Bhakti Religi Polres Flores Timur: Wujud Nyata Toleransi dan Kebersamaan yang Tuai Apresiasi

BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, seringkali kita merindukan hadirnya ketulusan dan kepedulian yang nyata. Di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sebuah pemandangan yang menyejukkan hati tersaji, menunjukkan bahwa semangat toleransi dan kebersamaan bukan sekadar slogan kosong, melainkan wujud tindakan nyata. Polres Flores Timur, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, telah menggelar kegiatan Bhakti Religi yang menyentuh berbagai rumah ibadah, baik Pura Agung Weri maupun Masjid Al-Munawarah Delang, serta Gereja Ebenhezer Larantuka. Kegiatan ini tidak hanya menuai pujian, tetapi juga diapresiasi hangat oleh berbagai elemen masyarakat, menunjukkan betapa pentingnya Polri hadir sebagai sahabat bagi semua.

Harmoni Lintas Iman, Aksi Nyata Polri

Sumber: Pixabay

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum berharga bagi Polres Flores Timur untuk menebalkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui kegiatan Bhakti Religi yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2026. Personel Polres Flores Timur, mulai dari tingkat pimpinan hingga anggota, bahu-membahu membersihkan lingkungan Pura Agung Weri. Aksi ini bukan sekadar membersihkan fisik tempat ibadah umat Hindu, melainkan simbol kepedulian dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi kekayaan Flores Timur.

Tak berhenti di situ, semangat yang sama juga ditunjukkan di Masjid Al-Munawarah Delang. Personel Polres Flores Timur kembali menunjukkan dedikasi mereka dengan membersihkan area masjid, mulai dari halaman hingga fasilitas pendukung lainnya. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, mencerminkan bagaimana kerja sama lintas agama dapat terjalin erat melalui tindakan nyata. Hal serupa juga terjadi di Gereja Ebenhezer Larantuka, di mana kehadiran polisi disambut hangat oleh jemaat, memperkuat jalinan silaturahmi yang sudah terjalin.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menjelaskan bahwa Bhakti Religi ini merupakan wujud pengabdian Polri yang tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah sarana untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, kepedulian sosial, dan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. "Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat," ujar AKP Eliezer. Pernyataan ini menegaskan bahwa Polri berupaya hadir sebagai agen perekat sosial, bukan sekadar penegak hukum.

Apresiasi yang Mengalir Deras

Sambutan hangat dan apresiasi datang dari berbagai pihak yang terlibat. Pengurus Pura Agung Weri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda NTT dan Kapolres Flores Timur atas kepedulian yang ditunjukkan. Menurut mereka, kegiatan Bhakti Religi tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan rumah ibadah, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat persaudaraan dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat yang plural.

Demikian pula, pengurus Masjid Al-Munawarah Delang tidak ketinggalan menyampaikan rasa terima kasihnya. Mereka menilai kegiatan Bhakti Religi menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai sahabat masyarakat yang mampu merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama atau golongan. Kehadiran Polri dalam kegiatan sosial seperti ini dinilai sangat berharga, menunjukkan komitmen mereka untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat.

Pendeta Ferluminggus Bako, S.Th., selaku Ketua Majelis Jemaat GMIT Ebenhezer Larantuka, juga mengungkapkan apresiasinya. Beliau menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu menciptakan lingkungan rumah ibadah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Pujian dan dukungan yang mengalir dari berbagai tokoh agama dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa Bhakti Religi Polres Flores Timur telah berhasil menyentuh hati dan mempererat ikatan sosial di wilayah tersebut.

Lebih dari Sekadar Membersihkan: Membangun Fondasi Kebersamaan

Bhakti Religi yang dilakukan Polres Flores Timur ini sejatinya melampaui sekadar aksi bersih-bersih. Ini adalah sebuah pernyataan, sebuah simbol kuat tentang bagaimana persaudaraan dapat tumbuh dan berkembang melalui tindakan nyata yang dilakukan bersama. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman budaya dan agama, kegiatan seperti ini menjadi sangat krusial. Ia mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah jurang pemisah, melainkan mozaik indah yang dapat dirangkai menjadi satu kesatuan yang kokoh.

Semangat gotong royong yang tercermin dalam Bhakti Religi ini diharapkan dapat terus menular dan memperkuat persatuan, toleransi, serta keharmonisan di Kabupaten Flores Timur. Kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti ini menegaskan peran mereka yang multifaset. Mereka tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi katalisator bagi terciptanya lingkungan yang damai, harmonis, dan penuh kepedulian.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Flores Timur tidak hanya merayakan hari jadi institusinya, tetapi juga merayakan semangat persatuan dan kebersamaan yang telah mereka pupuk. Ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah institusi penegak hukum dapat menjadi garda terdepan dalam membangun jembatan antarumat beragama, memperkuat ikatan sosial, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Keberhasilan Bhakti Religi ini patut diapresiasi dan dicontoh, karena di sanalah wujud toleransi dan kebersamaan yang sesungguhnya terpancar.

Source: https://humas.polri.go.id/news/wujud-nyata-toleransi-dan-kebersamaan-bakti-religi-polres-flores-timur-tuai-apresiasi-humas-polri



#Toleransi #Kebersamaan #Bhakti Religi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama