BUGALIMA - Alam kembali menunjukkan kekuatannya yang dahsyat. Pagi ini, Selasa, 2 Juni 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengguncang dengan dua kali letusan dahsyat. Kejadian ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar dan juga menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan vulkanologi.
Dua Kali Letusan dalam Selang Waktu Singkat
| Sumber: Pixabay |
Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.20 WITA. Dalam letusan ini, Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan abu vulkanik setinggi 600 meter di atas puncak. Getaran yang dihasilkan tercatat memiliki amplitudo maksimum 4.4 milimeter dengan durasi mencapai 157 detik. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan timur laut.
Tidak berselang lama, hanya dalam selang waktu hampir 2,5 jam, tepatnya pada pukul 07.47 WITA, gunung api setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu kembali erupsi. Kali ini, lontaran abu vulkaniknya lebih tinggi, mencapai 1.000 meter dari atas puncak. Erupsi kedua ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 148 detik. Kolom abu yang terlihat juga berwarna kelabu pekat, namun kali ini condong ke arah barat daya dan barat.
Status Siaga dan Imbauan untuk Masyarakat
Melihat aktivitas vulkanik yang meningkat, status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini ditetapkan pada Level III atau Siaga. Badan Geologi, melalui Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria, telah mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berada di sekitar gunung api tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah, dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Pentingnya kewaspadaan juga ditekankan terkait potensi bahaya sekunder.
Ancaman Lahar Hujan dan Abu Vulkanik
Para ahli vulkanologi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Bahaya ini dapat terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, khususnya di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh hujan abu vulkanik, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat disarankan. Hal ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari partikel abu yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Perilaku Gunung Lewotobi Laki-laki
Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan gunung api tipe stratovolcano atau berbentuk kerucut yang memiliki karakter letusan bervariasi, termasuk eksplosif dan menghasilkan jatuhan piroklastik. Sejak Desember 2023, gunung ini tercatat telah mengalami serangkaian erupsi. Kenaikan status menjadi Siaga ini bukan kali pertama bagi Gunung Lewotobi Laki-laki, yang menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya memang cukup dinamis.
Fenomena erupsi ganda dalam selang waktu yang relatif singkat seperti yang terjadi pagi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di dalam tubuh gunung api. Hal ini perlu dipantau secara ketat oleh PVMBG untuk memprediksi potensi bahaya yang lebih besar di masa mendatang.
Pentingnya Informasi Akurat dan Respons Cepat
Kejadian erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki ini kembali menegaskan pentingnya sistem peringatan dini yang efektif dan komunikasi yang baik antara otoritas vulkanologi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Informasi yang akurat dan disampaikan secara cepat sangat krusial untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi.
Masyarakat yang berada di sekitar gunung api harus selalu memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Mengabaikan imbauan keselamatan dapat berakibat fatal. Tetap waspada, patuhi arahan, dan jaga diri Anda serta keluarga.
Source: Tempo.co
#Gunung Lewotobi #Erupsi #Flores Timur