BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang seringkali memecah belah, ada kisah inspiratif dari ujung timur Pulau Flores yang menunjukkan bahwa toleransi dan kebersamaan bukanlah sekadar slogan kosong. Polres Flores Timur, melalui program "Bhakti Religi", telah membuktikan bagaimana kepolisian dapat hadir sebagai perekat sosial, merangkul keberagaman, dan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat di tengah masyarakat. Aksi nyata ini tidak hanya diapresiasi oleh tokoh agama, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat Flores Timur.
Kebersamaan yang Menyentuh Hati di Rumah Ibadah
| Sumber: Pixabay |
Suasana di Gereja Katedral Larantuka pada suatu Selasa pagi terasa berbeda dari biasanya. Bukan karena ada perayaan besar, melainkan karena kehadiran personel Polres Flores Timur yang membaur bersama para pengurus gereja. Mereka tidak datang sebagai penegak hukum yang kaku, melainkan sebagai saudara yang peduli, bersama-sama membersihkan setiap sudut lingkungan rumah ibadah tersebut. Tak ada sekat, tak ada perbedaan latar belakang, yang terlihat hanyalah semangat kebersamaan yang terpancar dari kepedulian tulus.
Kegiatan Bhakti Religi ini bukan sekadar kegiatan kebersihan biasa. Ini adalah sebuah pernyataan. Pernyataan bahwa Polri, dalam hal ini Polres Flores Timur, hadir untuk menjaga kerukunan, menumbuhkan toleransi, dan memperkuat semangat gotong royong yang menjadi pondasi bangsa Indonesia. Dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Flores Timur bersama para perwira penanggung jawab, aksi ini berlangsung dengan penuh kehangatan, menjadikan setiap sapuan dan kerja bakti sebagai bentuk pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat.
Hal serupa juga terjadi di Masjid Al-Munawarah Delang. Di sana, personel Polres Flores Timur juga menunjukkan komitmen yang sama dalam kegiatan Bhakti Religi dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan masjid, menciptakan suasana yang nyaman dan bersih bagi para jamaah. Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada aspek kebersihan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.
Apresiasi yang Mengalir Deras
Tak heran jika aksi nyata dari Polres Flores Timur ini menuai pujian dan apresiasi yang tulus. Romo Yoan Odel, Pastor Rekan Paroki Katedral Larantuka, menyampaikan penghargaan yang tinggi atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Polres Flores Timur. Menurutnya, Bhakti Religi ini bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi telah menjadi jembatan yang kokoh dalam mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. "Kami merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini. Terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Tuhan memberkati," ujarnya, mewakili seluruh umat gereja.
Apresiasi serupa juga datang dari pengurus Masjid Al-Munawarah Delang. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTT dan Kapolres Flores Timur atas pelaksanaan Bhakti Religi yang telah memberikan manfaat nyata bagi umat, sekaligus mempererat persaudaraan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Bagi pengurus masjid, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai sahabat masyarakat yang mampu merangkul seluruh elemen tanpa memandang perbedaan agama maupun golongan.
Lebih dari Sekadar Tugas Penegakan Hukum
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menjelaskan bahwa Bhakti Religi merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. "Melalui kegiatan ini, Polri ingin terus hadir di tengah masyarakat, mempererat persaudaraan, menumbuhkan toleransi, serta memperkuat semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa," tegas AKP Eliezer.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Bhakti Religi ini adalah cerminan dari komitmen Polres Flores Timur untuk membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan memperkuat toleransi antarumat beragama.
Kegiatan Bhakti Religi yang dilakukan Polres Flores Timur di gereja dan masjid ini adalah contoh nyata bagaimana institusi kepolisian dapat berperan aktif dalam menjaga dan merawat kerukunan sosial. Ini adalah bentuk pengabdian yang melampaui tugas-tugas rutin, menyentuh hati masyarakat, dan memperkuat ikatan persaudaraan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam aksi sederhana ini diharapkan dapat terus menginspirasi dan memperkuat persatuan, toleransi, serta keharmonisan di Kabupaten Flores Timur, serta menjadi teladan bagi institusi lain di seluruh Indonesia.
#toleransi #kebersamaan #polres flores timur