga kabupaten—Sikka, Flores Timur, dan Lembata—bersama Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah sepakat untuk menggalang kekuatan. Tujuannya? Memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mengakselerasi transformasi digital. Inisiatif ini diwujudkan melalui *High Level Meeting* (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Sebuah langkah strategis yang disambut baik oleh para pemimpin daerah.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pertemuan HLM ini adalah momentum krusial. Ini adalah ajang untuk merekatkan sinergi dan kolaborasi antara TPID dan TP2DD, tidak hanya di Sikka, tetapi juga di Flores Timur dan Lembata. Ia meyakini, sinergi yang kuat akan melahirkan kebijakan-kebijakan strategis. Kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat pondasi ekonomi daerah, serta tentu saja, mempercepat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Sumber: Pixabay

"Pengendalian inflasi adalah aspek penting dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah serta melindungi daya beli masyarakat," ujar Simon. "Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel." Pernyataannya ini bukan sekadar retorika kosong.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, turut menegaskan komitmen Bank Indonesia. Pihaknya akan terus bersinergi dan berinovasi bersama TPID dan TP2DD di ketiga kabupaten tersebut. Ia memaparkan data inflasi Kabupaten Sikka pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 0,38 persen (*year on year*). Namun, pada Februari 2026, angka ini melonjak menjadi 3,05 persen (*yoy*). Kenaikan ini, menurut Adidoyo, dipicu oleh normalisasi tarif listrik setelah adanya insentif diskon tarif listrik pada Januari hingga Februari 2025. Selain itu, tren inflasi juga diperkirakan akan meningkat pada periode *festive season* seperti Paskah dan hari besar lainnya.

Untuk mengatasi potensi lonjakan inflasi, berbagai langkah konkret telah disiapkan. Salah satunya adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dibarengi dengan subsidi ongkos angkut. Inspeksi mendadak (*sidak*) ke pasar juga akan rutin dilakukan, serta imbauan belanja bijak kepada masyarakat. Pengembangan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) berbasis *business-to-business* dan pengembangan klaster komoditas pangan unggulan daerah juga menjadi fokus.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga mencatat adanya peningkatan penerimaan pajak dan retribusi di Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata sepanjang tahun 2025. Namun demikian, pemanfaatan kanal pembayaran digital masih perlu dioptimalkan, khususnya di Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Oleh karena itu, sejumlah langkah strategis terus didorong. Ini meliputi perluasan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk transaksi pemerintah, optimalisasi pembayaran digital melalui QRIS, implementasi SP2D *online*, serta peningkatan sosialisasi dan edukasi digitalisasi kepada masyarakat dan perangkat daerah.

Upaya percepatan digitalisasi ini sejalan dengan strategi nasional yang dicanangkan pemerintah. Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030 memaparkan visi besar transformasi ekonomi digital nasional. Pengembangan ekonomi digital ini diharapkan menjadi katalisator utama dalam mendorong kemajuan perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap PDB pada tahun 2022 bahkan sudah mencapai 7,6%-8,7%. Indonesia memiliki potensi besar dengan populasi yang melimpah, pangsa pasar yang luas, adopsi teknologi yang tinggi, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan yang terus meningkat.

Transformasi digital ini memang bukan sekadar tren, melainkan sebuah keharusan. Membangun kemampuan digital yang berdaya saing dan inklusif di daerah adalah salah satu kunci untuk membangun ketahanan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19. Bank Dunia mencatat, penggunaan internet di Indonesia mencapai 62% populasi pada 2021. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 270 juta jiwa pada 2022, potensi ekonomi digital sangatlah besar.

Pemerintah menargetkan 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk *go digital* di tahun 2024. Ini menunjukkan betapa pentingnya UMKM dalam ekosistem ekonomi digital. Di Flores Timur sendiri, iklim usaha yang kondusif sangat dibutuhkan untuk menarik investasi swasta dan menciptakan peluang kerja. Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia ini diharapkan dapat mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih baik, didukung oleh infrastruktur digital yang memadai dan literasi digital yang merata.

Tantangan dan Peluang Digitalisasi di Flores Timur

Meskipun semangat untuk bertransformasi digital sangat tinggi, tantangan tetap ada. Kesenjangan digital, kurangnya infrastruktur di beberapa wilayah terpencil, serta literasi digital yang belum merata menjadi pekerjaan rumah besar. Namun, di sinilah letak peluangnya. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, tantangan ini dapat diatasi.

Bank Indonesia dan pemerintah daerah perlu terus berinovasi. Sosialisasi dan edukasi digitalisasi harus digencarkan. Penggunaan QRIS misalnya, perlu didorong lebih masif lagi agar UMKM dan masyarakat umum dapat merasakan manfaatnya. Penguatan kerja sama antar daerah juga menjadi kunci. Saling belajar dan berbagi praktik terbaik akan mempercepat kemajuan.

Sinergi Lintas Daerah untuk Kemajuan Bersama

Kolaborasi antara Sikka, Flores Timur, dan Lembata bukan hanya sekadar pertemuan formal. Ini adalah wujud nyata dari kesadaran bahwa masalah ekonomi dan digitalisasi tidak bisa diselesaikan secara parsial. Melalui sinergi ini, diharapkan sumber daya dapat dioptimalkan, kebijakan dapat diselaraskan, dan dampak positifnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Dengan penguatan ketahanan ekonomi melalui pengendalian inflasi yang baik dan akselerasi digitalisasi, masa depan ekonomi Flores Timur akan semakin cerah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan generasi mendatang.

Source: https://victorynews.id/read/sinergi-tiga-kabupaten-di-flores-timur-perkuat-ketahanan-ekonomi-dan-digitalisasi-victory-news-victorynewsid



#Ekonomi Digital #Ketahanan Ekonomi #Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama